Berita

Ketua Umum Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP), Megawati Soekarnoputri dan Ketua DPP PDIP, Puan Maharani/Net

Politik

Dewan Kolonel Sulit Terwujud Tanpa Restu Megawati

JUMAT, 23 SEPTEMBER 2022 | 09:44 WIB | LAPORAN: RAIZA ANDINI

Dewan Kolonel yang digagas anggota Fraksi PDI Perjuangan di DPR RI diyakini tidak akan berjalan mulus tanpa restu Ketua Umum PDIP, Megawati Soekarnoputri.

Analisa pengamat politik dari Universitas Esa Unggul Jamiludin Ritonga, adanya Dewan Kolonel sejatinya menegaskan sikap PDIP untuk mengusung Puan Maharani sebagai Capres pada Pilpres 2024.

"Dewan Kolonel itu terdiri dari para elite PDIP yang ada di Fraksi PDIP DPR RI. Terbentuknya Dewan Kolonel ini dengan sendirinya diketahui dan direstui Bambang Pacul yang juga sebagai Ketua Bappilu DPP PDIP,” ucap Jamiludin ketika berbincang dengan Kantor Berita Politik RMOL, Jumat (23/9).


Belakangan, Bambang Wuryanto atau dikenal sebagai Bambang Pacul menyebut Dewan Kolonel sebatas guyonan. Selain itu, Megawati juga telah menegaskan gerakan yang diinisiasi oleh anggota Fraksi PDIP, Johan Budi itu tidak termasuk dalam AD ART partai.

Melihat sikap internal partai berlambang banteng ini, Jamiludin menganggap keberadaan Dewan Kolonel akan sulit tanpa ada restu dari Megawati.

"Ketua DPR RI (Puan) pun kiranya sulit memberi restu kalau bukan ada lampu hijau dari ketua umum yang juga ibundanya, Megawati Soekarnoputri,” tutupnya.

Populer

Abu Janda Cs Jangan Sampai Lolos

Minggu, 10 Mei 2026 | 02:00

Profil Achmad Syahri Assidiqi: Legislator Gerindra 'Gamer' Anak Eks DPR RI

Selasa, 12 Mei 2026 | 20:12

Jangan Biarkan Dua Juri Final LCC Lolos dari Sanksi UU ASN

Kamis, 14 Mei 2026 | 12:43

Wali Murid Sekolah Islam Terpadu di Tangerang Korban Investasi Bodong Lapor Polisi

Minggu, 10 Mei 2026 | 02:13

PSI Ketar-ketir Lawan Jusuf Kalla

Jumat, 08 Mei 2026 | 06:47

Inilah Bupati Sitaro Chyntia Ingrid Kalangit yang Diborgol Kejati

Minggu, 10 Mei 2026 | 01:09

Djaka Budi Utama Belum Tentu Bersalah dalam Kasus Suap Bea Cukai

Sabtu, 09 Mei 2026 | 02:59

UPDATE

Habib Syakur Kritik Elite Politik: Demokrasi Jangan Dijadikan Arena Gaduh

Senin, 18 Mei 2026 | 10:20

MK Tegaskan Jakarta Masih Ibu Kota, Pengamat Sebut IKN Hanya Ambisi Jokowi

Senin, 18 Mei 2026 | 10:02

Pakar Soroti Masalah Struktural yang Hambat Investasi Asing ke RI

Senin, 18 Mei 2026 | 09:56

Polemik Muktamar Mathla’ul Anwar Berlanjut ke Pengadilan

Senin, 18 Mei 2026 | 09:51

IHSG Ambles 190 Poin, Rupiah Terpukul ke Rp17.661 per Dolar AS

Senin, 18 Mei 2026 | 09:47

Emas Antam Turun di Awal Pekan, Termurah Rp1,4 Juta

Senin, 18 Mei 2026 | 09:32

Prabowo Tekankan Pangan Harga Mati, Siap Disalahkan Jika Rakyat Kelaparan

Senin, 18 Mei 2026 | 09:22

Awal Pekan, Dolar AS Masih Perkasa di Level 99 Setelah Reli Sengit Akhir Pekan

Senin, 18 Mei 2026 | 09:14

Harga Minyak Dunia Makin Naik, Kembali Sentuh 110 Dolar AS

Senin, 18 Mei 2026 | 08:44

Bursa Asia Tertekan, Kospi Paling Merah

Senin, 18 Mei 2026 | 08:18

Selengkapnya