Berita

Serangan antara Israel dan Jihad Israel/Net

Dunia

Anggotanya Belum Dibebaskan, Jihad Islam: Israel Langgar Janji Gencatan Senjata

JUMAT, 26 AGUSTUS 2022 | 10:04 WIB | LAPORAN: SARAH MEILIANA GUNAWAN

Kelompok militan Palestina, Jihad Islam, menuduh Israel mengingkari komitmennya atas perjanjian gencatan senjata untuk mengakhiri konflik. Lantaran janji untuk membebaskan anggota Jihad Islam belum terpenuhi.

Tuduhan dilakukan ketika Jihad Islam menggelar demonstrasi serentak di Jalur Gaza, Damaskus, dan Beirut, setelah gencatan senjata disepakati.

"Musuh masih menghindari komitmen yang dibuatnya untuk saudara-saudara kita di Mesir. Pemerintah musuh harus memikul tanggung jawab penuh untuk itu," kata pemimpin Jihad Islam, Ziad Al Nakhala pada Kamis (25/8), seperti dimuat The National.


Israel mengatakan serangan udara yang diluncurkan pada 5 Agustus terhadap posisi Jihad Islam yang didukung Iran di Gaza adalah operasi pencegahan untuk mencegah serangan yang akan segera terjadi.

Sebagai tanggapan, Jihad Islam menembakkan lebih dari 1.000 roket, tetapi banyak di antaranya mengenai lahan pertanian atau dicegat oleh sistem pertahanan udara Israel.

Kementerian Kesehatan mencatat 49 warga Palestina tewas, 17 di antaranya anak-anak, dan lebih dari 350 terluka, di Gaza.

Di Israel, pecahan peluru melukai tiga orang.

Jihad Islam mengatakan gencatan senjata termasuk komitmen Mesir untuk bekerja menuju pembebasan dua tahanan, Bassem Al Saadi, seorang tokoh senior di sayap politik kelompok itu, dan militan Khalil Awawdeh.

Tetapi pada Minggu (21/8), Mahkamah Agung Israel menolak banding untuk membebaskan Awawdeh dari tahanan dengan alasan tentara telah setuju untuk membekukan penahanan administratif sementara dia tinggal di rumah sakit.

Populer

Dicurigai Ada Peran Mossad di Balik Pengalihan Tahanan Yaqut

Senin, 23 Maret 2026 | 01:38

Kehadiran Anies di Cikeas Jadi Masalah Serius

Jumat, 27 Maret 2026 | 02:08

SBY Menolak Silaturahmi Lebaran Anies?

Jumat, 27 Maret 2026 | 03:43

Mengapa Kapal Pertamina Tidak Bisa Lewat Selat Hormuz?

Sabtu, 28 Maret 2026 | 02:59

TNI Tegas dalam Kasus Andrie Yunus, Beda dengan Polri

Sabtu, 21 Maret 2026 | 05:03

Polisi Diminta Profesional Tangani Kasus VCS Bupati Lima Puluh Kota

Jumat, 20 Maret 2026 | 00:50

Nasib Hendrik, SPPG Ditutup, 150 Karyawan Diberhentikan

Jumat, 27 Maret 2026 | 06:07

UPDATE

PBB Harus Bertindak Usai TNI Gugur dalam Serangan Israel

Senin, 30 Maret 2026 | 16:08

Apel Perdana Pasca Lebaran, Sekjen DPD Minta Kinerja Pegawai Dipercepat

Senin, 30 Maret 2026 | 16:06

Prajurit TNI Gugur di Lebanon, DPR: Ini Menyakitkan

Senin, 30 Maret 2026 | 16:04

Penerbangan Langsung Tiongkok-Korut Kembali Dibuka Setelah Vakum Enam Tahun

Senin, 30 Maret 2026 | 16:04

Cak Imin Kritik Cara Pandang Aparat dalam Kasus Amsal Sitepu

Senin, 30 Maret 2026 | 16:01

Pemprov DKI Segera Susun Aturan Turunan PP Tunas

Senin, 30 Maret 2026 | 15:53

Lebaran Selesai, Kemenkop Gaspol Operasionalisasi Kopdes Merah Putih

Senin, 30 Maret 2026 | 15:45

Komisi II Kulik Proker hingga Renstra KPU-Bawaslu-DKPP

Senin, 30 Maret 2026 | 15:40

Target Pengesahan RUU Hukum Acara Perdata Masih Abu-Abu

Senin, 30 Maret 2026 | 15:31

Wamenhaj RI Bahas Antisipasi Biaya dan Logistik Haji 2026 dengan Arab Saudi

Senin, 30 Maret 2026 | 15:29

Selengkapnya