Berita

Kuasa hukum Ferdy Sambo dan Putri Candrawathi, Febri Diansyah/Net

Hukum

Febri Minta Dakwaan Jaksa kepada Sambo dan Putri Jangan Ditelan Mentah-mentah

RABU, 02 NOVEMBER 2022 | 00:17 WIB | LAPORAN: IDHAM ANHARI

Salah satu tim kuasa hukum Ferdy Sambo dan Putri Candrawathi, Febri Diansyah meminta agar publik tidak menelan mentah-mentah seluruh dakwaan Jaksa Penuntut Umum (JPU) kepada kliennya dalam kasus dugaan pembunuhan berencana Brigadir Yosua Hutabarat alias Brigadir J.

“Perlu kita pahami bersama bahwa dakwaan jaksa masih harus diuji, dan pengujian dakwaan jaksa adalah melalui proses pembuktian. Jadi proses yang disampaikan oleh jaksa tidak bisa kita anggap langsung benar dan tidak bisa ditelan mentah-mentah,” kata Febri di Pengadilan Negeri (PN) Jakarta Selatan, Selasa (1/11).

Febri mengatakan, setiap dakwaan jaksa harus melalui proses uji di dalam persidangan. Sebab, mantan jurubicara KPK ini menegaskan terbukti atau tidaknya Ferdy Sambo dan Putri Candrawathi melakukan pembunuhan berencana terhadap Brigadir Yosua Hutabarat tergantung kepada pembuktian-pembuktian yang bisa dihadirkan di dalam persidangan.


“Jadi memang kita perlu sangat hati-hati dalam mengawal ini baik dari aspek formil maupun materil. Karna tugas jaksa menemukan kebenaran dan tugas kuasa hukum juga menemukan kebenaran dari sisi yang lain, nanti hakim yang akan menentukan,” pungkas Febri.

Disisi lain, Febri meminta agar publik mempertimbangkan apa yang sudah disampaikan oleh Ferdy Sambo yang menyatakan rasa penyeselannya kerena emosional sehingga Brigadir Yosua Hutabarat sampai kehilangan nyawanya dan juga permohonan maaf kepada keluarga Yosua yang disampaikan oleh Putri Candrawathi.

“Tentang fakta-fakta lainnya, masih ada jadwal pembuktian dan jadwal persidangan yang perlu kita kawal dan kita lihat bersama-sama,” demikian Febri Diansyah.


Populer

Usai Rumah Digeledah, Noor Aflah Diperiksa KPK

Senin, 20 April 2026 | 14:11

China Peringatkan RI Tak Rusak Stabilitas Regional

Sabtu, 18 April 2026 | 02:00

Jaksa Watch Lapor KPK, Ada Dugaan Penyalahgunaan Aset Sitaan Korupsi

Jumat, 17 April 2026 | 17:46

Giliran Sekda Kota Madiun Dipanggil KPK dalam Kasus Pemerasan Maidi

Senin, 13 April 2026 | 14:18

Pengamat Endus Isu Pemakzulan Presiden Didesain Wapres

Kamis, 16 April 2026 | 00:32

Kekesalan JK Dipicu Sikap Gibran dan Serangan Termul

Senin, 20 April 2026 | 12:50

Eksepsi Mardiono terkait Gugatan Muktamar PPP Ditolak PN Jakpus

Kamis, 16 April 2026 | 18:10

UPDATE

Khalid Basalamah Ngaku Hanya jadi Korban di Kasus Yaqut

Kamis, 23 April 2026 | 20:16

Laba BCA Tembus Rp14,7 Triliun

Kamis, 23 April 2026 | 20:10

Singapura Masih jadi Investor Terbesar RI, Suntik Rp79 Triliun di Awal 2026

Kamis, 23 April 2026 | 20:04

TNI-Polri Buru Anggota OPM Penembak ASN di Yahukimo

Kamis, 23 April 2026 | 19:43

Hilirisasi Sumbang Rp147,5 Triliun Investasi di Triwulan I 2026

Kamis, 23 April 2026 | 19:26

Bareskrim Gandeng FBI Buru Ribuan Pembeli Alat Phising Ilegal

Kamis, 23 April 2026 | 19:17

Jemaah Haji Terima Uang Saku 750 Riyal dari BPKH

Kamis, 23 April 2026 | 19:15

Data Rosan Ungkap Investasi RI Lepas dari Cengkeraman Jawa-Sentris

Kamis, 23 April 2026 | 19:02

PLN Pastikan Listrik Jakarta Sudah Pulih 100 Persen

Kamis, 23 April 2026 | 18:56

Idrus Marham Sindir JK: Jangan Klaim Jasa, Biarlah Sejarah Menilai

Kamis, 23 April 2026 | 18:41

Selengkapnya