Berita

Ketua Persatuan Wartawan Indonesia (PWI). Atal S Depari/Net

Nusantara

PWI Gelar Seminar Peran Pers terhadap Pemulihan dan Kebangkitan Ekonomi

KAMIS, 27 OKTOBER 2022 | 13:02 WIB | LAPORAN: RAIZA ANDINI

Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) menggelar seminar bertajuk Peran Pers Terhadap Pemulihan dan Kebangkitan Ekonomi Indonesia, di Wisma Antara, Jakarta Pusat, Kamis (27/10).

Pada acara tersebut, sejumlah pakar ekonomi hadir menjadi pembicara, seperti Kepada Badan Pangan RI, Arief Adi Prasetyo yang diwakilkan; Dirut PT. Bank Tabungan Negara, Heru Koesmahargyo yang juga diwakilkan; Direktur Eksekutif Indef, Tauhid Ahmad; dan Dirjen IKP Kominfo RI, Usman Kansong.

Ketua PWI Atal S Depari mengurai, saat ini Indonesia dihadapkan pada ancaman dunia yang sangat serius. Geopolitik pasca pandemik Covid-19 telah memicu berbagai krisis. Dunia diliputi ketidakpastian kondisi hari ini, membuat banyak sektor harus siaga penuh menghadapi keadaan terburuk di masa depan.


"Krisis keuangan, pangan dan energi global, ditambah tekanan inflasi, menjadikan dunia dibayangi resesi yang sangat tajam. Ketidakpastian semakin menganga terutama diakibatkan the perfect storm,” kata Atal.

Atal mengatakan, sejumlah lembaga internasional memproyeksikan pertumbuhan ekonomi dunia berada pada kisaran 2,3-2,9 persen. Proyeksi tersebut mengalami penurunan dibandingkan 2022, pada kisaran 2,8 - 3,2 persen. Indonesia diharapkan untuk waspada terhadap ancaman krisis ekonomi yang melanda dunia ini.

"Dengan kondisi demikian, Indonesia harusnya juga waspada. September lalu, Asian Developement Bank (ABD) memangkas pertumbuhan ekonomi tahu 2023 dari 5,2 persen menjadi 5 persen. Namun demikian, ADB juga memprediksikan Indonesia termasuk ke dalam negara yang akan terhindar resesi,” katanya.

Meskipun kinerja ekspor Indonesia diperkirakan juga akan terpengaruh, lanjut Atal, ADB masih optimis pada perekonomian Indonesia.

"Pemulihan ekonomi Indonesia masih pada jalurnya, stil on the track," tutupnya.

Populer

Dicurigai Ada Peran Mossad di Balik Pengalihan Tahanan Yaqut

Senin, 23 Maret 2026 | 01:38

Kehadiran Anies di Cikeas Jadi Masalah Serius

Jumat, 27 Maret 2026 | 02:08

Mengapa Kapal Pertamina Tidak Bisa Lewat Selat Hormuz?

Sabtu, 28 Maret 2026 | 02:59

SBY Menolak Silaturahmi Lebaran Anies?

Jumat, 27 Maret 2026 | 03:43

Nasib Hendrik, SPPG Ditutup, 150 Karyawan Diberhentikan

Jumat, 27 Maret 2026 | 06:07

KPK Klaim Status Tahanan Rumah Yaqut Sesuai UU

Jumat, 27 Maret 2026 | 12:26

Kubu Jokowi Bergerak Senyap untuk Jatuhkan Prabowo

Rabu, 25 Maret 2026 | 06:15

UPDATE

TNI Gandeng Bulog Hadirkan Program Pangan Murah di Puncak Jaya

Kamis, 02 April 2026 | 03:59

Jadwal KA Ciremai Dipastikan Kembali Normal

Kamis, 02 April 2026 | 03:46

KUR dan Salah Arah Subsidi Negara

Kamis, 02 April 2026 | 03:20

Gugatan Forum Purnawirawan TNI Bertujuan agar Kasus Ijazah Jokowi Rampung

Kamis, 02 April 2026 | 02:55

Umrah Prajurit dan ASN TNI

Kamis, 02 April 2026 | 02:39

Ledakan SPBE Cimuning Turut Porak-Porandakan Pemukiman Warga

Kamis, 02 April 2026 | 02:16

JK: Kalau BBM Murah, Orang akan Pakai Seenaknya

Kamis, 02 April 2026 | 01:59

AS Beri Sinyal Belum Ingin Akhiri Perang dengan Iran

Kamis, 02 April 2026 | 01:37

Wamen Fajar: Model Soal TKA Cocok buat Kebutuhan Masa Depan

Kamis, 02 April 2026 | 01:12

Danantara Didorong Percepat Proyek Hilirisasi dan Waste to Energy

Kamis, 02 April 2026 | 00:54

Selengkapnya