Berita

Kerusakan akibat gempa di Taiwan/Net

Dunia

Gempa Taiwan Sebabkan Kerusakan Parah, Satu Orang Meninggal Dunia dan Ratusan Terluka

SENIN, 19 SEPTEMBER 2022 | 19:43 WIB | LAPORAN: ALIFIA DWI RAMANDHITA

Gempa besar berkekuatan 6,9 magnitudo yang mengguncang Taiwan pada Minggu (18/9) telah menyebabkan kerusakan parah di beberapa wilayah. Gempa juga menelan satu korban jiwa, dengan ratusan lainnya terluka dan masih terjebak.

Gempa berpusat di pantai tenggara Taiwan, sekitar 50 km utara dari Kota Taitung dengan kedalaman 10 km. Badan Meteorologi Jepang dan Pusat Peringatan Tsunami Pasifik AS sempat mengeluarkan peringatan tsunami di wilayah itu, yang kemudian segera dicabut.

Menurut laporan dari Pemadam Kebakaran Taiwan pada Senin (19/9) satu orang tercatat meninggal dunia, 146 orang luka-luka, dan lebih dari 600 orang terjebak di pegunungan Chike dan Liushishi di Taiwan Timur akibat tanah longsor.


Kerusakan yang cukup serius telah dikonfirmasi di beberapa wilayah. Seperti gedung yang ambruk di Kota Yuli, dengan empat orang yang sempat terjebak di dalam gedung yang berhasil diselamatkan.

Kemudian jembatan Hualien Gaoliao yang hancur dan terbelah menjadi beberapa bagian. Serta enam gerbong yang keluar dari rel di stasiun Dongli, setelah bagian dari kanopi platform itu runtuh.

Sementara gempa juga menyebabkan tanah longsor yang membuat jalan di daerah pegunungan Chike dan Liushishi menjadi terblokir. Tetapi tidak ada korban luka yang dilaporkan, namun petugas penyelamat tengah bekerja untuk membuka kembali jalan tersebut.

Menurut laporan dari biro cuaca, gempa bisa dirasakan di seluruh Taiwan. Bangunan berguncang sebentar di ibu kota Taipei, dan gempa susulan terus mengguncang pulau itu. Taiwan yang terletak di dekat persimpangan dua lempeng tektonik ini membuatnya rentan dilanda gempa bumi.

Populer

Usai Rumah Digeledah, Noor Aflah Diperiksa KPK

Senin, 20 April 2026 | 14:11

China Peringatkan RI Tak Rusak Stabilitas Regional

Sabtu, 18 April 2026 | 02:00

Jaksa Watch Lapor KPK, Ada Dugaan Penyalahgunaan Aset Sitaan Korupsi

Jumat, 17 April 2026 | 17:46

Pengamat Endus Isu Pemakzulan Presiden Didesain Wapres

Kamis, 16 April 2026 | 00:32

Kekesalan JK Dipicu Sikap Gibran dan Serangan Termul

Senin, 20 April 2026 | 12:50

Eksepsi Mardiono terkait Gugatan Muktamar PPP Ditolak PN Jakpus

Kamis, 16 April 2026 | 18:10

Camat hingga Dirut PDAM Kota Madiun Digarap KPK

Kamis, 16 April 2026 | 13:50

UPDATE

Wacana Pileg 2029 Seperti Liga Sepak Bola Mencuat, Partai Baru Tarkam Dulu

Sabtu, 25 April 2026 | 01:54

Bahlil Bungkam soal Isu CPO dan Kenaikan Harga Minyakita

Sabtu, 25 April 2026 | 01:31

Yuddy Chrisnandi Ajak FDI Bangun Dapur MBG di Daerah Tertinggal

Sabtu, 25 April 2026 | 01:08

Optimalisasi Selat Malaka Harus Lewat Infrastruktur Maritim, Bukan Pungut Pajak

Sabtu, 25 April 2026 | 00:51

Kejari Jakbar Fasilitasi Isbat Nikah Massal bagi 26 Pasutri

Sabtu, 25 April 2026 | 00:30

Kemampuan Diplomasi Energi Bahlil Sering Diolok-olok Netizen

Sabtu, 25 April 2026 | 00:09

Kinerja Bareskrim Dinilai Makin Tajam Usai Bongkar Kasus Strategis

Jumat, 24 April 2026 | 23:58

Ketegasan dalam Peradilan Militer Menyangkut Keamanan Negara

Jumat, 24 April 2026 | 23:33

Kebijakan Bahlil Dicap Auto Pilot dan Sering Bahayakan Rakyat

Jumat, 24 April 2026 | 23:09

KPK Diminta Sita Aset Kalla Group Jika Gagal Bayar Proyek PLTA Poso

Jumat, 24 April 2026 | 22:48

Selengkapnya