Berita

Emak-emak di Lumajang mendorong Firli Bahuri jadi calon presiden/Ist

Nusantara

Sikat Koruptor Tanpa Pandang Bulu, Emak-emak di Lumajang Dorong Firli jadi Presiden

RABU, 28 SEPTEMBER 2022 | 22:43 WIB | LAPORAN: IDHAM ANHARI

Melihat sepak terjang Firli Bahuri memimpin Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) yang tidak pandang bulu menindak siapapun pelaku tindak pidana korupsi membuat sejumlah ibu-ibu di Lumajang Jawa Timur menggelar aksi deklarasi mendorong ketua KPK itu maju di Pilpres 2024.

Deklarasi yang mengatasnamakan Sahabat FBI tersebut digelar di Selokgondang, Sukodono, Lumajang, Jawa Timur, Rabu (28/9).

Koordinator Sahabat FBI Lumajang, Santi Nurmala Indah Sari mengatakan, deklarasi tersebut digelar sebagai bentuk apresiasi atas kinerja KPK dibawah kepemimpinan Firli Bahuri yang tegas dan berani memberantas korupsi tanpa pandang bulu termasuk mencatatkan sejarah menindak Hakim Agung Sudrajad Dimyati baru-baru ini.


"Kami ingin berterimakasih ke Pak Firli KPK tegas dan berani menangkap koruptor tanpa pandang bulu, hebat Pak Firli coba itu yang Hakim Agung juga ditangkap," kata Santi.

Emak-emak ini, kata Santi berkeyakinan komandan pemberantasan korupsi ini mampu membebaskan Indonesia dari segala bentuk praktik korupsi.

“Makanya kami dari Sahabat FBI Lumajang mendorong dan mendesak Pak Firli jadi Presiden. Amiiin," tegasnya.

Santi menambahkan pihaknya akan terus menyuarakan aspirasi dan keinginannya khususnya di Lumajang Jawa Timur mendorong Firli Bahuri jadi calon presiden RI.

Terpenting kata Santi dirinya akan terus mendukung KPK dalam memberantas korupsi di Indonesia.

"Pokoke wes tangkap siapapun sing korupsi. Indonesia iki mesti bersih dan bagus pemerintahnya biar kita masyarakat sejahtera," tambahnya.

Menurut Santi masyarakat dimana pun ingin pemimpin dan pemerintah itu peduli, caranya harus bersih dari korupsi.

"Wong kita iki masyarakat ingin pemimpin bersih, Pak Firli," pungkasnya.

Populer

Kalahkan Hary Tanoe, Jusuf Hamka akan Kembalikan TPI ke Tutut Soeharto

Sabtu, 25 April 2026 | 15:43

Usai Rumah Digeledah, Noor Aflah Diperiksa KPK

Senin, 20 April 2026 | 14:11

Drone Emprit Temukan Manipulasi Konteks dalam Penyebaran Video Ceramah JK

Sabtu, 25 April 2026 | 02:37

Patroli AS di Selat Malaka Langgar Kedaulatan RI

Sabtu, 25 April 2026 | 05:15

Jusuf Hamka Sujud Syukur Menang Gugatan Lawan Hary Tanoe

Kamis, 23 April 2026 | 12:34

Purbaya Kecewa Banyak Pegawai Kemenkeu Tak Jalankan Tugas: Digeser Baru Nangis

Kamis, 23 April 2026 | 01:30

Saksi yang Diseret Khalid Basalamah Soal Uang Rp8,4 Miliar Mangkir dari Panggilan KPK

Minggu, 26 April 2026 | 11:05

UPDATE

Industri Sawit Terintegrasi Disiapkan PTPN di Sei Mangkei

Kamis, 30 April 2026 | 22:15

Gubernur NTB Tolak Cabut Laporan Aktivis Kemanusiaan

Kamis, 30 April 2026 | 21:41

APBN Tekor Rp240,1 T, Kemenkeu Tiadakan Konferensi Pers

Kamis, 30 April 2026 | 21:37

DPR Soroti Peran Strategis Proyek Danantara bagi Industri dan Lapangan Kerja

Kamis, 30 April 2026 | 20:41

Sejarah Hari Pendidikan Nasional 2 Mei, Asal Usul dan Peran Ki Hadjar Dewantara

Kamis, 30 April 2026 | 20:21

Mitigasi Dampak Perubahan Iklim, PLN-UNOPS Dorong Utilisasi EBT Nasional

Kamis, 30 April 2026 | 20:16

Apa Itu Sinkhole yang Muncul Kebun Warga Gunungkidul Yogyakarta?

Kamis, 30 April 2026 | 19:46

Sejarah Outsourcing dari Zaman Kolonial hingga Jadi Tuntutan di Hari Buruh 2026

Kamis, 30 April 2026 | 19:32

Kebijakan Energi RI Terjebak Pola Pikir Jangka Pendek Menahun

Kamis, 30 April 2026 | 19:27

Komisaris PT Loco Montrado Dicecar KPK soal Pengembalian Kerugian Negara Rp100 Miliar

Kamis, 30 April 2026 | 19:25

Selengkapnya