Berita

Aksi protes atas serangan bom bunuh diri di Pusat Pendidikan Kaj, yang merupakan rumah bagi komunitas Muslim Syiah Hazara di Afghanistan/Net

Dunia

Korban Bom Bunuh Diri Afghanistan Bertambah Jadi 43 orang, Mayoritas Perempuan

SENIN, 03 OKTOBER 2022 | 16:28 WIB | LAPORAN: ALIFIA DWI RAMANDHITA

Korban tewas akibat serangan bom bunuh diri di sebuah pusat pendidikan di barat Kabul pada Jumat lalu (30/9) telah meningkat menjadi sedikitnya 43 orang. Serangan ini diduga menargetkan perempuan dan anak perempuan dari minoritas Syiah.

"Empat puluh tiga tewas, 83 terluka. Anak perempuan dan wanita muda adalah korban utamanya," kata misi PBB di Afganistan dalam cuitannya di Twitter pada Senin (3/10), dimuat TRT News.

Misi PBB untuk Afghanistan itu menambahkan bahwa korban kemungkinan akan meningkat lebih lanjut.


Seorang pembom bunuh diri meledakkan dirinya di sebelah wanita di Pusat Pendidikan Kaj, yang dianggap rumah bagi sebagian komunitas Muslim Syiah Hazara. Pembom tersebut meledakan dirinya ketika ratusan siswa sedang bersiap mengikuti ujian masuk universitas.

Sejauh ini belum ada kelompok yang mengaku bertanggung jawab atas serangan ini, akan tetapi Daesh atau ISIS diduga menjadi dalang di balik serangan tersebut. Sebab kelompok ini menganggap Syiah sebagai bid'ah. Daesh beberapa kali pernah melakukan percobaan serangan mematikan di daerah yang menargetkan anak perempuan, sekolah, dan masjid.

Sementara itu, setahun sebelumnya, Daesh mengklaim telah melakukan serangan bunuh diri di sebuah pusat pendidikan di daerah yang sama, yang menewaskan hingga 24 orang.

Serangan bom bunuh diri ini telah memicu aksi protes sporadis yang dipimpin oleh perempuan di Kabul dan beberapa kota lainnya. Sekitar 50 wanita berbaris pada Sabtu (1/10) di lingkungan Dasht-e-Barchi, tempat lokasi kejadian.

Mereka membawa spanduk bertuliskan “Hentikan genosida Hazara, bukan kejahatan menjadi seorang Syiah”. Kelompok minoritas ini kerap kali menjadi sasaran serangan paling mematikan di Afghanistan dalam beberapa tahun terakhir.

Populer

KSAD Maruli: Saya Minta Maaf dan Bertanggung Jawab

Jumat, 04 September 2026 | 20:28

Masa Jabatan Gibran Tinggal Hitungan Hari

Kamis, 03 September 2026 | 14:46

Muhadjir Terbitkan Surat Pengalihan Kuota Haji Usai Konsultasi ke Jokowi

Selasa, 01 September 2026 | 15:17

MAKI Puji Kerja Senyap Jampidsus Kuntadi Fokus Rampas Aset

Selasa, 01 September 2026 | 01:59

Purbaya Bantah Terima Suap untuk Pertahankan Pejabat Bea Cukai

Sabtu, 05 September 2026 | 16:59

Usai Dimaafkan Jusuf Hamka, KAKI Dorong Polri Buka Kembali Kasus NCD Unibank

Sabtu, 05 September 2026 | 19:53

KPK Sita Rumah Mewah Milik Vinna Ledy Anggraheni di Jaksel

Selasa, 01 September 2026 | 11:03

UPDATE

Budi Arie Bakal Dipolisikan soal Ucapan Percepatan Pemilu 2029

Senin, 07 September 2026 | 22:28

Teluk Bayur: Jangan Membangun Aset Tanpa Kargo

Senin, 07 September 2026 | 22:10

PLTP Gunung Ungaran Miliki Sejumlah Manfaat, Eksplorasi Layak Dilanjutkan

Senin, 07 September 2026 | 21:55

Purbaya Tak Ambil Pusing Pramono Ngotot Terbitkan Obligasi DKI Rp5,2 Triliun

Senin, 07 September 2026 | 21:35

BRI dan Serikat Pekerja BRI Tandatangani PKB 2026-2028

Senin, 07 September 2026 | 21:28

Wakapolri Minta Kecakapan Personel dalam Penanganan Bencana dan Konflik Sosial

Senin, 07 September 2026 | 21:15

Dua Pimpinan DPRD Kota Bengkulu Kompak Mangkir Panggilan KPK

Senin, 07 September 2026 | 20:50

Prabowo Instruksikan BRI dan BSI Siapkan Rekening untuk Masyarakat

Senin, 07 September 2026 | 20:48

OJK Tegaskan Tak Ada Ruang bagi Pelanggaran Keterbukaan Informasi

Senin, 07 September 2026 | 20:46

Pemerintah Siapkan OMC Atasi Sebaran Abu Anak Krakatau di Empat Provinsi

Senin, 07 September 2026 | 20:31

Selengkapnya