Berita

Ilustrasi/Net

Dunia

Dalam Misi Menyelamatkan Bumi, Pesawat Antariksa NASA Berhasil Tabrak Asteroid

SELASA, 27 SEPTEMBER 2022 | 16:12 WIB | LAPORAN: ALIFIA DWI RAMANDHITA

Pesawat ruang angkasa milik Badan Antariksa Amerika Serikat (NASA) berhasil menabrakkan asteroid dengan kecepatan tinggi dalam misi uji coba pertamanya yang bertujuan untuk menyelamatkan bumi di masa depan.

Siaran langsung yang dilakukan oleh NASA pada Senin malam (27/9) menunjukkan kepada dunia uji pertahanan planet jika asteroid menuju jalur tabrakan dengan planet kita di masa mendatang.

Seperti dimuat Anadolu Agency, pesawat antariksa bernama DART berhasil menabrakkan batu luar angkasa dengan kecepatan 24.140 kilometer per jam. Kecelakaan yang disengaja ini telah direncanakan selama tujuh tahun lamanya oleh NASA, yang telah lama mencari cara untuk melihat apakah asteroid dapat secara manual dibelokkan serta dijauhkan dari bumi, untuk mencegah dampak yang berpotensi menimbulkan bencana di bumi.


Misi DART diluncurkan pada November tahun lalu dari Vandenberg Space Force Base di California. Misi ini mengendalikan pesawat ruang angkasanya untuk diarahkan ke target asteroid yang disebut Dimorphos, yang berjarak 10,5 juta kilometer jauhnya dari bumi.

"Ini adalah demonstrasi teknologi yang sangat sulit yang menghantam asteroid kecil, yang belum pernah kami lihat sebelumnya, dan (kami) melakukannya dengan cara yang spektakuler," kata ilmuwan pemimpin DART Nancy Chabot yang bersemangat, ketika pesawat ruang angkasa itu berhasil menabrak asteroid.

Kini para ilmuwan akan mengambil data yang direkam dari teleskop yang merekam kecelakaan tersebut, untuk melihat perbedaan dari dampak yang dibuat dalam membelokkan lintasan asteroid.

Menurut NASA, tidak ada asteroid yang diketahui lebih besar bentuknya dari 137 meter, yang memiliki peluang signifikan untuk menabrak Bumi selama 100 tahun ke depan.

Populer

Usai Rumah Digeledah, Noor Aflah Diperiksa KPK

Senin, 20 April 2026 | 14:11

China Peringatkan RI Tak Rusak Stabilitas Regional

Sabtu, 18 April 2026 | 02:00

Jaksa Watch Lapor KPK, Ada Dugaan Penyalahgunaan Aset Sitaan Korupsi

Jumat, 17 April 2026 | 17:46

Pengamat Endus Isu Pemakzulan Presiden Didesain Wapres

Kamis, 16 April 2026 | 00:32

Kekesalan JK Dipicu Sikap Gibran dan Serangan Termul

Senin, 20 April 2026 | 12:50

Eksepsi Mardiono terkait Gugatan Muktamar PPP Ditolak PN Jakpus

Kamis, 16 April 2026 | 18:10

Camat hingga Dirut PDAM Kota Madiun Digarap KPK

Kamis, 16 April 2026 | 13:50

UPDATE

Wacana Pileg 2029 Seperti Liga Sepak Bola Mencuat, Partai Baru Tarkam Dulu

Sabtu, 25 April 2026 | 01:54

Bahlil Bungkam soal Isu CPO dan Kenaikan Harga Minyakita

Sabtu, 25 April 2026 | 01:31

Yuddy Chrisnandi Ajak FDI Bangun Dapur MBG di Daerah Tertinggal

Sabtu, 25 April 2026 | 01:08

Optimalisasi Selat Malaka Harus Lewat Infrastruktur Maritim, Bukan Pungut Pajak

Sabtu, 25 April 2026 | 00:51

Kejari Jakbar Fasilitasi Isbat Nikah Massal bagi 26 Pasutri

Sabtu, 25 April 2026 | 00:30

Kemampuan Diplomasi Energi Bahlil Sering Diolok-olok Netizen

Sabtu, 25 April 2026 | 00:09

Kinerja Bareskrim Dinilai Makin Tajam Usai Bongkar Kasus Strategis

Jumat, 24 April 2026 | 23:58

Ketegasan dalam Peradilan Militer Menyangkut Keamanan Negara

Jumat, 24 April 2026 | 23:33

Kebijakan Bahlil Dicap Auto Pilot dan Sering Bahayakan Rakyat

Jumat, 24 April 2026 | 23:09

KPK Diminta Sita Aset Kalla Group Jika Gagal Bayar Proyek PLTA Poso

Jumat, 24 April 2026 | 22:48

Selengkapnya