Berita

Kepala HAM PBB, Michelle Bachelet/Net

Dunia

Michelle Bachelet Janji Rilis Laporan Pelanggaran HAM Uighur Sebelum 31 Agustus

JUMAT, 26 AGUSTUS 2022 | 15:29 WIB | LAPORAN: SARAH MEILIANA GUNAWAN

Kepala hak asasi manusia (HAM) Perserikatan Bangsa Bangsa (PBB), Michelle Bachelet berjanji akan segera merilis laporan terkait situasi minoritas Uighur di Xinjiang, China.

Bachelet berjanji laporan tersebut akan dirilis pada akhir masa jabatan empat tahunnya yang berakhir pada 31 Agustus mendatang.

"Saya berusaha sangat keras untuk melakukan apa yang dijanjikan," ujarnya pada Kamis (25/8), seperti dikutip Reuters.


Laporan terkait pelanggaran HAM yang dilakukan China terhadap minoritas Muslim di Xinjiang telah dikerjakan oleh PBB selama tiga tahun, dan dijanjikan selama berbulan-bulan untuk dipublikasi.

Tekanan kepada Bachelet untuk mempublikasi laporan tersebut semakin kuat setelah ia mengunjungi Xinjiang pada Mei.

Bachelet mengaku ia membutuhkan waktu untuk mengintegrasikan informasi baru dari kunjungannya dan meninjau isi laporan dari China.

Bulan lalu, Reuters melaporkan China telah meminta Bacheley untuk menghentikan laporan tersebut. Itu terungkap dari surat yang dikirim China dan dikonfirmasi oleh sejumlah diplomat.

Bachelet mengaku telah menerima surat tersebut, namun pihaknya tidak akan menanggapi tekanan yang diberikan.

"Saya berada di bawah tekanan luar biasa untuk menerbitkan atau tidak menerbitkan, tetapi saya tidak akan menerbitkan atau menahan publikasi karena tekanan seperti itu," tegas mantan Presiden Chile itu.

Sejumlah kelompok HAM dan negara-negara Barat meyakini China telah melakukan pelanggaran terhadap Uighur dan minoritas Muslim lainnya di Xinjiang, termasuk penggunaan sistem kerja paksa kamp-kamp interniran.

Amerika Serikat (AS) dan sejumlah negara dengan tegas menuduh China melakukan genosida terhadap Uighur.

Populer

Dicurigai Ada Peran Mossad di Balik Pengalihan Tahanan Yaqut

Senin, 23 Maret 2026 | 01:38

Kehadiran Anies di Cikeas Jadi Masalah Serius

Jumat, 27 Maret 2026 | 02:08

SBY Menolak Silaturahmi Lebaran Anies?

Jumat, 27 Maret 2026 | 03:43

Mengapa Kapal Pertamina Tidak Bisa Lewat Selat Hormuz?

Sabtu, 28 Maret 2026 | 02:59

TNI Tegas dalam Kasus Andrie Yunus, Beda dengan Polri

Sabtu, 21 Maret 2026 | 05:03

Polisi Diminta Profesional Tangani Kasus VCS Bupati Lima Puluh Kota

Jumat, 20 Maret 2026 | 00:50

Nasib Hendrik, SPPG Ditutup, 150 Karyawan Diberhentikan

Jumat, 27 Maret 2026 | 06:07

UPDATE

Serangan terhadap Konvoi Pasukan UNIFIL di Lebanon Tewaskan Dua Personel

Selasa, 31 Maret 2026 | 01:53

Mantan Dirjen PHU Hilman Latief Diduga Terima Duit Ribuan Dolar AS

Selasa, 31 Maret 2026 | 01:36

Sejumlah Kades di Lebak Ngadu ke DPR Minta Segera Wujudkan DOB

Selasa, 31 Maret 2026 | 01:10

Maktour Raup Rp27,8 Miliar dari Permainan Kuota Haji

Selasa, 31 Maret 2026 | 00:55

Pengorbanan TNI Bukti Nyata Komitmen Indonesia Jaga Perdamaian Dunia

Selasa, 31 Maret 2026 | 00:41

Mantan Anak Buah Yaqut Diduga Terima 436 Ribu Dolar AS

Selasa, 31 Maret 2026 | 00:14

Serangan Israel ke Pasukan UNIFIL Pelanggaran Serius Resolusi DK PBB

Selasa, 31 Maret 2026 | 00:01

Tim Garuda Gigit Jari Usai Ditekuk Bulgaria 0-1

Senin, 30 Maret 2026 | 23:33

Kader PDIP Siap Gotong Royong Bantu Keluarga Prajurit TNI Gugur di Lebanon

Senin, 30 Maret 2026 | 23:17

DKI Siap Hadirkan Zebra Cross Standar di Jalan Soepomo Tebet

Senin, 30 Maret 2026 | 22:47

Selengkapnya