Berita

Korps penerbangan angkatan udara dan angkatan laut Komando Teater Timur Tentara Pembebasan Rakyat China/Net

Dunia

Komentari Dua Kapal AS Berlayar di Selat Taiwan, China: Hiburan untuk Taiwan

SENIN, 29 AGUSTUS 2022 | 14:49 WIB | LAPORAN: RENI ERINA

Berlayarnya dua kapal penjelajah kelas Ticonderoga milik AS di Selat Taiwan pada Minggu (28/8) mendapat pengawasan ketat dari Tentara Pembebasan Rakyat China (PLA).

Juru Bicara Komando Teater Timur PLA Shi Yi mengatakan dalam sebuah pernyataan pada Minggu bahwa pasukan komando tetap waspada dan sepenuhnya siap untuk menindak setiap provokasi kapan saja.

Angkatan Laut AS sedang berlayar dengan dua kapal perang melalui Selat Taiwan pada hari Minggu, dalam transit pertama yang dipublikasikan sejak Ketua DPR AS Nancy Pelosi mengunjungi Taiwan pada awal Agustus.


Armada ke-7 AS mengatakan bahwa apa yang dilakukan USS Antietam dan USSChancellorsville adalah transit rutin.

Para ahli militer China juga mengomentari peristiwa tersebut, salah satunya Song Zhongping.

Ia mengatakan bahwa AS tidak akan mampu bertahan seandainya China membalas provokasi mereka di Selat Taiwan.

“Selama masa perang, kapal perang AS, baik kapal penjelajah, perusak atau bahkan kapal induk, tidak dapat bertahan di Selat Taiwan jika mereka mengganggu proses reunifikasi dengan kekuatan, karena mereka terlalu dekat dengan daratan dan tidak dapat bertahan dari serangan yang diluncurkan oleh rudal darat PLA," kata Song kepada media China Global Times.

"Jadi jika Angkatan Laut AS ingin menghalangi PLA, berlayar melalui Selat Taiwan sebenarnya tidak ada gunanya dan tidak berarti," ujarnya.

Dulu, kata para analis, AS biasanya mengirimkan kapal perusak kelas Arleigh Burke, yang lebih kecil dari kapal penjelajah kelas Ticonderoga, untuk melakukan misi tersebut, namun kali ini AS mengirim dua kapal penjelajah, sehingga membuktikan bahwa AS sepenuhnya sadar dan takut akan kemampuan serangan PLA.

Namun, Song menilai, meskipun mengirim dua, kapal penjelajah kelas Ticonderoga adalah kapal perang yang sangat tua dibandingkan dengan Tipe 055 milik PLA yang jauh lebih maju.

"Bahkan dengan mengirim dua kapal penjelajah kali ini, AS masih tidak dapat mengintimidasi China, hanya membuat langkahnya terlihat lebih seperti menunjukkan untuk menghibur otoritas Taiwan yang memisahkan diri yang menaruh harapan besar pada AS untuk memberikan perlindungan," kata Song.

Populer

10 Jalan Febrie Adriansyah Menuju Bebas

Minggu, 19 Juli 2026 | 05:24

Hotman Paris Harus Minta Maaf

Minggu, 19 Juli 2026 | 17:02

Selembar Ijazah Keliling Republik

Rabu, 22 Juli 2026 | 12:00

Hotman Paris Tegaskan Tuduhan Keterlibatan Febrie dalam Kasus Asabri Salah Total

Sabtu, 18 Juli 2026 | 02:58

Permainan Kejagung Terlalu Kasar soal Penghentian Pengumpulan Data Program MBG

Rabu, 15 Juli 2026 | 05:14

Penetapan Tersangka Tetap Sah Meski Belum Diperiksa

Sabtu, 18 Juli 2026 | 12:35

KPK Periksa Pejabat Pemprov Jatim di Kasus Dana Hibah

Senin, 13 Juli 2026 | 14:40

UPDATE

Analisis di Balik Penerimaan Eksepsi Dokter Tifa

Jumat, 24 Juli 2026 | 01:52

Legislator PDIP Desak Pemerintah Benahi Infrastruktur Hulu Migas

Jumat, 24 Juli 2026 | 01:34

Panglima TNI: Perang Narasi Salah Satu Ancaman Paling Berbahaya Saat Ini

Jumat, 24 Juli 2026 | 01:17

PABPDSI Kawal Program Nasional Hingga ke Desa Lewat 8 Satgas Asta Cita

Jumat, 24 Juli 2026 | 00:55

MBG dan Peluang Besar Bangun Ekonomi Desa

Jumat, 24 Juli 2026 | 00:30

Pemerintah Buka Opsi Biayai Utang Proyek Whoosh Pakai Panda Bond

Jumat, 24 Juli 2026 | 00:05

Korupsi Pakan Satwa Rp10,2 Miliar, DPR Minta Eks Dirut KBS Dihukum Berat

Kamis, 23 Juli 2026 | 23:45

Lulus S2 Hukum, Mikael Saragih Ungkap PR Hukum Indonesia Tak Lagi soal Kekurangan UU

Kamis, 23 Juli 2026 | 23:37

BEM Kristiani Se-Indonesia Desak Kejagung Segera Tangkap Febrie Adriansyah

Kamis, 23 Juli 2026 | 23:16

Polri dan FBI Sepakat Perkuat Kerja Sama Penanganan Kejahatan Transnasional

Kamis, 23 Juli 2026 | 23:03

Selengkapnya