Berita

Ilustrasi/Net

Politik

BNN Pastikan Tak Ada Celah Legalisasi Ganja untuk Medis

RABU, 28 SEPTEMBER 2022 | 17:03 WIB | LAPORAN: AGUS DWI

Peluang ganja mendapat legalisasi untuk keperluan medis sudah tertutup. Mahkamah Konstitusi (MK) pun sudah memutuskan bahwa ganja tak bisa dilegalkan,

"Sudah diputuskan tidak ada celah untuk legalitas ganja, apalagi secara umum. Medis saja tidak, ini sudah final," kata Kepala Bidang Humas Badan Narkotika Nasional (BNN) RI, Riki Yanuarfi, di Banda Aceh, Rabu (28/9).

Meski demikian, BNN tetap menampung wacana legalisasi ganja yang digaungkan oleh sejumlah kalangan masyarakat. Walaupun secara hukum positif dilarang.


"Ya kita jalankan itu, sudah diuji oleh MK," ujar dia.

Yanuarfi menjelaskan, hingga saat ini belum ada pembuktian bahwa kandungan ganja dapat menyembuhkan penyakit secara permanen.

"Jika ada spontanitas itu belum diteliti secara medis," ujar dia, dikutip Kantor Berita RMOLAceh.

Sebelumnya, Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) Aceh sedang merencanakan pembentukan qanun tentang legalisasi ganja untuk kebutuhan medis. Namun, mereka akan mengkaji lebih lanjut wacana ini.

"Maka saya pikir, sebuah keharusan Aceh melakukan sebuah kajian. Ini tentunya akan melahirkan sebuah regulasi. Karena berbicara Aceh adalah bicara qanun," ucap Ketua Komisi V DPR Aceh, M Rizal Falevi Kirani, kepada Kantor Berita RMOLAceh, beberapa waktu lalu.

Falevi Kirani menjelaskan, wacana tersebut muncul setelah ada Peraturan Menteri Kesehatan nomor 16 tahun 2022 yang mengatur tata cara penggunaan narkotika untuk pengembangan ilmu pengetahuan dan teknologi. Peraturan tersebut, kata dia, yang menjadi dasar pihaknya akan mengkaji lebih komprehensif dulu terhadap substansi rencananya legalisasi ganja untuk medis.

"Karena Aceh mempunyai literatur ganja yang komprehensif dan juga memiliki kualitas terbaik di dunia. Tentu harus dikaji untuk membuat sebuah regulasi," ujar dia.

Menurut Falevi, bila terwujud, nantinya ganja medis akan menyumbang pendapatan asli Aceh. Karena akan jadi barang ekspor ke negara lain. Bahkan, kata dia, banyak negara yang tidak bisa tumbuh ganja yang berkualitas seperti di Aceh.

DPR Aceh, lanjut dia, akan mengkaji detail plus dan minus tentang legalisasi ganja medis dengan melibatkan berbagai pihak. Seperti pihak kesehatan dan peneliti.

Tidak hanya itu, dalam waktu dekat pihaknya juga akan memanggil tenaga ahli komisi untuk mengkaji secara regulasi lebih dahulu. Namun secara literatur ganja bukan barang asing dan tabu di Aceh.

"Maka di sinilah hadirnya pemerintah untuk mengatur tersebut sehingga rakyat tidak disalahkan dan sesuai dengan undang-undang yang berlaku," sebut dia.

Populer

Mantan Jubir KPK Tessa Mahardhika Lolos Tiga Besar Calon Direktur Penyelidikan KPK

Rabu, 24 Desember 2025 | 07:26

Kejagung Copot Kajari Kabupaten Tangerang Afrillyanna Purba, Diganti Fajar Gurindro

Kamis, 25 Desember 2025 | 21:48

Sarjan Diduga Terima Proyek Ratusan Miliar dari Bupati Bekasi Sebelum Ade Kuswara

Jumat, 26 Desember 2025 | 14:06

Mantan Wamenaker Noel Ebenezer Rayakan Natal Bersama Istri di Rutan KPK

Kamis, 25 Desember 2025 | 15:01

8 Jenderal TNI AD Pensiun Jelang Pergantian Tahun 2026, Ini Daftarnya

Rabu, 24 Desember 2025 | 21:17

Camat Madiun Minta Maaf Usai Bubarkan Bedah Buku ‘Reset Indonesia’

Selasa, 23 Desember 2025 | 04:16

Adik Kakak di Bekasi Ketiban Rezeki OTT KPK

Senin, 22 Desember 2025 | 17:57

UPDATE

Menhub Perketat Izin Berlayar di Labuan Bajo demi Keamanan Wisata Nataru

Kamis, 01 Januari 2026 | 08:15

Nasib Kenaikan Gaji PNS 2026 Ditentukan Hasil Evaluasi Ekonomi Kuartal I

Kamis, 01 Januari 2026 | 07:58

Cahaya Solidaritas di Langit Sydney: Menyongsong 2026 dalam Dekapan Duka dan Harapan

Kamis, 01 Januari 2026 | 07:40

Refleksi Pasar Ekuitas Eropa 2025: Tahun Kebangkitan Menuju Rekor

Kamis, 01 Januari 2026 | 07:13

Bursa Taiwan Cetak Rekor Tertinggi Sepanjang Sejarah Berkat Lonjakan AI

Kamis, 01 Januari 2026 | 07:02

3.846 Petugas Bersihkan Sampah Tahun Baru

Kamis, 01 Januari 2026 | 06:58

Mustahil KPK Berani Sentuh Jokowi dan Keluarganya

Kamis, 01 Januari 2026 | 06:22

Rakyat Sulit Maafkan Kebohongan Jokowi selama 10 Tahun

Kamis, 01 Januari 2026 | 06:03

Pilkada Lewat DPRD Abaikan Nyawa Demokrasi

Kamis, 01 Januari 2026 | 05:45

Korupsi Era Jokowi Berlangsung Terang Benderang

Kamis, 01 Januari 2026 | 05:21

Selengkapnya