Berita

Ilustrasi Covid-19/Net

Publika

Di Ujung Labirin Pandemi

RABU, 21 SEPTEMBER 2022 | 07:17 WIB | OLEH: YUDHI HERTANTO

MELEGAKAN! Setidaknya, pernyataan Direktur Jenderal World Health Organization (WHO) Tedros Adhanom, mengisyaratkan era post pandemi.

Dalam evaluasinya, kita memang belum sampai di akhir pandemi, tetapi tampak sudah di depan mata, dan momentum kali ini adalah yang terbaik untuk mengakhiri pandemi.

Pandemi menyisakan banyak kisah, dalam sejarah kehidupan manusia modern. Tidak pernah terbayangkan sebelumnya. Begitu mencekam, termasuk meninggalkan duka.


Bak lorong labirin, pandemi berulang kali membuat kita terkejut, penuh jebakan. Sekaligus membuka mata atas rapuhnya kemajuan yang digadang-gadang manusia.

Ilmu pengetahuan dibuat tidak berkutik di tahap awal, sampai akhirnya pada fase adaptasi, umat manusia mempelajari pandemi, melalui upaya penemuan vaksin.

Sejatinya, pandemi kali ini menguak, betapa banyak ruang misteri kehidupan yang belum banyak dipahami. Bukan tidak mungkin, pandemi kembali berulah di masa depan.

Kemampuan terbesar manusia dalam menghadapi penderitaan sebagaimana pandemi, sesungguhnya tidak terletak pada perkembangan keilmuan, tetapi atas pemaknaan diri manusia itu sendiri.

Persis sebagaimana Victor Frankl, dalam Man's Search for Meaning, 2020, penderitaan hidup kerap tidak dapat dihindari, maka yang dapat dilakukan adalah memberi makna atas penderitaan, sekaligus mengambil pilihan langkah untuk mengatasinya, sehingga dapat menentukan tujuan hidup yang baru.

Sesuai Pidato Presiden dalam rangka HUT ke 77 RI, 2022, yang menyebut bila kondisi dunia saat ini dihantui krisis demi krisis yang terus mengancam, dan untuk itu perlu eling lan waspodo, ingat dan selalu waspada, dimaknai dengan cermat bertindak serta hati-hati melangkah.

Situasi pandemi seharusnya membawa dampak pada kesadaran akan pentingnya sektor kesehatan sebagai prioritas dalam pembangunan.

Slogan yang didengungkan, "Pulih Lebih Cepat, Bangkit Lebih Kuat" sesungguhnya menyandarkan pokok utama untuk keluar dari belitan pandemi, adalah dengan memastikan kesehatan tetap terjaga.

Sayangnya, respon lanjutan atas simpulan tersebut belum termuat secara sistematik bagi langkah selanjutnya. Mengacu pada Pidato Presiden atas RUU APBN 2023, merencanakan nilai porsi anggaran kesehatan sebesar 5.6% dari belanja negara, atau sebesar 169.8 triliun.

Hal itu mencakup anggaran bagi berbagai agenda, diantaranya kelanjutan penanganan pandemi, reformasi sistem kesehatan, percepatan penurunan stunting, serta kesinambungan program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN).

Pandemi diibaratkan layaknya kotak pandora yang terbuka, sehingga memunculkan begitu banyak hal-hal buruk, namun menyisakan satu bintang di dasar kotak yakni harapan. Dengan begitu, kerentanan yang terjadi selama pandemi, menghadirkan harapan akan perbaikan ketahanan kesehatan nasional.

Karenanya, bagi pemangku kebijakan, perlu merumuskan ulang, sekurangnya dalam bidang kesehatan, (i) penguatan kapasitas sistem pelayanan kesehatan publik, (ii) kepastian dukungan anggaran yang mencukupi dalam program kesehatan, dan (iii) menumbuhkan ekosistem industri alat kesehatan lokal.

Momentum jelang pasca pandemi, harus dibarengi dengan kemauan untuk memahami tentang kelemahan yang kita miliki, lantas mempersiapkan apa yang semestinya dilakukan untuk memperbaikinya, dengan itu kita memiliki “kemampuan belajar” dari peristiwa tersebut.

Di ujung labirin tersebut nantinya, kita akan sampai pada kualitas baru sebagai umat manusia. Pandemi sebut Arundhati Roy, novelis India dan pemenang Booker Prize 1997, merupakan portal dan pintu gerbang yang memutus masa lalu, untuk bersiap bagi masa depan yang baru. Pilihannya tergantung kita.

Populer

KSAD Maruli: Saya Minta Maaf dan Bertanggung Jawab

Jumat, 04 September 2026 | 20:28

Advokat Pitra Romadoni Dipanggil Polres Bogor

Rabu, 09 September 2026 | 01:15

Masa Jabatan Gibran Tinggal Hitungan Hari

Kamis, 03 September 2026 | 14:46

Muhadjir Terbitkan Surat Pengalihan Kuota Haji Usai Konsultasi ke Jokowi

Selasa, 01 September 2026 | 15:17

KPK Periksa Karyawan PT SCGU

Selasa, 08 September 2026 | 15:34

MAKI Puji Kerja Senyap Jampidsus Kuntadi Fokus Rampas Aset

Selasa, 01 September 2026 | 01:59

Purbaya Bantah Terima Suap untuk Pertahankan Pejabat Bea Cukai

Sabtu, 05 September 2026 | 16:59

UPDATE

Terbuka Peluang Duetkan Pramono-AHY di 2029

Jumat, 11 September 2026 | 06:21

Komnas Palestina Salurkan 300.000 Liter Air Bersih ke Gaza

Jumat, 11 September 2026 | 06:08

Buku 'Islam Ala Prabowo' Bukan Produk MUI

Jumat, 11 September 2026 | 05:31

Tak Ada Alasan MK Menolak Gugatan Denny Indrayana Cs

Jumat, 11 September 2026 | 05:14

Kemenhaj Tutup Celah Jual Beli Antrean Haji Khusus

Jumat, 11 September 2026 | 05:04

Tiket Termurah Persija vs Persib Rp150 Ribu, Termahal Rp1,5 Juta

Jumat, 11 September 2026 | 04:24

Pansus Papua DPD RI Harus Bongkar Akar Konflik

Jumat, 11 September 2026 | 04:00

Perampasan Aset: Keharusan Hukum vs Kecemasan Publik

Jumat, 11 September 2026 | 03:39

Kudu Yakin Persib Libas Persija 2-0

Jumat, 11 September 2026 | 03:18

Terima Aspirasi Buruh

Jumat, 11 September 2026 | 03:00

Selengkapnya