Berita

Menteri Investasi Bahlil Lahadalia/Net

Politik

Meski Kondisi Belum Stabil, Bahlil Tetap Bersyukur Tren Positif Tingkat Kepuasan Terhadap Pemerintah

MINGGU, 02 OKTOBER 2022 | 21:56 WIB | LAPORAN: AHMAD KIFLAN WAKIK

Di tengah kondisi global yang tidak menentu, termasuk serangkaian kebijakan yang tidak populis, tingkat kepuasan terhadap kinerja pemerintah terus membaik. Tentu, tren positif ini harus disambut hangat.

Begitu dikatakan Menteri Investasi Bahlil Lahadalia saat menjadi penanggap rilis suvei Indikator Politik Indonesia, secara virtual pada Minggu (2/10).

Dalam temuan Indikator, tingkat kepuasan terhadap kerja Presiden Joko Widodo berada di angka 67,2 persen. Angka ini meningkat jika dibandingkan survei sebelumnya yang mencatatkan tingkat kepuasan terhadap kinerja Jokowi masih berada di angka 62,6 persen.


“Saya bersyukur, sekalipun kondisi belum membaik, tingkat kepuasan terhadap pemerintah yang dinilai oleh publik sekarang sudah mencai 67,2 persen,” kata Bahlil.

Soal alasan kepuasan publik pada kinerja Jokowi cepat membaik, Bahlil menilai dilatari keberhasilan pemerintah meredam potensi gejolak dari ketidakpastian yang terjadi.

Presiden Jokwi, lanjutnya, telah memerintahkan seluruh jajarannya untuk memitigasi dampak dari sejumlah kebijakan, seperti kenaikan harga BBM. Caranya, dengan menyiapkan bantalan sosial.

“Presiden memerintah untuk semua jajaran mempersiapkan BLT. Jadi masyarakat di bawah sudah disiapkan bantalannya,” katanya.

Kedua, Bahlil menilai keputusan pemerintah mencabut subsidi BBM juga telah diperhitungkan dengan matang. Ini agar penyaluran subsidi menjadi lebih tepat sasaran.

“Jadi memang ada perubahan. Pertama soal tata kelola subsidi yang lebih tepat sasaran. Kedua, kita harus rasional menentukan harga,” demikian Bahlil.

Populer

KPK Harus Jemput Paksa Bos Rokok HS M Suryo

Minggu, 05 April 2026 | 09:04

Kapolri Diminta Turun Tangan terkait Kasus Temuan Senpi di Bekasi

Sabtu, 04 April 2026 | 02:17

Permohonan Pengosongan Rumah Anak Zulhas Diajukan ke PN Jaktim

Rabu, 01 April 2026 | 18:05

Oknum Guru Diduga Tilep Rp1,1 Miliar dengan Modus Tukar Uang Lebaran

Sabtu, 04 April 2026 | 02:23

Seminar Petisi Ahli Diramaikan Pensiunan Jenderal hingga Akademisi Hukum

Selasa, 07 April 2026 | 05:19

4.661 PPPK di Pemkab Jepara Terancam PHK

Senin, 06 April 2026 | 05:31

KPK Panggil Boediono dalam Kasus Suap Pajak KPP Madya Jakarta Utara

Selasa, 07 April 2026 | 12:34

UPDATE

Zero ODOL Sulit Diterapkan, DPR Ingatkan Risiko Inflasi di Sektor Logistik

Jumat, 10 April 2026 | 12:14

Catut Nama Pimpinan KPK, Komplotan Pegawai Gadungan Peras Anggota DPR

Jumat, 10 April 2026 | 11:51

Sentimen Perang Picu Spekulasi Logistik: Ancaman Baru bagi Stabilitas Pangan Nasional

Jumat, 10 April 2026 | 11:39

Komplotan Pegawai KPK Gadungan Dibongkar, 17.400 Dolar AS Disita dari Aksi Pemerasan

Jumat, 10 April 2026 | 11:28

DPR: Sejumlah Jalan Tol Cacat Sejak Awal Konstruksi

Jumat, 10 April 2026 | 11:16

Emas Antam Makin Mahal, Cek Daftarnya Hari Ini

Jumat, 10 April 2026 | 11:05

KPK-Polda Metro Tangkap 4 Pegawai Gadungan di Jakarta Barat

Jumat, 10 April 2026 | 11:03

Ini Kronologi Kasus Petral yang Menjerat Riza Chalid dan Enam Tersangka Lainnya

Jumat, 10 April 2026 | 10:53

Bulan Ini Prabowo Bakal Groundbreaking 21 Proyek Hilirisasi dan 29 Titik PSEL

Jumat, 10 April 2026 | 10:49

KPK Terapkan Skema Kerja BDR-BDK untuk Dukung Efisiensi Energi

Jumat, 10 April 2026 | 10:34

Selengkapnya