Wakil Ketua Umum PAN, Viva Yoga Mauladi/Net
Pertemuan antara Ketua Umum Partai Golkar Airlangga Hartarto dan Ketua DPP PDI Perjuangan Puan Maharani mau tidak mau menjadi perhatian partai politik lainnya. Sambutan positif muncul dari parpol anggota Koalisi Indonesia Bersatu (KIB) di mana Golkar berada di dalamnya bersama Partai Amanat Nasional (PAN) dan Partai Persatuan Pembangunan (PPP).
Wakil Ketua Umum PAN, Viva Yoga Mauladi, menyampaikan apresiasinya terhadap Puan yang melakukan silaturahmi dengan Airlangga melalui cara jalan sehat di Monas.
Menurutnya, hal itu akan mempererat hubungan antara PDIP dan Golkar yang akan berpengaruh terhadap KIB. Viva juga memastikan, meski Airlangga menemui Puan, hal itu tidak menggoyangkan kesolidan KIB.
"KIB masih dan tetap solid. Tidak ada yang meninggalkan dan ditinggalkan. Jika ada perubahan koalisi di KIB, bukan untuk mengurangi anggota, tetapi bertambah jumah anggota koalisi," tegas Viva kepada wartawan, Senin (10/10).
Viva mengaku telah mengkalkulasi bahwa KIB memenuhi persyaratan presidential threshold 20 persen dengan tiga parpol yang menggawanginya tersebut. Sedangkan PDIP tanpa koalisi pun bisa mencalonkan capres-cawapres.
"Tentu lebih bebas dalam menentukan tambahan koalisi untuk memperbesar basis konstituen di Pilpres 2024. Begitu juga KIB sudah dapat memenuhi persyaratan presidential threshold 20 persen sesuai dengan pasal 222 Undang-undang Nomor 7 tahun 2017 tentang Pemilu," ujarnya.
Pernyataan itu menyiratkan bahwa Viva sedang berkompromi dengan KIB yang sudah solid dan memenuhi syarat PT 20 persen, sehingga tidak perlu menambahkan anggota baru lagi.
Namun, Viva mengatakan situasi politik saat ini masih cair dan dinamis, sehingga seluruh partai politik masih membuka peluang untuk berkoalisi menuju 2024.
"Proses komunikasi masih akan terus berlanjut. PDIP dan KIB akan terus menjalin komunikasi secara intensif untuk ke depannya dalam merumuskan peluang koalisi," demikian Viva.