Berita

Mayat-mayat paus pilot ditemukan di Selandia Baru/Net

Dunia

250 Paus Pilot Mati Setelah Terdampar di Pulau Kecil Selandia Baru

MINGGU, 09 OKTOBER 2022 | 09:55 WIB | LAPORAN: ALIFIA DWI RAMANDHITA

Sekitar 250 paus pilot mati setelah mereka terdampar massal di sebuah Pulau Chatham, Selandia Baru pada Jumat (7/10). Akan tetapi, insiden kali ini telah memaksa paus yang masih hidup di-eutanasia akibat situasi yang tidak memungkinkan.

Seperti dimuat MSN News pada Sabtu (8/10), paus yang hidup dibuat tidur oleh tim terlatih dan telah didiamkan hingga tewas di pinggir laut, untuk mencegah penderitaan yang lebih lanjut bagi paus-paus tersebut.

“Kami tidak secara aktif mengapungkan paus di Kepulauan Chatham karena risiko serangan hiu terhadap manusia dan paus itu sendiri," kata departemen konservasi Selandia Baru dalam sebuah pernyataan.


Kini ratusan paus pilot yang terdampar sekarang sudah mati dan tubuh mereka akan dibiarkan membusuk secara alami di lokasi.

"Kepulauan Chatham adalah tempat yang sulit untuk dijamah. (Pulau ini) dikenal dengan hiu putih, pantai yang tidak dapat diakses, dan populasi yang kurang dari 800 orang. Itu bukan pilihan (baik)," kata LSM penyelamat mamalia laut, Johan Project.

Kepulauan Chatham ini sering menjadi lokasi kematian dari para paus yang terdampar. Pada tahun 1918 lalu, peristiwa terbesar seperti itu tercatat dengan sekitar 1.000 paus pilot terbunuh. Sementara pada 2018, telah tercatat 51 paus pilot tewas setelah terdampar di Teluk Hanson.

Sementara itu lebih dari dua minggu yang lalu, hampir 200 paus mati di sebuah pantai di bagian barat Tasmania yang terpencil di Australia. Namun layanan satwa liar negara bagian berhasil mengapungkan kembali 44 mamalia.

Populer

KSAD Maruli: Saya Minta Maaf dan Bertanggung Jawab

Jumat, 04 September 2026 | 20:28

Masa Jabatan Gibran Tinggal Hitungan Hari

Kamis, 03 September 2026 | 14:46

Muhadjir Terbitkan Surat Pengalihan Kuota Haji Usai Konsultasi ke Jokowi

Selasa, 01 September 2026 | 15:17

MAKI Puji Kerja Senyap Jampidsus Kuntadi Fokus Rampas Aset

Selasa, 01 September 2026 | 01:59

Purbaya Bantah Terima Suap untuk Pertahankan Pejabat Bea Cukai

Sabtu, 05 September 2026 | 16:59

Usai Dimaafkan Jusuf Hamka, KAKI Dorong Polri Buka Kembali Kasus NCD Unibank

Sabtu, 05 September 2026 | 19:53

KPK Sita Rumah Mewah Milik Vinna Ledy Anggraheni di Jaksel

Selasa, 01 September 2026 | 11:03

UPDATE

Budi Arie Bakal Dipolisikan soal Ucapan Percepatan Pemilu 2029

Senin, 07 September 2026 | 22:28

Teluk Bayur: Jangan Membangun Aset Tanpa Kargo

Senin, 07 September 2026 | 22:10

PLTP Gunung Ungaran Miliki Sejumlah Manfaat, Eksplorasi Layak Dilanjutkan

Senin, 07 September 2026 | 21:55

Purbaya Tak Ambil Pusing Pramono Ngotot Terbitkan Obligasi DKI Rp5,2 Triliun

Senin, 07 September 2026 | 21:35

BRI dan Serikat Pekerja BRI Tandatangani PKB 2026-2028

Senin, 07 September 2026 | 21:28

Wakapolri Minta Kecakapan Personel dalam Penanganan Bencana dan Konflik Sosial

Senin, 07 September 2026 | 21:15

Dua Pimpinan DPRD Kota Bengkulu Kompak Mangkir Panggilan KPK

Senin, 07 September 2026 | 20:50

Prabowo Instruksikan BRI dan BSI Siapkan Rekening untuk Masyarakat

Senin, 07 September 2026 | 20:48

OJK Tegaskan Tak Ada Ruang bagi Pelanggaran Keterbukaan Informasi

Senin, 07 September 2026 | 20:46

Pemerintah Siapkan OMC Atasi Sebaran Abu Anak Krakatau di Empat Provinsi

Senin, 07 September 2026 | 20:31

Selengkapnya