Berita

Tank K2 Black Panther/Net

Dunia

Polandia Beli Tank K2 Black Panther dan Howitzer dari Korea Selatan

MINGGU, 28 AGUSTUS 2022 | 11:25 WIB | LAPORAN: SARAH MEILIANA GUNAWAN

Invasi Rusia ke Ukraina telah membuat Polandia yang bertetangga semakin meningkatkan kewaspadaan. Baru-baru ini, Polandia menandatangani pembelian tank dan howitzer dari Korea Selatan.

Pada Jumat (26/8), dua perusahaan Korea Selatan, Hyundai Rotem Co dan Hanwha Defense dari Hanwha Corp, telah menandatangani kontrak senilai 5,76 miliar dolar AS dengan Polandia.

Kontrak ini merupakan bagian dari kesepakatan senjata terbesar Korea Selatan, yang dicapai bulan lalu dengan Polandia.


Hyundai Rotem Co. akan mengirimkan tank K2 Black Panther, dan Hanwha Defense akan mengirim howitzer self-propelled K9 ke Polandia.

“Karena ekspor pertahanan sangat penting dalam hal berbagi sistem senjata, dukungan logistik timbal balik, dan memperkuat aliansi keamanan, kesepakatan ekspor ini diharapkan dapat berkontribusi pada upaya kami untuk membangun solidaritas dengan negara-negara Eropa dan memperluas batas kemampuan keamanan kami,” kata Defense Acquisition Program Administration (DAPA) Korea Selatan pada Sabtu (27/8).

Menurut Reuters, para pihak belum mengumumkan nilai keseluruhan kesepakatan, yang diperkirakan media Korea Selatan mencapai 20 triliun won.

DAPA menyebut, Polandia setuju untuk membeli 180 tank K2 dan 48 jet tempur FA-50 berdasarkan kesepakatan. Kesepakatan untuk jet diharapkan bulan depan.

Sejak menjabat pada Mei, Presiden Korea Selatan Yoon Suk-yeol telah berjanji untuk meningkatkan kerjasama keamanan dengan negara-negara Eropa.

Komitmen itu diwujudkan ketika Yoon menjadi pemimpin Korea Selatan pertama yang menghadiri pertemuan puncak NATO di Spanyol pada bulan Juni sebagai pengamat.

Populer

Dicurigai Ada Peran Mossad di Balik Pengalihan Tahanan Yaqut

Senin, 23 Maret 2026 | 01:38

Kehadiran Anies di Cikeas Jadi Masalah Serius

Jumat, 27 Maret 2026 | 02:08

SBY Menolak Silaturahmi Lebaran Anies?

Jumat, 27 Maret 2026 | 03:43

Mengapa Kapal Pertamina Tidak Bisa Lewat Selat Hormuz?

Sabtu, 28 Maret 2026 | 02:59

TNI Tegas dalam Kasus Andrie Yunus, Beda dengan Polri

Sabtu, 21 Maret 2026 | 05:03

Polisi Diminta Profesional Tangani Kasus VCS Bupati Lima Puluh Kota

Jumat, 20 Maret 2026 | 00:50

Nasib Hendrik, SPPG Ditutup, 150 Karyawan Diberhentikan

Jumat, 27 Maret 2026 | 06:07

UPDATE

PBB Harus Bertindak Usai TNI Gugur dalam Serangan Israel

Senin, 30 Maret 2026 | 16:08

Apel Perdana Pasca Lebaran, Sekjen DPD Minta Kinerja Pegawai Dipercepat

Senin, 30 Maret 2026 | 16:06

Prajurit TNI Gugur di Lebanon, DPR: Ini Menyakitkan

Senin, 30 Maret 2026 | 16:04

Penerbangan Langsung Tiongkok-Korut Kembali Dibuka Setelah Vakum Enam Tahun

Senin, 30 Maret 2026 | 16:04

Cak Imin Kritik Cara Pandang Aparat dalam Kasus Amsal Sitepu

Senin, 30 Maret 2026 | 16:01

Pemprov DKI Segera Susun Aturan Turunan PP Tunas

Senin, 30 Maret 2026 | 15:53

Lebaran Selesai, Kemenkop Gaspol Operasionalisasi Kopdes Merah Putih

Senin, 30 Maret 2026 | 15:45

Komisi II Kulik Proker hingga Renstra KPU-Bawaslu-DKPP

Senin, 30 Maret 2026 | 15:40

Target Pengesahan RUU Hukum Acara Perdata Masih Abu-Abu

Senin, 30 Maret 2026 | 15:31

Wamenhaj RI Bahas Antisipasi Biaya dan Logistik Haji 2026 dengan Arab Saudi

Senin, 30 Maret 2026 | 15:29

Selengkapnya