Berita

Ilustrasi/Net

Dunia

Hubungkan Jammu dan Kashmir ke Ladakh, Terowongan Zojila Rampung Akhir Tahun 2026

MINGGU, 02 OKTOBER 2022 | 10:43 WIB | LAPORAN: ALIFIA DWI RAMANDHITA

Terowongan Zojila sepanjang 13 kilometer, yang akan menghubungkan perjalanan antara Jammu dan Kashmir ke Ladakh diperkirakan akan rampung dan dibuka untuk umum pada akhir tahun 2026 mendatang.

Seperti dimuat TV Guide Time pada Kamis (29/9), saat ini proyek lintasan yang sempat terhenti tersebut, pekerjaannya saat ini sedang dipercepat oleh Megha Designing and Framework Developments Restricted (MIL).

“Perkembangan jalan ini sedang berlangsung dengan penuh dan normal, sehingga akan dikhususkan kepada individu (umum) menjelang akhir tahun 2026,” ujar pimpinan proyek MIL, Harpal Singh.


Menurut Harpal Singh, dengan selesainya kontainer terakhir proyek Zojila, jarak 32 km dari Sonmarg ke Minamarg, yang biasanya ditempuh dalam waktu empat jam, dapat memangkas waktu menjadi kurang dari 40 menit melalui terowongan ini.

Proyek yang baru dijalankan kembali pada 2020 lalu, sempat memiliki berbagai masalah dalam pembangunan lorongnya, seperti suhu di Kashmir yang membeku, yang telah menghambat pekerjaan lebih dari 1.000 orang. Kini sebagian besar pekerja yang berasal dari Kashmir telah ditingkatkan dalam pekerjaan ini, menjadi 2.300 pekerja untuk mempercepat pekerjaan.

Penempatan jalan dan lorong di Nilgarar-1 dan Nilgarar-2 juga akan segera dilakukan. Penyelesaian jalan dan proyek terowongan ini akan dapat membangun kembali akses jalan dari Jammu dan Kashmir ke Ladakh dari waktu ke waktu.

Selain itu, ketika seluruh proyek ini rampung dan dibuka untuk umum, semua kebutuhan dasar orang-orang di Ladakh dalam musim dingin mendatang kemungkinan akan segera terpenuhi. Serta, proyek ini juga dikatakan dapat mendorong dan memberikan kekuatan dalam pertumbuhan ekonomi Ladakh di masa depan.

Populer

Usai Rumah Digeledah, Noor Aflah Diperiksa KPK

Senin, 20 April 2026 | 14:11

China Peringatkan RI Tak Rusak Stabilitas Regional

Sabtu, 18 April 2026 | 02:00

Jaksa Watch Lapor KPK, Ada Dugaan Penyalahgunaan Aset Sitaan Korupsi

Jumat, 17 April 2026 | 17:46

Pengamat Endus Isu Pemakzulan Presiden Didesain Wapres

Kamis, 16 April 2026 | 00:32

Kekesalan JK Dipicu Sikap Gibran dan Serangan Termul

Senin, 20 April 2026 | 12:50

Eksepsi Mardiono terkait Gugatan Muktamar PPP Ditolak PN Jakpus

Kamis, 16 April 2026 | 18:10

Camat hingga Dirut PDAM Kota Madiun Digarap KPK

Kamis, 16 April 2026 | 13:50

UPDATE

Wacana Pileg 2029 Seperti Liga Sepak Bola Mencuat, Partai Baru Tarkam Dulu

Sabtu, 25 April 2026 | 01:54

Bahlil Bungkam soal Isu CPO dan Kenaikan Harga Minyakita

Sabtu, 25 April 2026 | 01:31

Yuddy Chrisnandi Ajak FDI Bangun Dapur MBG di Daerah Tertinggal

Sabtu, 25 April 2026 | 01:08

Optimalisasi Selat Malaka Harus Lewat Infrastruktur Maritim, Bukan Pungut Pajak

Sabtu, 25 April 2026 | 00:51

Kejari Jakbar Fasilitasi Isbat Nikah Massal bagi 26 Pasutri

Sabtu, 25 April 2026 | 00:30

Kemampuan Diplomasi Energi Bahlil Sering Diolok-olok Netizen

Sabtu, 25 April 2026 | 00:09

Kinerja Bareskrim Dinilai Makin Tajam Usai Bongkar Kasus Strategis

Jumat, 24 April 2026 | 23:58

Ketegasan dalam Peradilan Militer Menyangkut Keamanan Negara

Jumat, 24 April 2026 | 23:33

Kebijakan Bahlil Dicap Auto Pilot dan Sering Bahayakan Rakyat

Jumat, 24 April 2026 | 23:09

KPK Diminta Sita Aset Kalla Group Jika Gagal Bayar Proyek PLTA Poso

Jumat, 24 April 2026 | 22:48

Selengkapnya