Berita

Direktur Gerakan Perubahan, Muslim Arbi/Net

Politik

Andai Anies Gandeng AHY, PKS Akan Jadi Penentu untuk Dapat Tiket Pilpres

JUMAT, 07 OKTOBER 2022 | 12:58 WIB | LAPORAN: JAMALUDIN AKMAL

Partai Keadilan Sejahtera (PKS) dianggap akan menjadi penentu bagi Anies Baswedan yang diusung oleh Partai Nasdem ketika berpasangan dengan Ketua Umum (Ketum) Partai Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) untuk mendapatkan tiket di Pilpres 2024.

Direktur Gerakan Perubahan, Muslim Arbi mengatakan, setelah Nasdem mendeklarasikan Anies Baswedan sebagai bakal calon presiden (bacapres), Anies dipersilakan untuk memilih calon wakil presiden (cawapres) sendiri.

"Jika Demokrat berkoalisi dengan Nasdem, suaranya belum cukup. Tapi itu bisa diatasi kalau PKS mau gabung dukung Anies. Tentunya Demokrat dan PKS rebutan Cawapres. Kalau Anies berpasangan dengan AHY, apakah dijamin menang? Apakah PKS akan terima?" ujar Muslim kepada Kantor Berita Politik RMOL, Jumat (7/10).


Nah, untuk mendapatkan tiket Pilpres 2024, suara Nasdem dan Demokrat masih belum cukup. Untuk itu, butuh suara dari PKS untuk bergabung dalam koalisi.

"Tentunya, meski kecil, PKS akan jadi penentu. Atau PPP mau juga untuk penuhi kekurangan itu. Tentunya ini akan problem tertentu bagi Anies untuk tentukan cawapres dan koalisi partai-partai pendukungnya," tutur Muslim.

Muslim pun menyarankan, seharusnya target mencapai kemenangan dikalkulasi terlebih dahulu, baru menentukan cawapres dengan partai koalisi yang dikehendaki oleh Surya Paloh dan Nasdem.

"Tapi tentunya, dengan mencapreskan Anies dan membiarkan Anies menentukan cawapresnya, (Nasdem) sudah punya hitungan. Tinggal PKS mau enggak ambil peran menentukan, meski di gerbong belakang," pungkas Muslim.

Populer

Kematian Penjaga Rumah Febrie Harus Diusut Tuntas

Senin, 27 Juli 2026 | 19:53

Jubir IKN Troy Pantouw Sempat Telepon Keluarga Sehari Sebelum Ditemukan Meninggal

Minggu, 26 Juli 2026 | 20:58

Putusan Eksepsi Dokter Tifa Berujung Antiklimaks

Minggu, 02 Agustus 2026 | 05:20

Oknum Brimob Jadi Tersangka, KPK Pastikan Sanksi Pidana hingga Etik Menanti

Jumat, 31 Juli 2026 | 13:44

15 Jeriken Bensin yang Menenggelamkan Jabatan Ayah

Senin, 27 Juli 2026 | 01:03

Dana Nasabah Rp2,58 Miliar Raib, BCA Digugat ke PN Jakpus

Selasa, 28 Juli 2026 | 16:02

KPK Konstruksikan Dugaan Fee Rp3,5 Miliar dari Waskita untuk Eks Ketum HIPMI

Minggu, 02 Agustus 2026 | 14:18

UPDATE

Kalah di PN Jakpus, Penggugat PPP Subadri-Toni Dihukum Bayar Biaya Perkara

Senin, 03 Agustus 2026 | 22:10

Prabowo Terima Medali Kehormatan dari Angkatan Bersenjata Tailan

Senin, 03 Agustus 2026 | 21:34

Buru Aset TPPU Febrie Adriansyah, Tim 9 Geledah Kantor Don Ritto hingga Rumah Nurman Herin

Senin, 03 Agustus 2026 | 21:30

Prabowo dan PM Tailan Bidik Nilai Perdagangan Rp359 Triliun dalam Lima Tahun

Senin, 03 Agustus 2026 | 21:20

Ini Enam Perkara yang Dihentikan KPK

Senin, 03 Agustus 2026 | 21:10

Petingginya Diperiksa Kejati DKI, Peran AFPI Disorot

Senin, 03 Agustus 2026 | 20:52

Indonesia-Tailan Sepakat Kembangkan TRM untuk Perangi Kejahatan Transnasional

Senin, 03 Agustus 2026 | 20:49

Bawaslu Fokus Tingkatkan SDM Hadapi Tantangan Digital

Senin, 03 Agustus 2026 | 20:38

Prabowo Kenang Masa Muda Bersama Raja Tailan Saat Sambut PM Anutin

Senin, 03 Agustus 2026 | 20:30

Prabowo Dukung PPHN Jadi Pedoman Lintas Pemerintahan

Senin, 03 Agustus 2026 | 20:16

Selengkapnya