Berita

Ketua Harian Gerindra, Sufmi Dasco Ahmad/RMOL

Politik

Elektabilitas Prabowo Alami Penurunan, Gerindra: Itu Biasa, Kan Belum Kampanye

KAMIS, 27 OKTOBER 2022 | 01:59 WIB | LAPORAN: AGUS DWI

Penurunan elektabilitas Prabowo Subianto, menurut hasil survei terkini Litbang Kompas, tak membuat Partai Gerindra menjadi waswas. Sebab, hal itu dipandang sebagai hasil biasa dalam sebuah survei.

"Survei Litbang Kompas soal elektabilitas Pak Prabowo, menurut saya namanya juga survei fluktuaktif. Kadang naik, kadang turun, itu biasa," ujar Ketua Harian Gerindra, Sufmi Dasco Ahmad, kepada wartawan, Rabu (26/10).

Dasco menuturkan, saat ini Prabowo masih fokus melakukan kerja-kerja di pemerintahan sebagai Menteri Pertahanan. Kemudian menyinggung bakal capres lain yang telah melakukan giat kampanye sehingga berdampak pada angka elektabilitas di survei.


"Kita sama-sama tahu bahwa Pak Prabowo juga belum melakukan kampanye-kampanye, hanya melakukan kerja-kerja sebagai Menteri Pertahanan membantu Pak Presiden," terang Dasco.

"Oleh karena itu di tengah giatnya para calon lain itu melakukan kampanye tentunya itu juga berpengaruh terhadap hasil survei. Dan menurut kami itu sah-sah saja," lanjutnya.

Wakil Ketua DPR ini menilai masih ada waktu untuk mengerek elektabilitas Prabowo sebelum Pemilu 2024 digelar.

"Ya pemilu masih ada waktu dan nanti kita akan lihat bagaimana akhirnya elektabilitas siapa yang paling tinggi," terangnya.

Menurut Dasco, tingkat elektabilitas yang direkam oleh para lembaga survei menjadi bahan evaluasi bagi Gerindra. Dia menjadikan hal itu sebagai bahan persiapan kampanye Prabowo sebagai capres di 2024.

"Bagi Gerindra ini merupakan juga bahan evaluasi yang akan kita pelajari dan juga untuk menjadi bahan kami mempersiapkan kampanye bagi Pak Prabowo," tutup dia.

Populer

KPK Harus Jemput Paksa Bos Rokok HS M Suryo

Minggu, 05 April 2026 | 09:04

Kapolri Diminta Turun Tangan terkait Kasus Temuan Senpi di Bekasi

Sabtu, 04 April 2026 | 02:17

Permohonan Pengosongan Rumah Anak Zulhas Diajukan ke PN Jaktim

Rabu, 01 April 2026 | 18:05

Oknum Guru Diduga Tilep Rp1,1 Miliar dengan Modus Tukar Uang Lebaran

Sabtu, 04 April 2026 | 02:23

Seminar Petisi Ahli Diramaikan Pensiunan Jenderal hingga Akademisi Hukum

Selasa, 07 April 2026 | 05:19

4.661 PPPK di Pemkab Jepara Terancam PHK

Senin, 06 April 2026 | 05:31

KPK Panggil Boediono dalam Kasus Suap Pajak KPP Madya Jakarta Utara

Selasa, 07 April 2026 | 12:34

UPDATE

IJTI: Buku Saku 0 Persen Rujukan Penting Pers dan Publik

Sabtu, 11 April 2026 | 18:18

Prabowo Minta Maaf Belum Bawa Pencak Silat ke Olimpiade

Sabtu, 11 April 2026 | 17:50

Aktivis Tegas Lawan Pengkhianat Konstitusi

Sabtu, 11 April 2026 | 17:27

OTT KPK Tangkap 18 Orang, Bupati Tulungagung Digulung

Sabtu, 11 April 2026 | 16:19

Ingatkan JK, Banggar DPR: Kenaikan Harga BBM Bisa Turunkan Daya Beli Masyarakat

Sabtu, 11 April 2026 | 16:14

Wamen Ossy: Satgas PKH Wujud Penyelamatan Kekayaan Negara

Sabtu, 11 April 2026 | 15:54

Jawab Tren, TV Estetik dengan Teknologi Flagship Diluncurkan

Sabtu, 11 April 2026 | 15:21

KNPI Soroti Gerakan Pemakzulan: Sebut Capaian Pemerintahan Prabowo Sangat Nyata

Sabtu, 11 April 2026 | 14:54

Setelah 34 Tahun, Prabowo Pamit dari Kursi Ketum IPSI di Munas XVI

Sabtu, 11 April 2026 | 14:47

Hadiri Munas IPSI, Prabowo Ungkap Jejak Keluarga dalam Dunia Pencak Silat

Sabtu, 11 April 2026 | 14:28

Selengkapnya