Berita

Ilustrasi/Net

Dunia

Taiwan Siap Tembak Jatuh Drone Asal China yang Melanggar Batas Wilayahnya

SENIN, 29 AGUSTUS 2022 | 07:54 WIB | LAPORAN: RENI ERINA

Komando Pertahanan di Kabupaten Kinmen, Taiwan, menegaskan bahwa pihaknya tidak akan segan mengusir pesawat tak berawak asal China dari wilayahnya dan menembak jatuh jika peringatan diabaikan.

Peringatan tersebut datang setelah rekaman video yang diambil dari pesawat tak berawak yang berputar di atas pasukan yang ditempatkan di Kotapraja Lieyu di kabupaten itu beredar di situs microblogging Tiongkok Sina Weibo pada Sabtu (27/8).

"Pasukan telah melihat pesawat tak berawak di atas kotapraja pada hari Sabtu, dan telah menentukan itu menjadi pesawat tak berawak sipil," kata peringatan itu, seperti dikutip dari Taipei Times, Minggu (28/8).


"Sesuai dengan prosedur standar, pasukan menembakkan suar peringatan ke pesawat tak berawak dan bersiaga tinggi," katanya.

Pada 16 Agustus, sebuah video terpisah beredar di Sina Weibo yang menunjukkan pasukan Taiwan melemparkan batu ke pesawat tak berawak China yang memasuki wilayah udara di atas Pulau Erdan.

Insiden itu dikritik oleh Kementerian Pertahanan Nasional sebagai upaya China dalam perang kognitif dan memicu debat publik tentang bagaimana militer harus menanggapi taktik "zona abu-abu" - yang didefinisikan sebagai tindakan koersif yang dilakukan oleh aktor yang tampaknya non-negara atau nonmiliter.

CEO GEOSAT Aerospace & Technology Inc. Lo Cheng-fang mengatakan bahwa tentara tidak perlu ragu untuk menggunakan senjata kontra-drone jika ada yang terlihat di wilayah udara teritorial Taiwan.

"Ketika dihadapkan dengan taktik zona abu-abu China yang provokatif, hal terburuk yang dapat dilakukan Taiwan adalah tidak melakukan apa-apa, karena itu hanya akan mendorong Beijing untuk lebih agresif," katanya.

Populer

Jaksa Belum Yakin Hasil Forensik Ijazah Jokowi

Rabu, 06 Mei 2026 | 18:31

Abu Janda Cs Jangan Sampai Lolos

Minggu, 10 Mei 2026 | 02:00

Sikap Dudung Pasang Badan Bela Seskab Teddy Berlebihan

Rabu, 06 Mei 2026 | 03:39

Profil Achmad Syahri Assidiqi: Legislator Gerindra 'Gamer' Anak Eks DPR RI

Selasa, 12 Mei 2026 | 20:12

Wali Murid Sekolah Islam Terpadu di Tangerang Korban Investasi Bodong Lapor Polisi

Minggu, 10 Mei 2026 | 02:13

Nama Dirjen Bea Cukai Djaka Budi Utama Terseret di Dakwaan Bos Blueray Cargo

Rabu, 06 Mei 2026 | 17:16

PSI Ketar-ketir Lawan Jusuf Kalla

Jumat, 08 Mei 2026 | 06:47

UPDATE

Lazismu Kupas Fikih Dam Haji: Daging Jangan Menumpuk di Satu Titik

Jumat, 15 Mei 2026 | 02:12

Telkom Gandeng ZTE Perkuat Pengembangan Infrastruktur Digital

Jumat, 15 Mei 2026 | 01:51

Menerima Dubes Swedia

Jumat, 15 Mei 2026 | 01:34

DPD Minta Pergub JKA Dikaji Ulang dan Kedepankan Musyawarah di Aceh

Jumat, 15 Mei 2026 | 01:17

Benarkah Negeri ini Dirusak Pak Amien?

Jumat, 15 Mei 2026 | 00:42

Pendidikan Tinggi sebagai Arena Mobilitas Vertikal Simbolik

Jumat, 15 Mei 2026 | 00:37

KNMP Diharapkan Mampu Wujudkan Hilirisasi Perikanan

Jumat, 15 Mei 2026 | 00:22

Tuntutan Seret Jokowi ke Pengadilan terkait Kasus Nadiem Mengemuka

Jumat, 15 Mei 2026 | 00:02

Pembangunan SR Masuk Fase Darurat, Ditarget Rampung Juni 2026

Kamis, 14 Mei 2026 | 23:33

Harga Minyakita Masih Tinggi, Pengangkatan Wamenko Pangan Dinilai Percuma

Kamis, 14 Mei 2026 | 23:18

Selengkapnya