Berita

Dunia

Membeli Twitter Hal yang Mudah bagi Musk, Membesarkan Sesuai Impiannya adalah Hal yang Sulit

SABTU, 29 OKTOBER 2022 | 06:44 WIB | LAPORAN: RENI ERINA

Bagi seorang bos Tesla Inc, mengeluarkan uang sebanyak 44 miliar dolar AS untuk membeli perusahaan Twitter mungkin bukan perkara sulit.  

Musk telah telah mengambil alih Twitter pada Jumat (28/10) dan menutup pembayarannya setelah keragu-raguan selama berbulan-bulan.

Setelah menyatakan diri sebagai pemilik Twitter dan memecat beberapa pejabat tingginya, Musk kini dihadapkan dengan rencana ke depannya untuk bisa membuktikan kata-katanya bahwa menjadi pemilik Twitter akan bernilai 10 kali lipat dari jumlah yang harus dia keluarkan untuk membeli platform media sosial yang telah dia olok-olok selama berbulan-bulan itu.


 "Saya dan investor lain  saat ini jelas membayar lebih untuk Twitter. Namun, Twitter memiliki potensi jangka panjang yang nilainya jauh lebih besar dari yang dibayarkan," kata Musk pada bulan lalu.

Musk telah menjelaskan beberapa detail konkret tentang rencananya ke depan. Namun, pengamat menganggap apa yang disampaikannya kontradiktif.

Musk  berjanji untuk mencegah  platform miliknya itu menjadi ruang gema untuk kebencian dan perpecahan. Ia juga menegaskan, bahwa ia tidak membeli Twitter untuk menghasilkan lebih banyak uang tetapi untuk mencoba membantu umat manusia.

Ia akan  mempertahankan kebebasan berbicara dari semua jenis, tetapi secara bersamaan ia juga telah mencapai nada yang lebih mendamaikan dengan para pemimpin global yang bertujuan untuk mengendalikan Big Tech, membuat  para aktivis khawatir.

Hanya tiga jam setelah Musk menyatakan itu,  Komisaris Eropa Thierry Breton memberi tanggapan dengan mengatakan, "Di Eropa, burung itu terbang dengan aturan kami."

Di India, regulator juga mengingatkan Musk tentang aturan hukum di negaranya terkait media sosial.

"Aturan dan undang-undang kami untuk perantara tetap sama terlepas dari siapa yang memiliki platform tersebut," kata Rajeev Chandrasekhar, menteri negara bagian untuk elektronik dan teknologi informasi India.

Jason Goldman, mantan anggota dewan Twitter, menegaskan, "selama bertahun-tahun, Twitter telah mengobarkan 'pertempuran canggih' dengan pemerintah untuk melindungi kebebasan berbicara secara online, dan pertempuran ini akan berisiko dengan Musk yang bertanggung jawab (terhadap Twitter)."

Inilah taruhan terbesar Musk.

Padahal, bulan lalu Musk dengan gagah mengatakan, "Membeli Twitter adalah percepatan untuk menciptakan X, aplikasi segalanya."

Ide aplikasi segalanya, juga disebut sebagai aplikasi super, berasal dari Asia dengan perusahaan seperti WeChat, yang memungkinkan pengguna tidak hanya mengirim pesan tetapi juga melakukan pembayaran, berbelanja online, atau memanggil taksi.

Layanan all-in-one menarik bagi pengguna yang memiliki lebih sedikit pilihan di wilayah di mana Google, Facebook, dan lainnya diblokir.

Musk mengatakan kepada investor bahwa dia berencana untuk membangun aplikasi yang dapat membuat pelangganan premium terganggu oleh iklan. Ia juga bertekad Twitter akan memungkinkan pembuat konten menghasilkan uang.

Populer

Abu Janda Cs Jangan Sampai Lolos

Minggu, 10 Mei 2026 | 02:00

Profil Achmad Syahri Assidiqi: Legislator Gerindra 'Gamer' Anak Eks DPR RI

Selasa, 12 Mei 2026 | 20:12

Jangan Biarkan Dua Juri Final LCC Lolos dari Sanksi UU ASN

Kamis, 14 Mei 2026 | 12:43

Wali Murid Sekolah Islam Terpadu di Tangerang Korban Investasi Bodong Lapor Polisi

Minggu, 10 Mei 2026 | 02:13

PSI Ketar-ketir Lawan Jusuf Kalla

Jumat, 08 Mei 2026 | 06:47

Inilah Bupati Sitaro Chyntia Ingrid Kalangit yang Diborgol Kejati

Minggu, 10 Mei 2026 | 01:09

Omongan Amien Rais Dibenarkan Publik selama Tak Dibantah Teddy

Kamis, 07 Mei 2026 | 02:15

UPDATE

Brimob Polda Metro Jaya Bubarkan Balap Liar di Pulogadung

Minggu, 17 Mei 2026 | 14:17

Istana Ungkap Cadangan Beras di Bulog Tembus 5,3 Juta Ton

Minggu, 17 Mei 2026 | 14:04

Kasasi Bisa Perjelas Vonis Banding Luhur Ditambah Beban Uang Pengganti

Minggu, 17 Mei 2026 | 13:45

Putusan MK soal IKN Dianggap Beri Kepastian Hukum

Minggu, 17 Mei 2026 | 13:39

“Suamiku Lukaku” Angkat Luka Perempuan Korban KDRT

Minggu, 17 Mei 2026 | 13:14

Prabowo Minta Pindad Rancang Mobil Presiden Khusus untuk Sapa Rakyat

Minggu, 17 Mei 2026 | 13:14

Penyederhanaan Sistem Partai Tak Harus dengan Threshold Tinggi

Minggu, 17 Mei 2026 | 13:10

Nasabah PNM Denpasar Sukses Ubah Sampah Pantai jadi Cuan

Minggu, 17 Mei 2026 | 12:59

Hukum yang Layu: Saat Keadilan Kehilangan Hati Nurani

Minggu, 17 Mei 2026 | 12:43

Andrianto Andri: Tokoh Sumatera Harus Jadi Cawapres 2029

Minggu, 17 Mei 2026 | 12:11

Selengkapnya