Aparat kepolisian melakukan penyisiran ke apotek untuk memastikan obat sirup yang dilarang pemerintah tidak beredar di masyarakat/RMOLBengkulu
Aparat kepolisian melakukan penyisiran ke apotek untuk memastikan obat sirup yang dilarang pemerintah tidak beredar di masyarakat/RMOLBengkulu
Wakil Direktur Tindak Pidana Narkoba (Wadir Tipid Narkoba) Bareskrim Polri Kombes Jayadi mengatakan bahwa, dengan demikian pihaknya meminta agar tidak lagi melakukan penegakan hukum terhadap apotek seluruh Indonesia. Sebab, tindakan terhadap apotek itu dinilai tidak tepat.
"Yang harus kita telusuri adalah siapa produsennya yang kemudian memproduksi obat-obat yang diduga mengandung EG maupun DEG, yang kemudian menyebabkan gagal ginjal, itu fokusnya. Ibaratnya gini, yang memproduksi sebuah produk kemudian produknya enggak benar, ada izin edarnya, apotek menjual, toko obat menjual, masa toko obatnya yang harus dimintai pertanggungjawabannya, kira-kira gitu,†beber Jayadi kepada wartawan di Jakarta, Selasa (25/10).
Populer
Jumat, 30 Januari 2026 | 02:25
Senin, 02 Februari 2026 | 13:47
Jumat, 06 Februari 2026 | 03:49
Kamis, 05 Februari 2026 | 08:34
Kamis, 05 Februari 2026 | 16:40
Jumat, 30 Januari 2026 | 16:50
Jumat, 30 Januari 2026 | 00:41
UPDATE
Senin, 09 Februari 2026 | 02:01
Senin, 09 Februari 2026 | 01:29
Senin, 09 Februari 2026 | 01:11
Senin, 09 Februari 2026 | 01:01
Senin, 09 Februari 2026 | 00:35
Senin, 09 Februari 2026 | 00:32
Senin, 09 Februari 2026 | 00:09
Minggu, 08 Februari 2026 | 23:27
Minggu, 08 Februari 2026 | 23:22
Minggu, 08 Februari 2026 | 23:05