Berita

Koalisi Indonesia Bersatu (KIB)/Net

Politik

Untuk Jaga Wibawa, KIB Harus Pede Usung Ketum Parpol Sendiri jadi Capres

MINGGU, 16 OKTOBER 2022 | 15:15 WIB | LAPORAN: JAMALUDIN AKMAL

Koalisi Indonesia Bersatu (KIB) mesti sadar bahwa mengusung Ketua Umum (Ketum) partai politik (parpol) sendiri yang tergabung di KIB harus diutamakan daripada kader parpol lainnya.

Hal itu disampaikan oleh Direktur Pusat Riset Politik, Hukum dan Kebijakan Indonesia (PRPHKI), Saiful Anam menanggapi munculnya dukungan akar rumput parpol yang tergabung dalam KIB, yakni Partai Golkar, PPP, dan PAN yang mendukung Ganjar Pranowo dan Anies Baswedan untuk maju di Pilpres 2024.

"Saya kira KIB mestinya sadar bahwa kader parpol sendiri harus diutamakan daripada kader parpol lain," ujar Saiful kepada Kantor Berita Politik RMOL, Minggu (16/10).


Saiful menilai, demi wibawa parpol yang tergabung KIB, harus mampu dan percaya diri dengan kader parpol yang akan diusung sebagai calon presiden (capres) di Pilpres 2024.

"Kalau kemudian akar rumput banyak yang deklarasi kader non parpol bahkan kader parpol lain, maka sesungguhnya salah satu bentuk kegagalan parpol tersebut dalam membina kader parpol sendiri," kata Saiful.

Padahal kata akademisi Universitas Sahid Jakarta ini, KIB sendiri tidak kekurangan stok tokoh-tokoh parpol yang mampu dan dapat diusung sebagai capres ataupun calon wakil presiden (cawapres).

Bahkan, KIB dianggap mengalami kemunduran apabila justru mengusung kader parpol lain untuk dimajukan bertarung di Pilpres 2024 mendatang.

"Sebaiknya saya kira perlu dipertimbangkan untuk mengusung ketum partai sendiri daripada mengusung kader partai lain. Kalau mau objektif jangan maulah mengusung kader partai lain, kecuali Ketua-ketua parpolnya sudah masuk angin atau merupakan representasi dari kader partai lain," pungkas Saiful.


Populer

Menko Yusril: Mundur dari Jabatan, Tak Gugurkan Tanggung Jawab Hukum Mashudi

Jumat, 02 Oktober 2026 | 19:13

Firli Bahuri Sandang Gelar Doktor Hukum, Raih Gelar Summa Cumlaude

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 16:33

KPK Dalami Dugaan Aliran Rp3,5 Miliar ke Eks Ketum HIPMI

Minggu, 27 September 2026 | 11:44

Legislator PAN Minta Menteri Imipas Tangguhkan Pengunduran Diri Dirjenpas Mashudi

Jumat, 02 Oktober 2026 | 17:36

Gaji 26 Wantimpres Prabowo Tembus Rp1,9 Miliar Tiap Bulan, Belum Termasuk Fasilitas

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 19:06

Jenderal Dedi Langsung Tancap Gas Siapkan Struktur Organisasi BRAN

Jumat, 02 Oktober 2026 | 01:43

DPRD DKI Bakal Panggil Dishub Buntut Tarif Valet Tembus Rp250 Ribu

Minggu, 27 September 2026 | 14:20

UPDATE

Penyerahan Aset Hasil Kejahatan ke Negara jadi Benchmark Baru Penegakan Hukum

Rabu, 07 Oktober 2026 | 22:12

Polda Kalteng Berjibaku Lakukan Pembasahan di Area Titik Panas

Rabu, 07 Oktober 2026 | 21:59

Mazhab Tebet dan Pokok-pokok Pikiran Ekonomi Heterodoks

Rabu, 07 Oktober 2026 | 21:51

Peringati Hari Tani, PalmCo Dorong Kemandirian KUD Melalui Tata Kelola Sawit Berkelanjutan

Rabu, 07 Oktober 2026 | 21:44

Melihat Sahara dari Denyut Pembangunan

Rabu, 07 Oktober 2026 | 21:27

3.474 Napi Pindah ke Nusakambangan, 115 dari Rutan Depok

Rabu, 07 Oktober 2026 | 21:04

Bos Danantara Ungkap Hilirisasi Dongkrak Ekspor Nikel RI 10 Kali Lipat

Rabu, 07 Oktober 2026 | 20:55

KPK Geledah Dinkes Pemkot Madiun, Sita Dokumen hingga Uang Tunai

Rabu, 07 Oktober 2026 | 20:32

Titiek Soeharto Diminta Turun Gunung Pimpin FKPPI

Rabu, 07 Oktober 2026 | 20:25

RUU Migas dan BUK Migas Harus Menyalakan Kembali Mesin Eksplorasi Indonesia

Rabu, 07 Oktober 2026 | 20:01

Selengkapnya