Berita

Bendahara Fraksi PKS DPRD Sumut, Hendro Susanto/RMOLSumut

Politik

Kasus Gagal Ginjal Akut Terus Bertambah, Fraksi PKS DPRD Sumut Minta Masyarakat Lebih Peduli Kesehatan Anak

RABU, 26 OKTOBER 2022 | 04:26 WIB | LAPORAN: AGUS DWI

Fenomena kasus gangguan ginjal akut pada anak (GGAPA) memunculkan keprihatinan dari Fraksi PKS DPRD Sumatera Utara.

Fraksi PKS meminta kasus GGAPA ini ditangani secara komprehensif oleh pemerintah dengan menggandeng seluruh pemangku kepentingan lainnya, untuk mencegah dan memberi perawatan terhadap pasien GGAPA.

“Kita mendesak agar Gubernur Sumatera Utara membuat surat kewaspadaan penyakit GGAPA ke pemkab/pemko se-Sumatera Utara, mensetop edaran obat sirup sebagaimana imbauan Kemenkes, hingga melakukan operasi market ke apotek, toko obat dan lainnya,” kata Bendahara Fraksi PKS DPRD Sumut, Hendro Susanto, Selasa (25/10).


Di sisi lain, Hendro juga meminta pemerintah kabupaten/kota harus mengintensifkan peran dari puskesmas dalam penanganan kasus ini. Keberadaan Puskesmas harus menjadi garda terdepan dalam mendeteksi kemungkinan adanya pasien anak yang mengalami gangguan ginjal akut tersebut.

“Puskesmas punya peran strategis dalam sektor hulu ke masyarakat yakni sadar kesehatan bersama dinkes kabupaten/kota di Sumut. Kita juga minta Dinkes Sumut buat tim yang turun ke 33 kab/kota se sumut, sebagai bentuk mitigasi,” paparnya.

Kemudian Hendro juga mengingatkan bahwa kasus ini menjadi momentum penting bagi setiap orang tua untuk lebih tanggap terhadap keluhan kesehatan anak. Selain melakukan berbagai upaya untuk mencegah dan perawatan pasien GGAPA, peristiwa ini juga mengingatkan agar para orang tua lebih tanggap terhadap kondisi kesehatan anak.

“Mari para orang tua tingkatkan kewaspadaan terhadap kesehatan anak. Data dari 14 kasus mengakibatkan 9 meninggal, ini menunjukkan jika persentase kematian dalam kasus ini begitu tinggi. Hal ini sangat menyedihkan,” pungkasnya.

Populer

KPK Harus Jemput Paksa Bos Rokok HS M Suryo

Minggu, 05 April 2026 | 09:04

Kapolri Diminta Turun Tangan terkait Kasus Temuan Senpi di Bekasi

Sabtu, 04 April 2026 | 02:17

Permohonan Pengosongan Rumah Anak Zulhas Diajukan ke PN Jaktim

Rabu, 01 April 2026 | 18:05

Oknum Guru Diduga Tilep Rp1,1 Miliar dengan Modus Tukar Uang Lebaran

Sabtu, 04 April 2026 | 02:23

Seminar Petisi Ahli Diramaikan Pensiunan Jenderal hingga Akademisi Hukum

Selasa, 07 April 2026 | 05:19

4.661 PPPK di Pemkab Jepara Terancam PHK

Senin, 06 April 2026 | 05:31

KPK Panggil Boediono dalam Kasus Suap Pajak KPP Madya Jakarta Utara

Selasa, 07 April 2026 | 12:34

UPDATE

IJTI: Buku Saku 0 Persen Rujukan Penting Pers dan Publik

Sabtu, 11 April 2026 | 18:18

Prabowo Minta Maaf Belum Bawa Pencak Silat ke Olimpiade

Sabtu, 11 April 2026 | 17:50

Aktivis Tegas Lawan Pengkhianat Konstitusi

Sabtu, 11 April 2026 | 17:27

OTT KPK Tangkap 18 Orang, Bupati Tulungagung Digulung

Sabtu, 11 April 2026 | 16:19

Ingatkan JK, Banggar DPR: Kenaikan Harga BBM Bisa Turunkan Daya Beli Masyarakat

Sabtu, 11 April 2026 | 16:14

Wamen Ossy: Satgas PKH Wujud Penyelamatan Kekayaan Negara

Sabtu, 11 April 2026 | 15:54

Jawab Tren, TV Estetik dengan Teknologi Flagship Diluncurkan

Sabtu, 11 April 2026 | 15:21

KNPI Soroti Gerakan Pemakzulan: Sebut Capaian Pemerintahan Prabowo Sangat Nyata

Sabtu, 11 April 2026 | 14:54

Setelah 34 Tahun, Prabowo Pamit dari Kursi Ketum IPSI di Munas XVI

Sabtu, 11 April 2026 | 14:47

Hadiri Munas IPSI, Prabowo Ungkap Jejak Keluarga dalam Dunia Pencak Silat

Sabtu, 11 April 2026 | 14:28

Selengkapnya