Berita

Ilustrasi/Net

Dunia

Kecewa Maroko Tak Hadiri KTT TICAD, Negara-negara Afrika Salahkan Tunisia yang Undang Polisario

RABU, 31 AGUSTUS 2022 | 13:54 WIB | LAPORAN: SARAH MEILIANA GUNAWAN

Negara-negara Afrika menyampaikan kekecewaan atas absennya Maroko dalam pertemuan tingkat tinggi Tokyo International Conference on African Development (TICAD) ke-8 di Tunisia pada 27-28 Agustus lalu.

Sebagai negara yang dipandang memiliki peran kunci di benua, ketidakhadiran Maroko, dalam TICAD ke-8 sangat disayangkan. Telebih negara tersebut merupakan "pilar Afrika" dan anggota terkemuka Uni Afrika.

Alasan di balik ketidakhadiran Maroko adalah munculnya pemimpin milisi separatis Polisario yang diundang oleh Tunisia sebagai tuan rumah.


Ketidakhadiran Maroko juga memicu pertanyaan mengenai relevansi dan legitimasi dari pertemuan tersebut.

Ketika membuka pertemuan, Presiden Senegal sekaligus Ketua Uni Afrika, Macky Sall menyatakan ketidakpuasannya dan menyesalkan tidak adanya Maroko.

Senada dengan sikap Senegal, Republik Afrika Tengah menyayangkan absennya Maroko.

Bahkan Presiden Guinea Bissau sekaligus Presiden Masyarakat Ekonomi Negara-Negara Afrika Barat (ECOWAS) Umaro Sissoco Embalo meninggalkan ruang konferensi.

“Kami menyesalkan ketidakhadiran Kerajaan Maroko dari TICAD-8 menyusul kurangnya konsensus selama negosiasi yang mendahului pertemuan ini,” kata Presiden Burundi Evariste Ndayishimiye.

Dalam nada yang sama, Liberia mengaku terkejut dengan kehadiran delegasi Polisario yang melanggar prosedur TICAD.

“Saya ingin menyampaikan penyesalan kami atas ketidakhadiran Maroko, pilar Afrika untuk masalah kepatuhan terhadap aturan yang ditetapkan sejauh ini untuk penyelenggaraan KTT TICAD ini,” ujar Presiden Kepulauan Komoro, Azali Assoumani.

Populer

Dicurigai Ada Peran Mossad di Balik Pengalihan Tahanan Yaqut

Senin, 23 Maret 2026 | 01:38

Kehadiran Anies di Cikeas Jadi Masalah Serius

Jumat, 27 Maret 2026 | 02:08

SBY Menolak Silaturahmi Lebaran Anies?

Jumat, 27 Maret 2026 | 03:43

Mengapa Kapal Pertamina Tidak Bisa Lewat Selat Hormuz?

Sabtu, 28 Maret 2026 | 02:59

TNI Tegas dalam Kasus Andrie Yunus, Beda dengan Polri

Sabtu, 21 Maret 2026 | 05:03

Polisi Diminta Profesional Tangani Kasus VCS Bupati Lima Puluh Kota

Jumat, 20 Maret 2026 | 00:50

Nasib Hendrik, SPPG Ditutup, 150 Karyawan Diberhentikan

Jumat, 27 Maret 2026 | 06:07

UPDATE

PBB Harus Bertindak Usai TNI Gugur dalam Serangan Israel

Senin, 30 Maret 2026 | 16:08

Apel Perdana Pasca Lebaran, Sekjen DPD Minta Kinerja Pegawai Dipercepat

Senin, 30 Maret 2026 | 16:06

Prajurit TNI Gugur di Lebanon, DPR: Ini Menyakitkan

Senin, 30 Maret 2026 | 16:04

Penerbangan Langsung Tiongkok-Korut Kembali Dibuka Setelah Vakum Enam Tahun

Senin, 30 Maret 2026 | 16:04

Cak Imin Kritik Cara Pandang Aparat dalam Kasus Amsal Sitepu

Senin, 30 Maret 2026 | 16:01

Pemprov DKI Segera Susun Aturan Turunan PP Tunas

Senin, 30 Maret 2026 | 15:53

Lebaran Selesai, Kemenkop Gaspol Operasionalisasi Kopdes Merah Putih

Senin, 30 Maret 2026 | 15:45

Komisi II Kulik Proker hingga Renstra KPU-Bawaslu-DKPP

Senin, 30 Maret 2026 | 15:40

Target Pengesahan RUU Hukum Acara Perdata Masih Abu-Abu

Senin, 30 Maret 2026 | 15:31

Wamenhaj RI Bahas Antisipasi Biaya dan Logistik Haji 2026 dengan Arab Saudi

Senin, 30 Maret 2026 | 15:29

Selengkapnya