Berita

Ilustrasi/Net

Politik

Berbeda Sikap, Abu Meulaboh Tak Persoalkan Perempuan Jadi Pj Bupati Nagan Raya Aceh

KAMIS, 06 OKTOBER 2022 | 10:40 WIB | LAPORAN: AGUS DWI

Pimpinan Pondok Pesantren Buket EQra Al Haramen di Aceh Barat, Waled Haramen NuriQmar alias Abu Meulaboh, tak mempersoalkan sosok perempuan menjadi Penjabat (Pj) Bupati Nagan Raya. Karena kepemimpinan perempuan sudah ada sejak kerajaan Aceh.

“Kepemimpinan perempuan di Aceh sudah ada pada zaman dahulu. Seperti Cut Nyak Dhien, Cut Meutia, Laksamana Malahayati,” jelas Abu Meulaboh, dalam keterangannya kepada Kantor Berita RMOLAceh, Rabu (5/10).

Karena itu, dia mendukung Dewan Perwakilan Rakyat Kabupaten (DPRK) Nagan Raya mengusul nama Fitriany Farhas sebagai Pj Bupati Nagan Raya. Fitriany saat ini menjabar Direktur Rendal Deputi Pengamanan Aparatur dan Non Aparatur Negara dari Badan Intelijen Negara (BIN).


Selain Fitriany Farhas, DPRK Nagan Raya juga mengusulkan Azhari yang saat ini menjabat Kepala Dinas Koperasi Usaha Kecil dan Menengah Pemerintah Aceh dan Kepala Dinas Perhubungan Kabupaten Gayo Lues, Teuku Syahrida.

Dia meminta semua pihak jangan sampai memperkeruh suasana. Karena Pj bupati ditunjuk oleh Menteri Dalam Negeri (Mendagri), Tito Karnavian.

“Bukan pemilihan langsung oleh masyarakat,” ujar dia.

Sebelumnya, Ketua Pengurus Daerah (DPD) Yayasan Solidaritas Generasi Aceh Perubahan (SIGAP) Nagan Raya, Mukhtar, menolak perempuan jadi Penjabat (Pj) Bupati Nagan Raya. Karena dinilai masih kontroversi dalam perkara syariah Islam yang berlaku, khususnya Aceh.

"Kita takutkan juga terjadi gejolak di tengah masyarakat, dan menyalahi etika atau kebiasaan masyarakat di Nagan Raya," kata Mukhtar, Senin (3/10).

Karena itu, Mukhtar meminta Mendagri Tito Karnavian, memperhatikan gejolak penolakan yang digaungkan masyarakat setempat.

"Pak Mendagri harus cermat melihat gejala yang berpeluang terjadi di Nagan Raya," kata dia. "Apalagi dengan teungku-teungku dayah yang memegang kuat dalil tidak bolehnya perempuan jadu pemimpin."

Menurut Mukhtar, jika Mendagri menunjuk usulan Dewan Perwakilan Rakyat Kabupaten Nagan Raya perempuan bukan menimbulkan kebaikan. Melainkan keburukan.

"Karena salah satunya tidak didukung oleh kebanyakan ulama," ujar Mukhtar. 

Populer

Mantan Jubir KPK Tessa Mahardhika Lolos Tiga Besar Calon Direktur Penyelidikan KPK

Rabu, 24 Desember 2025 | 07:26

Kejagung Copot Kajari Kabupaten Tangerang Afrillyanna Purba, Diganti Fajar Gurindro

Kamis, 25 Desember 2025 | 21:48

Sarjan Diduga Terima Proyek Ratusan Miliar dari Bupati Bekasi Sebelum Ade Kuswara

Jumat, 26 Desember 2025 | 14:06

Mantan Wamenaker Noel Ebenezer Rayakan Natal Bersama Istri di Rutan KPK

Kamis, 25 Desember 2025 | 15:01

8 Jenderal TNI AD Pensiun Jelang Pergantian Tahun 2026, Ini Daftarnya

Rabu, 24 Desember 2025 | 21:17

Camat Madiun Minta Maaf Usai Bubarkan Bedah Buku ‘Reset Indonesia’

Selasa, 23 Desember 2025 | 04:16

Adik Kakak di Bekasi Ketiban Rezeki OTT KPK

Senin, 22 Desember 2025 | 17:57

UPDATE

BSI Tutup 2025 dengan Syukur dan Spirit Kemanusiaan

Kamis, 01 Januari 2026 | 18:11

KUHP Baru Hambat Penuntasan Pelanggaran HAM Berat

Kamis, 01 Januari 2026 | 18:10

TNI AL Gercep Selamatkan Awak Speedboat Tenggelam di Perairan Karimun

Kamis, 01 Januari 2026 | 17:58

BNPB Laporkan 1.050 Huntara Selesai Dibangun di Aceh

Kamis, 01 Januari 2026 | 17:55

Indonesia Menjadi Presiden HAM PBB: Internasionalisme Indonesia 2.O

Kamis, 01 Januari 2026 | 17:51

Prabowo Ungkap Minat Swasta Manfaatkan Endapan Lumpur Bencana Aceh

Kamis, 01 Januari 2026 | 17:46

YLBHI: Pasal-pasal di KUHP Baru Ancam Kebebasan Berpendapat

Kamis, 01 Januari 2026 | 17:39

Satgas Pemulihan Bencana Harus Hadir di Lapangan Bukan Sekadar Ruang Rapat

Kamis, 01 Januari 2026 | 17:19

Saatnya Indonesia Mengubah Cara Mengelola Bencana

Kamis, 01 Januari 2026 | 17:11

Purbaya Klaim Ekonomi Membaik, Tak Ada Lagi Demo di Jalan

Kamis, 01 Januari 2026 | 17:11

Selengkapnya