Berita

José Bono, mantan Menteri Pertahanan Spanyol menyampaikan pidatonya dalam konferensi Internasional yang digelar oleh Gerakan Sahrawi untuk Perdamaian (SMP)/Ist

Dunia

Gerakan Sahrawi untuk Perdamaian Dorong Penyelesaian Konflik Sahara Lewat Dialog

MINGGU, 25 SEPTEMBER 2022 | 06:44 WIB | LAPORAN: ALIFIA DWI RAMANDHITA

Gerakan Sahrawi untuk Perdamaian (SMP) yang dibangun pada 2020 untuk menyelesaikan konflik di Sahara, telah menyelenggarakan konferensi internasional pertamanya pada Kamis (22/9) hingga Jumat (23/9) di Las Palmas, Spanyol.

Konferensi yang dihadiri oleh politisi Spanyol, beberapa syekh, tokoh-tokoh dari Sahara, serta tokoh Mauritania ini diselenggarakan untuk menyerukan perdamaian di Sahara melalui dialog internasional.

Kegiatan ini diresmikan oleh tuan rumah, yaitu Walikota Las Palmas, Augusto Hidalgo, yang dilanjutkan dengan pidato dari mantan ketua parlemen dan mantan Menteri Pertahanan Spanyol, José Bono.  


Jose Bono menyoroti keberanian para pemimpin pertama SMP yang telah bertekad menyelenggarakan pertemuan dialog Sahrawi dan Saharawi.

Jose Bono juga mengungkapkan kekagumannya terhadap Maroko. Ia menyatakan bahwa Maroko adalah satu-satunya negara di dunia Arab yang membangun model terbuka dalam pemajuan HAM di bawah kepemimpinan Raja Mohammed VI.

Di samping itu, ia juga mengingatkan kembali hubungan historis antara Maroko dan Spanyol, dengan mengutip kata-kata dari Raja Hassan II tentang dialog dan bertetangga yang baik.

“Dalam politik, pemenang selalu yang setuju untuk berunding,” ujar José Bono, yang menyinggung kerasnya Front Polisario.

Lebih lanjut, ia mengatakan satu-satunya korban dari konflik yang terjadi ini adalah orang-orang Sahrawi, yang kini tinggal di kamp-kamp Tindouf, yang tak layak.

Sementara itu perwakilan dari Jaringan Persatuan dan Pembangunan di Mauritania, Mohamed Ahmed Val Mauritania turut menyampaikan hubungan antara suku Mauritania dan Sahara Maroko tidak dapat dipatahkan. Pakar hak asasi manusia Mauritania itu berjanji akan menempatkan dirinya sebagai jurubicara bagi semua Sahrawi yang mengalami pelanggaran hak-hak mereka oleh Polisario.

Dalam konferensi ini, para syekh dan tokoh-tokoh dari Sahara bersama-sama menyepakati bahwa Polisario, bukanlah lagi perwakilan yang sah dari penduduk Sahrawi. Perwakilan tradisional yang dipilih dari suku dan syekh disebut sebagai perwakilan yang sah, karena mereka telah menunjukkan kemampuannya untuk dapat menyatukan keluarga Sahrawi di kedua sisi perbatasan.

Para syekh juga menyerukan kepada penduduk Sahrawi untuk turut berkontribusi mencari solusi damai bersama, mengingat bahwa SMP saat ini telah bertaruh pada jalan damai melalui banyaknya dialog-dialog yang dilakukan untuk penyelesaian konflik.

Selain itu, dalam konferensi ini disebutkan bahwa mereka juga akan meminta bantuan kepada masyarakat internasional untuk dapat memberikan kontribusi yang efektif kepada SMP untuk menyelesaikan konflik.

Populer

Usai Rumah Digeledah, Noor Aflah Diperiksa KPK

Senin, 20 April 2026 | 14:11

China Peringatkan RI Tak Rusak Stabilitas Regional

Sabtu, 18 April 2026 | 02:00

Jaksa Watch Lapor KPK, Ada Dugaan Penyalahgunaan Aset Sitaan Korupsi

Jumat, 17 April 2026 | 17:46

Pengamat Endus Isu Pemakzulan Presiden Didesain Wapres

Kamis, 16 April 2026 | 00:32

Kekesalan JK Dipicu Sikap Gibran dan Serangan Termul

Senin, 20 April 2026 | 12:50

Eksepsi Mardiono terkait Gugatan Muktamar PPP Ditolak PN Jakpus

Kamis, 16 April 2026 | 18:10

Camat hingga Dirut PDAM Kota Madiun Digarap KPK

Kamis, 16 April 2026 | 13:50

UPDATE

Wacana Pileg 2029 Seperti Liga Sepak Bola Mencuat, Partai Baru Tarkam Dulu

Sabtu, 25 April 2026 | 01:54

Bahlil Bungkam soal Isu CPO dan Kenaikan Harga Minyakita

Sabtu, 25 April 2026 | 01:31

Yuddy Chrisnandi Ajak FDI Bangun Dapur MBG di Daerah Tertinggal

Sabtu, 25 April 2026 | 01:08

Optimalisasi Selat Malaka Harus Lewat Infrastruktur Maritim, Bukan Pungut Pajak

Sabtu, 25 April 2026 | 00:51

Kejari Jakbar Fasilitasi Isbat Nikah Massal bagi 26 Pasutri

Sabtu, 25 April 2026 | 00:30

Kemampuan Diplomasi Energi Bahlil Sering Diolok-olok Netizen

Sabtu, 25 April 2026 | 00:09

Kinerja Bareskrim Dinilai Makin Tajam Usai Bongkar Kasus Strategis

Jumat, 24 April 2026 | 23:58

Ketegasan dalam Peradilan Militer Menyangkut Keamanan Negara

Jumat, 24 April 2026 | 23:33

Kebijakan Bahlil Dicap Auto Pilot dan Sering Bahayakan Rakyat

Jumat, 24 April 2026 | 23:09

KPK Diminta Sita Aset Kalla Group Jika Gagal Bayar Proyek PLTA Poso

Jumat, 24 April 2026 | 22:48

Selengkapnya