Berita

Perdana Menteri Jepang Fumio Kishida berjabat tangan dengan PM Australia Anthony Albanese setelah melakukan penandatanganan kesepakatan keamanan di Perth, Australia/Net

Dunia

Jepang dan Australia Perkuat Kerjasama Militer Lawan China di Asia Pasifik

MINGGU, 23 OKTOBER 2022 | 06:58 WIB | LAPORAN: ALIFIA DWI RAMANDHITA

  Australia dan Jepang telah menandatangani kesepakatan keamanan dan memperdalam kerjasama militernya, yang bertujuan untuk melawan ancaman kehadiran militer China yang berkembang di kawasan Asia Pasifik.

Seperti dimuat Al Jazeera pada Sabtu (22/10), perjanjian tersebut ditandatangani di Perth, Australia saat Perdana Menteri Jepang Fumio Kishida bertemu dengan PM Australia Anthony Albanese.

“Deklarasi penting ini mengirimkan sinyal kuat ke wilayah keselarasan strategis kami," kata Albanese sembari memuji kesepakatan ini.


Berdasarkan perjanjian tersebut, kedua negara sepakat akan menggelar latihan militer bersama di Australia utara. Selain itu, mereka juga akan melakukan pertukaran intelijen antar kedua negara. Perjanjian ini dianggap akan berfungsi sebagai kompas untuk kerja sama keamanan pada tahun-tahun mendatang.

Di samping itu, Kishida juga telah menyambut baik kesepakatan ini, dengan mengatakan kedua negara telah bekerja untuk mencapai Indo-Pasifik yang bebas dan terbuka di bawah lingkungan strategis yang semakin keras.

“Melalui pengalaman ini, ikatan yang mengikat Jepang dan Australia menjadi lebih kuat.  Dan kedua negara kita telah menjadi pilar utama kerja sama di antara negara-negara yang berpikiran sama,” ujar Kishida.

Orang nomor satu di Jepang itu mengatakan bahwa dirinya memutuskan untuk memeriksa semua opsi yang diperlukan untuk pertahanan nasional, termasuk kemampuan serangan balik. Kishida akan memastikan peningkatan substansial pada anggaran pertahanan Jepang untuk mencapai tujuan itu.

"Saya menyatakan tekad saya bahwa semua opsi yang diperlukan untuk pertahanan negara kami, termasuk yang disebut kemampuan serangan balik, akan dipertimbangkan. Kemampuan pertahanan Jepang juga akan diperkuat secara fundamental dalam lima tahun ke depan, tentunya didukung oleh Anthony," lanjutnya.

Jepang belakangan ini tengah merasa terancam, setelah rudal Korea Utara diluncurkan di atas wilayahnya di Negeri Sakura. Sementara itu, China dikabarkan juga sedang membangun angkatan laut terbesar di dunia dan berusaha untuk menguasai Indo-Pasifik.

Untuk itu Canberra dan Tokyo saat ini sedang memfokuskan peningkatan hubungan keamanan mereka sebagai tanggapan atas kekuatan militer China yang tengah berkembang di wilayah tersebut yang semakin memodernisasi persenjataan mereka.

Populer

Keputusan Bisnis Dipidanakan, Nicko Widjaja Tulis Surat dari Rumah Tahanan

Jumat, 22 Mei 2026 | 17:34

Jangan Biarkan Dua Juri Final LCC Lolos dari Sanksi UU ASN

Kamis, 14 Mei 2026 | 12:43

Tetangga Sudah Mendahului, Indonesia Masih Berpidato

Jumat, 15 Mei 2026 | 05:30

Jokowi Boleh Keliling Indonesia Asal Tunjukkan Ijazah Asli

Rabu, 20 Mei 2026 | 01:33

Cegah Kabur, Segera Eksekusi Razman Nasution!

Kamis, 21 Mei 2026 | 05:04

Tuntutan Seret Jokowi ke Pengadilan terkait Kasus Nadiem Mengemuka

Jumat, 15 Mei 2026 | 00:02

Bebaskan Nadiem, Lalu Adili Jokowi

Senin, 18 Mei 2026 | 02:46

UPDATE

Polisi seperti Tidak Mampu Tangani Begal

Minggu, 24 Mei 2026 | 06:05

Klub Milik Kaesang Turun Kasta

Minggu, 24 Mei 2026 | 05:27

Hormati Ritual Haji, Trump Tunda Serang Iran

Minggu, 24 Mei 2026 | 05:14

Jokowi Tak Pernah Diperiksa APH Meski Namanya Sering Disebut Pejabat Korupsi

Minggu, 24 Mei 2026 | 05:11

Kritikan Anies ke Prabowo Bagai Oase

Minggu, 24 Mei 2026 | 04:26

Terkecuali Amerika

Minggu, 24 Mei 2026 | 04:14

Amien Rais: Jokowi Lapar dan Haus Kekuasaan

Minggu, 24 Mei 2026 | 04:03

Wamen ESDM Minta PLN Percepat Pemulihan Listrik Pascablackout di Sumatera

Minggu, 24 Mei 2026 | 03:38

Publik Diajak Peduli Alam dan Satwa Lewat Kompetisi IAPVC 2026

Minggu, 24 Mei 2026 | 03:32

Modus Aseng "Menaklukan" Aparat agar Tambang Ilegal Tak Tersentuh Hukum

Minggu, 24 Mei 2026 | 03:01

Selengkapnya