Berita

Lokot Nasution saat peresmian Democratic Cafe di Kantor DPD Partai Demokrat Sumatera Utara/RMOLSumut

Politik

DPD Demokrat Sumut Minta Pemprov Serius Tangani Kasus Gagal Ginjal Akut

SELASA, 25 OKTOBER 2022 | 04:15 WIB | LAPORAN: AGUS DWI

Pemerintah Provinsi Sumatera Utara harus serius dalam menangani kasus gagal ginjal akut anak, termasuk menangani persoalan 102 obat berbentuk sirup yang disinyalir sebagai penyebabnya.

Desakan ini disampaikann Ketua DPD Demokrat Sumut, Lokot Nasution, dalam diskusi sekaligus peresmian Democratic Cafe, di Lingkungan Kantor DPD Partai Demokrat Sumut, Jalan Sudirman, Medan, Senin (24/10).

"Kita meminta pemerintah di seluruh tingkatan, mulai dari Presiden, Gubernur, Walikota dan Bupati, untuk serius dalam menangani hal ini. Ini bicara hidup mati manusia. Kalau memang ada salah, harus akui kesalahan itu, jangan ditutupi dan harus diperbaiki," ucap Lokot, didampingi Sekretaris DPD Partai Demokrat Sumut, Yudha Johansyah, dan Kepala Bakomstra Chairil Huda.


Di sisi lain, Lokot menyoroti kinerja Balai Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) yang dinilai sangat lemah dalam melakukan pengawasan hingga kasus ini sempat merebak. Menurutnya, peran BPOM harus dimaksimalkan karena pengawasan mereka berkaitan langsung dengan kepentingan hajat hidup orang banyak.

"Pengawasan BPOM saya rasa juga kurang efektif, jadi ini bisa melibatkan pihak lain, misal melibatkan sivitas akademika," tegasnya, dikutip Kantor Berita RMOLSumut.

Secara khusus bagi Partai Demokrat, sambung Lokot, Ketum Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) telah menginstruksikan agar Fraksi Demokrat di DPR RI juga memberikan perhatian dan membahas hal-hal strategis terkait penanggulangan kasus ini.

“Hal yang sama kita dorong di DPRD Sumatera Utara. Karena kita juga mempunyai kader di legislatif. Kita mendorong Fraksi Demokrat di provinsi maupun kabupaten/kota untuk terlibat aktif di daerah masing masing mengenai persoalan ini, karena ini menyangkut hajat hidup orang banyak," pungkasnya.


Populer

KPK Harus Jemput Paksa Bos Rokok HS M Suryo

Minggu, 05 April 2026 | 09:04

Kapolri Diminta Turun Tangan terkait Kasus Temuan Senpi di Bekasi

Sabtu, 04 April 2026 | 02:17

Permohonan Pengosongan Rumah Anak Zulhas Diajukan ke PN Jaktim

Rabu, 01 April 2026 | 18:05

Oknum Guru Diduga Tilep Rp1,1 Miliar dengan Modus Tukar Uang Lebaran

Sabtu, 04 April 2026 | 02:23

Seminar Petisi Ahli Diramaikan Pensiunan Jenderal hingga Akademisi Hukum

Selasa, 07 April 2026 | 05:19

4.661 PPPK di Pemkab Jepara Terancam PHK

Senin, 06 April 2026 | 05:31

KPK Panggil Boediono dalam Kasus Suap Pajak KPP Madya Jakarta Utara

Selasa, 07 April 2026 | 12:34

UPDATE

IJTI: Buku Saku 0 Persen Rujukan Penting Pers dan Publik

Sabtu, 11 April 2026 | 18:18

Prabowo Minta Maaf Belum Bawa Pencak Silat ke Olimpiade

Sabtu, 11 April 2026 | 17:50

Aktivis Tegas Lawan Pengkhianat Konstitusi

Sabtu, 11 April 2026 | 17:27

OTT KPK Tangkap 18 Orang, Bupati Tulungagung Digulung

Sabtu, 11 April 2026 | 16:19

Ingatkan JK, Banggar DPR: Kenaikan Harga BBM Bisa Turunkan Daya Beli Masyarakat

Sabtu, 11 April 2026 | 16:14

Wamen Ossy: Satgas PKH Wujud Penyelamatan Kekayaan Negara

Sabtu, 11 April 2026 | 15:54

Jawab Tren, TV Estetik dengan Teknologi Flagship Diluncurkan

Sabtu, 11 April 2026 | 15:21

KNPI Soroti Gerakan Pemakzulan: Sebut Capaian Pemerintahan Prabowo Sangat Nyata

Sabtu, 11 April 2026 | 14:54

Setelah 34 Tahun, Prabowo Pamit dari Kursi Ketum IPSI di Munas XVI

Sabtu, 11 April 2026 | 14:47

Hadiri Munas IPSI, Prabowo Ungkap Jejak Keluarga dalam Dunia Pencak Silat

Sabtu, 11 April 2026 | 14:28

Selengkapnya