Berita

Anggota Komisi VII DPR RI, Mulyanto/Net

Politik

PKS Desak Pemerintah Tindak Lanjuti Keluhan BBM Jenis Pertalite Lebih Boros

RABU, 28 SEPTEMBER 2022 | 19:28 WIB | LAPORAN: ANGGA ULUNG TRANGGANA

Menyusul banyaknya kabar bahan bakar minyak (BBM) jenis Pertalite yang lebih cepat habis setelah harganya dinaikkan, anggota Komisi VII DPR RI, Mulyanto meminta Pemerintah segera ambil tindakan.

Menurut Mulyanto, pemerintah dan BPH Migas harus segera memeriksa kualitas BBM yang dikeluhkan tersebut agar menjadi jelas.

Kata Politisi PKS itu, pemerintah harus dapat menjelaskan secara objektif kualitas BBM Pertalite saat ini. Bahkan ia mengusulkan, menggandeng penilai (assesor) pihak ketiga untuk menjaga objektivitas pemeriksaan kualitas BBM tersebut.


"Tugas Kementeriaan ESDM dan khususnya BPH Migas, kan mengawasi penyediaan dan distribusi migas.Tugas ini harus dijalankan dengan baik untuk melindungi masyarakat dan membuat tentram mereka," kata Mulyanto.

Mulyanto mengaku banyak mendapat laporan dari masyarakat terkait masalah ini. Dalam beberapa kali kunjungan ke daerah pemilihan di wilayah Tangerang Raya, Mulyanto menerima keluhan warga terkait BBM Pertalite yang terasa lebih cepat habis.

Umumnya masyarakat yang mengeluh berprofesi sebagai tukang ojek online. Mereka merasa sejak harga BBM Pertalite dinaikkan, kualitasnya menurun karena lekas habis.

Padahal sebelumnya, dengan jumlah liter yang sama para pekerja di sektor informal tersebut merasa dapat menempuh perjalanan lebih banyak.

Populer

Siaga 98 Desak DPR Kaji Putusan MK Terkait Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 09:41

Kuliah Bukan Bukti Tamat SMA

Senin, 12 Oktober 2026 | 10:55

Parpol seperti Kompak Menolak Bela Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 04:35

Purnawirawan TNI Bersikap Kenegarawanan soal Putusan MK terkait Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 04:50

Bupati Klaten Dikabarkan Terjaring OTT KPK

Kamis, 15 Oktober 2026 | 11:10

Adik dan Orang Kepercayaan Kepala BNPB Suharyanto Dikabarkan Ditetapkan Tersangka KPK

Rabu, 14 Oktober 2026 | 10:12

Pergantian KSAD jadi Sinyal Skenario Baru Penentuan Panglima TNI

Sabtu, 17 Oktober 2026 | 03:02

UPDATE

Prabowo Tegaskan Indonesia Tidak Takut Ancaman MSCI

Rabu, 21 Oktober 2026 | 16:32

Buruh Usul UMP 2027 Naik 9,5 Persen, Ini Respons Menaker

Rabu, 21 Oktober 2026 | 16:20

Ombudsman Ungkap Titik Rawan Korupsi di Layanan Pertanahan dan Kebencanaan

Rabu, 21 Oktober 2026 | 16:19

Kasus CSR BI Jalan di Tempat, MAKI dan ARUKKI Bersiap Ajukan Praperadilan

Rabu, 21 Oktober 2026 | 16:12

Pembenahan MBG hingga Program 3 Juta Rumah jadi PR Besar Prabowo

Rabu, 21 Oktober 2026 | 15:59

Begini Jurus BI Stabilkan Rupiah Hadapi Ancaman MSCI hingga Konflik Geopolitik

Rabu, 21 Oktober 2026 | 15:58

Nusron Hadiri Sidang Kabinet Paripurna setelah Dua Kali Absen Pemeriksaan KPK

Rabu, 21 Oktober 2026 | 15:53

PJJ dan WFH Bisa Jadi Opsi Antisipasi Asap Karhutla

Rabu, 21 Oktober 2026 | 15:53

UU Pelindungan Ketenagakerjaan Masih Diproses Setneg, Yassierli Minta Publik Bersabar

Rabu, 21 Oktober 2026 | 15:50

Event Konser hingga Festival Belanja Jadi Mesin Uang Jakarta

Rabu, 21 Oktober 2026 | 15:48

Selengkapnya