Berita

Tim kuasa hukum Gubernur Papua Lukas Enembe memberikan keterangan kepada awak media/RMOL

Hukum

Menolak jadi Saksi, Alasan Anak dan Istri Lukas Enembe Mangkir dari Panggilan KPK

SENIN, 10 OKTOBER 2022 | 12:55 WIB | LAPORAN: JAMALUDIN AKMAL

Ketidakhadiran istri dan anak Gubernur Papua Lukas Enembe dari panggilan tim penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), bukan tanpa latar belakang atau alasan. Mereka menolak menjadi saksi dalam kasus dugaan suap dan gratifikasi terkait pekerjaan atau proyek yang bersumber dari APBD Provinsi Papua.

Hal itu disampaikan oleh tim kuasa hukum Lukas saat hadir di Gedung Merah Putih KPK, Jalan Kuningan Persada Kav 4, Setiabudi, Jakarta Selatan, Senin siang (10/10).

Salah satu tim kuasa hukum Lukas, Petrus Bala Pattyona mengatakan, kedatangannya ke Gedung Merah Putih KPK untuk menyampaikan surat bahwa Astract Bona Timoramo Enembe dan Yulce Wenda selaku anak dan istri tersangka Lukas menggunakan haknya untuk menolak memberikan keterangan sebagai saksi untuk tersangka Lukas.


"Dasar penolakan adalah diatur dalam Pasal 35 UU Tipikor dan Pasal 168 Ayat 2 KUHAP yang intinya bahwa seseorang yang mempunyai hubungan, baik sebagai anak, istri, suami, kakek, nenek, orang tua, atasan, bawahan, berhak menolak untuk memberikan keterangan di tingkat penyidikan dan pengadilan," ujar Petrus kepada wartawan, Senin siang (10/10).

Jika kembali dipanggil sebagai saksi untuk kedua kalinya, kata Petrus, dirinya tidak bisa memastikan apakah istri dan anak tersangka Lukas akan hadir atau tidak. Akan tetapi, pihaknya menyatakan tetap menolak bersaksi.

"Kita menunggu, kalau ada panggilan kedua, toh jawaban kami kan tetap menolak. Jadi kami baru dari Papua kemarin. Ini bukan pendapat kami, setelah berdiskusi dengan ibu Lukas Enembe dan anaknya Bona, mereka secara tegas menyatakan menggunakan hak-hak konstitusional," pungkasnya.

Sebelumnya, anak dan istri tersangka Lukas dipanggil untuk hadir di Gedung Merah Putih KPK pada Rabu lalu (5/10). Akan tetapi, mereka mangkir dari panggilan tim penyidik tanpa adanya keterangan.

"Informasi yang kami terima, para saksi tersebut tidak hadir tanpa ada konfirmasi apapun pada tim penyidik," ujar Jurubicara Bidang Penindakan dan Kelembagaan KPK, Ali Fikri kepada wartawan, Kamis (6/10).

Untuk itu, KPK mengimbau kepada semua pihak yang dipanggil sebagai saksi dalam perkara ini untuk kooperatif hadir pada jadwal berikutnya.

"Kami juga mengingatkan kepada siapapun dilarang undang-undang untuk mempengaruhi setiap saksi agar tidak hadir memenuhi panggilan penegak hukum. Karena hal tersebut tentu ada sanksi hukumnya," pungkas Ali.

Populer

Keluarga Eks Pangkostrad Kemal Idris Akhirnya Raih Keadilan

Senin, 10 Agustus 2026 | 23:00

PIK-2 dan Ancaman Kedaulatan Negara

Rabu, 19 Agustus 2026 | 04:42

Satlap Tri Cakti Diduga Hadang Polisi di Belitung, IPW Desak Ada Tindak lanjut

Senin, 17 Agustus 2026 | 14:30

Febrie Bisa Diamuk Koruptor Lain Jika Ditahan di Rutan Kejaksaan

Selasa, 11 Agustus 2026 | 11:18

Mendadak Berubah, Jaksa Agung Lantik Saiful Bahri jadi Dirdik Jampidsus

Selasa, 11 Agustus 2026 | 20:21

Rismon Sianipar Bisa Menangkan Sayembara Rp100 Juta dari Denny Indrayana

Rabu, 12 Agustus 2026 | 05:19

Jokowi Masih Berperilaku seperti Penguasa RI

Senin, 10 Agustus 2026 | 03:00

UPDATE

Peluang Emas Kuliah Gratis Pendaftaran Beasiswa Unggulan 2026 Resmi Dibuka

Kamis, 20 Agustus 2026 | 14:21

Di Posko Pengungsian, Gibran Pastikan Kebutuhan Anak-Anak Terpenuhi

Kamis, 20 Agustus 2026 | 14:21

Prioritaskan Guru PPPK Wilayah 3T Jadi PNS

Kamis, 20 Agustus 2026 | 14:19

Utang AS Terus Membengkak, Tekanan Fiskal Makin Besar

Kamis, 20 Agustus 2026 | 14:16

Jangan Sampai Utang Gerogoti Ruang Fiskal

Kamis, 20 Agustus 2026 | 14:07

Purbaya Siapkan Rp31 Triliun untuk Pengalihan PPPK ke Pusat

Kamis, 20 Agustus 2026 | 14:05

Emas “di Bawah Bantal” Warga RI Capai 1.800 Ton, Nilainya Diprediksi Tembus Rp4.400 Triliun

Kamis, 20 Agustus 2026 | 14:01

Tak Benar Febrie Minta Emas 74 Kg hingga Uang Dikembalikan

Kamis, 20 Agustus 2026 | 13:45

Pemerintah Raup Rp34 Triliun dari Lelang SUN

Kamis, 20 Agustus 2026 | 13:41

Iran Siapkan Serangan Balasan hingga Eropa Jika AS Perluas Perang

Kamis, 20 Agustus 2026 | 13:41

Selengkapnya