Berita

Presiden keenam RI Susilo Bambang Yudhoyono (SBY)/Net

Politik

SBY: Dunia Bisa Alami “Triple Crises”, Perang, Resesi, dan Pemanasan Global

SELASA, 11 OKTOBER 2022 | 11:47 WIB | LAPORAN: JAMALUDIN AKMAL

Dua kabar buruk disampaikan Presiden keenam RI Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) lewat akun Twitter pribadinya pada pagi ini, Selasa (11/10). Kedua kabar buruk itu adalah tentang resesi ekonomi global dan perang di Ukraina yang semakin membahayakan keamanan internasional.

Dalam mengamati kedua kasus tersebut, SBY meminta masyarakat untuk menyimak pernyataan IMF dan Bank Dunia soal resesi, serta perkembangan teranyar di Ukraina.

“Resesi ekonomi global pasti makin memukul kehidupan semua bangsa, yang saat ini sudah dalam keadaan susah. Jika perang di Ukraina makin “liar” & tidak terkendali, terjadinya perang dunia disertai penggunaan senjata nuklir bisa menjadi kenyataan,” ujarnya dengan tanda *SBY* di akhir kalimat, tanda kicauan itu ditulis sendiri.


Ketua Majelis Tinggi Partai Demokrat ini menerangkan, jika krisis ekonomi global terjadi, maka akan disertai dampak buruk “cost of living crisis”. Sementara perang besar yang terjadi di Eropa dengan melibatkan Barat, dalam hal ini Amerika Serikat dan sekutu melawan Rusia dan sekutu, dikhawatirkan akan menyebabkan depresi besar atau (great depression) seperti sebelum Perang Dunia II.

Situasi dunia, sambungnya, akan makin runyam jika geopolitik di Asia Timur yang sudah panas akhirnya menjadi konflik militer terbuka China melawan Taiwan dan pendukungnya, yang di dalamnya ada Amerika Serikat.

“Ingat, Perang Dunia II dulu, mandala besarnya ada di Eropa dan Asia. Haruskah kita biarkan terjadi lagi?” sambungnya.

Jika keadaan makin tidak terkendali, artinya goncangan ekonomi dan keamanan global semakin kacau, sementara pandemi Covid-19 masih ada, maka misi penyelamatan bumi dari pemanasan global akan gagal. Ini lantaran dunia tidak lagi peduli dan bukan prioritas

“Dunia bisa alami ‘triple crises’. Keamanan, ekonomi, dan lingkungan,” tegasnya.

Atas dasar uraian tersebut, SBY meminta para pemimpin dunia, termasuk PBB bertindak secara nyata untuk menyelamatkan dunia.

“Inaction is immoral. Gunakan Forum G-20 di Bali ‘to save our world, to save our planet’. Turunkan ego masing-masing. Negosiasi dan perundingan adalah jawaban,” tutupnya.

Populer

Usai Rumah Digeledah, Noor Aflah Diperiksa KPK

Senin, 20 April 2026 | 14:11

China Peringatkan RI Tak Rusak Stabilitas Regional

Sabtu, 18 April 2026 | 02:00

Jaksa Watch Lapor KPK, Ada Dugaan Penyalahgunaan Aset Sitaan Korupsi

Jumat, 17 April 2026 | 17:46

Pengamat Endus Isu Pemakzulan Presiden Didesain Wapres

Kamis, 16 April 2026 | 00:32

Kekesalan JK Dipicu Sikap Gibran dan Serangan Termul

Senin, 20 April 2026 | 12:50

Eksepsi Mardiono terkait Gugatan Muktamar PPP Ditolak PN Jakpus

Kamis, 16 April 2026 | 18:10

Camat hingga Dirut PDAM Kota Madiun Digarap KPK

Kamis, 16 April 2026 | 13:50

UPDATE

Wacana Pileg 2029 Seperti Liga Sepak Bola Mencuat, Partai Baru Tarkam Dulu

Sabtu, 25 April 2026 | 01:54

Bahlil Bungkam soal Isu CPO dan Kenaikan Harga Minyakita

Sabtu, 25 April 2026 | 01:31

Yuddy Chrisnandi Ajak FDI Bangun Dapur MBG di Daerah Tertinggal

Sabtu, 25 April 2026 | 01:08

Optimalisasi Selat Malaka Harus Lewat Infrastruktur Maritim, Bukan Pungut Pajak

Sabtu, 25 April 2026 | 00:51

Kejari Jakbar Fasilitasi Isbat Nikah Massal bagi 26 Pasutri

Sabtu, 25 April 2026 | 00:30

Kemampuan Diplomasi Energi Bahlil Sering Diolok-olok Netizen

Sabtu, 25 April 2026 | 00:09

Kinerja Bareskrim Dinilai Makin Tajam Usai Bongkar Kasus Strategis

Jumat, 24 April 2026 | 23:58

Ketegasan dalam Peradilan Militer Menyangkut Keamanan Negara

Jumat, 24 April 2026 | 23:33

Kebijakan Bahlil Dicap Auto Pilot dan Sering Bahayakan Rakyat

Jumat, 24 April 2026 | 23:09

KPK Diminta Sita Aset Kalla Group Jika Gagal Bayar Proyek PLTA Poso

Jumat, 24 April 2026 | 22:48

Selengkapnya