Berita

Anggota Komisi I DPR RI, Fadli Zon/RMOL

Politik

Fadli Zon: P20 Hasilkan Banyak Kesepakatan, Kecuali Terkait Perang Rusia-Ukraina

JUMAT, 07 OKTOBER 2022 | 14:45 WIB | LAPORAN: RAIZA ANDINI

Dalam pertemuan 20 ketua parlemen dunia (P20) yang berlangsung di Gedung DPR RI, Senayan, selama tiga hari ini telah terjadi sejumlah kesepakatan antara perwakilan negara yang hadir. Namun, ada kesepakatan yang tidak disepakati, yakni soal perang Rusia dan Ukraina.

Hal itu ditegaskan anggota Komisi I DPR RI, Fadli Zon, usai penutupan forum P20 di Gedung Nusantara, Komplek Parlemen, Senayan, Jumat (7/10).

“Cukup banyak kesepakatannya mungkin nanti dirilis ya biar lebih jelas. Kesepakatan-kesepakatan yang dicapai cukup banyak, tapi ada yang tidak disepakati terkait dengan perang Rusia dan Ukraina,” ucap Fadli Zon.


Dia menambahkan, dalam forum internasional yang berlangsung selama tiga hari tersebut terdapat pernyataan sejumlah negara Uni Eropa termasuk Inggris yang menginginkan adanya kecaman keras terhadap pihak Rusia.

Namun, di sisi lain pihak Rusia telah menentang kecaman yang dilakukan Uni Eropa yang dikaitkan dengan sejarah 2014 lalu.

“Dan soal referendum itu kehendak dari masyarakat. Jadi ada dua pandangan yang totally different atau ekstrem,” imbuhnya.

Bagi Indonesia sendiri, lanjut Fadli Zon, standing point dalam konflik dua negara tersebut bebas aktif dan menghargai hukum internasional yang berlaku.

“Kita kan menganut politik bebas aktif, kita menghargai hukum internasional tentu saja, UN. Tapi kita sebenarnya ingin menjadi bridge builder. Kita ingin menjadi jembatan, ingin memfasilitasi, tapi kelihatannya belum ketemu,” ujarnya.

“Dari pihak Rusia ingin menawarkan langsung kan kemarin. ayo mumpung kita duduk kenapa kita enggak bicara. tapi kelihatannya belum bisa dari pihak Ukraina maupun Uni Eropa,” demikian Fadli Zon.

Populer

Dicurigai Ada Peran Mossad di Balik Pengalihan Tahanan Yaqut

Senin, 23 Maret 2026 | 01:38

Kehadiran Anies di Cikeas Jadi Masalah Serius

Jumat, 27 Maret 2026 | 02:08

Mengapa Kapal Pertamina Tidak Bisa Lewat Selat Hormuz?

Sabtu, 28 Maret 2026 | 02:59

SBY Menolak Silaturahmi Lebaran Anies?

Jumat, 27 Maret 2026 | 03:43

Nasib Hendrik, SPPG Ditutup, 150 Karyawan Diberhentikan

Jumat, 27 Maret 2026 | 06:07

KPK Klaim Status Tahanan Rumah Yaqut Sesuai UU

Jumat, 27 Maret 2026 | 12:26

Kubu Jokowi Bergerak Senyap untuk Jatuhkan Prabowo

Rabu, 25 Maret 2026 | 06:15

UPDATE

Teknik Klasik, Kaitkan Prabowo dengan Teror Aktivis

Kamis, 02 April 2026 | 14:02

Kepala BNPB hingga BMKG Turun Langsung ke Lokasi Gempa di Sulut dan Malut

Kamis, 02 April 2026 | 13:59

TEBE Siap Tebar Dividen Rp200,46 Miliar, Cek Jadwal Lengkapnya

Kamis, 02 April 2026 | 13:51

Penerapan WFH di DKI Bisa Jadi Contoh Penghematan BBM

Kamis, 02 April 2026 | 13:40

Awas Penunggang Gelap Gelar Operasi Senyap Jatuhkan Prabowo Lewat Kasus Aktivis KontraS

Kamis, 02 April 2026 | 13:33

Kemkomdigi Tunggu Itikad Baik Youtube dan Meta Patuhi PP Tunas

Kamis, 02 April 2026 | 13:20

Trump akan Tarik Pasukan, Tanda Amerika Kalah Perang Lawan Iran

Kamis, 02 April 2026 | 13:19

Demi AI, Oracle PHK 30.000 Karyawan Lewat Email

Kamis, 02 April 2026 | 13:19

ASN Diwanti-wanti WFH Bukan Libur Panjang

Kamis, 02 April 2026 | 13:15

Aksi Heroik Sugianto Bikin Prabowo Bangga, Diganjar Penghargaan Presiden Korsel

Kamis, 02 April 2026 | 13:09

Selengkapnya