Berita

Anggota Komisi XI DPR RI, Achmad Hafisz Tohir/Net

Politik

Soal Rencana Kenaikan BBM Subsidi, Legislator PAN: Pemerintah Harusnya Ringankan Beban Rakyat

JUMAT, 02 SEPTEMBER 2022 | 10:06 WIB | LAPORAN: FAISAL ARISTAMA

Rencana pemerintah akan menaikkan harga Bahan Bakar Minyak (BBM) bersubsidi dikritisi sejumlah kalangan. Pasalnya, akan ada efek domino yang dirasakan masyarakat ketika harga BBM jadi naik.

Anggota Komisi XI DPR RI, Achmad Hafisz Tohir mengatakan, kenaikan BBM bersubsidi sangat menyengsarakan rakyat. Tak hanya itu, kenaikan ini juga diyakininya bisa memukul para pelaku usaha kecil menengah (UMKM).

Hafisz menyayangkan bila memang benar pemerintah jadi menaikkan BBM bersubsidi pada September tahun ini. Sabab, rakyat kecil baru saja beranjak memulihkan ekonominya lantaran selama dua tahun terakhir dihantam
pandemi Covid-19.

pandemi Covid-19.

“Harusnya meringankan beban rakyat. Caranya mengendalikan harga BBM untuk rakyat. Dengan kata lain, memberikan tambahan subsidi BBM untuk rakyat miskin sebesar Rp 11,2 trilun,” kata legislator PAN ini melalui keterangannya, Jumat (2/9).

Hafisz juga meminta pemerintah berani melakukan terobosan menekan inflasi. Setidaknya harga pangan bisa terkontrol dan tidak melambung tinggi.

Wakil Ketua Badan Kerja Sama Antar Parlemen (BKSAP) DPR ini menambahkan, pemerintah mestinya fokus pada pembenahan sektor pangan. Ini dipandang lebih konkret ketimbang menaikkan harga BBM.

“Fokus kepada ketahanan pangan karena dunia akan mengarah ke sana pasti. Jangan belok-belok bicara pensiunan menjadi beban negara, itu menyakitkan orang tua kita semua,” tandasnya.

Populer

MA Koreksi Kerugian Negara Kasus Korupsi Timah, Bukan Rp300 Triliun

Sabtu, 08 Agustus 2026 | 22:36

Giliran Kepemimpinan TNI Kembali Diberikan kepada Matra Laut

Sabtu, 08 Agustus 2026 | 06:27

Putusan Eksepsi Dokter Tifa Berujung Antiklimaks

Minggu, 02 Agustus 2026 | 05:20

KPK Konstruksikan Dugaan Fee Rp3,5 Miliar dari Waskita untuk Eks Ketum HIPMI

Minggu, 02 Agustus 2026 | 14:18

Kerumunan Massa saat Jokowi ke NTT Direkayasa

Senin, 03 Agustus 2026 | 13:39

Wewenang Ditjen Bea Cukai Sudah Melampaui Namanya

Minggu, 02 Agustus 2026 | 02:12

Pergantian Panglima TNI, Kapolri, dan Jaksa Agung Jadi Ujian Kekuatan Prabowo

Senin, 03 Agustus 2026 | 18:10

UPDATE

Usulan PPPK Jadi ASN Pusat Sejalan dengan Komitmen Prabowo

Selasa, 11 Agustus 2026 | 10:24

Emas Antam Terbang Rp20.000, Tembus Rp2,71 Juta per Gram Pagi Ini

Selasa, 11 Agustus 2026 | 10:23

Komisi III DPR Minta Penyebar Hoaks Kerusuhan Berbayar Diberantas

Selasa, 11 Agustus 2026 | 10:13

Bukan Cuma Hapus Konten, Penyebar Hoax Harus Diproses Hukum

Selasa, 11 Agustus 2026 | 10:07

Produk Newport Panen Kecaman, Promosi Tukar Hafal Ayat Suci dengan Miras

Selasa, 11 Agustus 2026 | 10:06

Puluhan Ribu Warga Padati Tunas Bumi Fest 2026 di Wonosobo

Selasa, 11 Agustus 2026 | 10:05

Disambut Sholawat, Gus Yaqut Siap Hadapi Sidang Dakwaan Korupsi Kuota Haji

Selasa, 11 Agustus 2026 | 09:56

Pemulihan Ekosistem Harus Dilakukan Secara Serentak

Selasa, 11 Agustus 2026 | 09:54

Trump Media Tekor 238 Juta Dolar AS, Saham Ambruk 8 Persen

Selasa, 11 Agustus 2026 | 09:53

Ruang Amal Indonesia Siapkan 50 Warga Kurang Mampu Tembus Industri Tekstil

Selasa, 11 Agustus 2026 | 09:49

Selengkapnya