Berita

Pasar grosir gandum di Chandigarh, India/Foto: Reuters

Dunia

Jaga Kestabilan Harga Pasar Domestik, India Batasi Ekspor Tepung Terigu

JUMAT, 26 AGUSTUS 2022 | 06:56 WIB | LAPORAN: RENI ERINA

Dalam upayanya menurunkan harga di pasar domestik, India akhirnya menyetujui kebijakan pembatasan ekspor tepung terigu mereka, terutama atta, tepung gandum khas India.

Pemerintah dalam pernyataannya pada Kamis (25/8) mengatakan bahwa kebijakan tersebut juga dimaksudkan untuk menjaga ketahanan pangan.

“Ada kebijakan untuk tidak melarang atau membatasi ekspor tepung terigu. Oleh karena itu, diperlukan modifikasi sebagian dari kebijakan tersebut, untuk memastikan ketahanan pangan dan mengendalikan kenaikan harga," kata Departemen Perdagangan dan Industri India, dalam sebuah pernyataan seperti dikutip dari Reuters.


Langkah pembatasan dilakukan setelah New Dehli melarang ekspor gandum pada pertengahan Mei lalu demi mengamankan pasokan domestik di tengah gelombang panas yang melanda wilayah-wilayah seperti Punjab, Haryana dan Uttar Pradesh, yang mengancam panen dan membuat harga melonjak ke rekor tertinggi.

Bulan lalu, pemerintah memperpanjang kebijakan untuk tepung terigu, tetapi berhenti melarang ekspornya, sebaliknya menuntut agar pedagang mendapatkan izin sebelum mengirimkan produk ke luar negeri.

Namun, larangan ekspor gandum berdampak pada peningkatan permintaan tepung terigu India dan percepatan ekspor tepung, yang melonjak 200 persen tahun-ke-tahun antara April dan Juli 2022.

Akibatnya, harga di pasar domestik juga melonjak, memaksa pemerintah untuk campur tangan.

Populer

Jaksa Belum Yakin Hasil Forensik Ijazah Jokowi

Rabu, 06 Mei 2026 | 18:31

Abu Janda Cs Jangan Sampai Lolos

Minggu, 10 Mei 2026 | 02:00

Sikap Dudung Pasang Badan Bela Seskab Teddy Berlebihan

Rabu, 06 Mei 2026 | 03:39

Profil Achmad Syahri Assidiqi: Legislator Gerindra 'Gamer' Anak Eks DPR RI

Selasa, 12 Mei 2026 | 20:12

Wali Murid Sekolah Islam Terpadu di Tangerang Korban Investasi Bodong Lapor Polisi

Minggu, 10 Mei 2026 | 02:13

Nama Dirjen Bea Cukai Djaka Budi Utama Terseret di Dakwaan Bos Blueray Cargo

Rabu, 06 Mei 2026 | 17:16

PSI Ketar-ketir Lawan Jusuf Kalla

Jumat, 08 Mei 2026 | 06:47

UPDATE

Lazismu Kupas Fikih Dam Haji: Daging Jangan Menumpuk di Satu Titik

Jumat, 15 Mei 2026 | 02:12

Telkom Gandeng ZTE Perkuat Pengembangan Infrastruktur Digital

Jumat, 15 Mei 2026 | 01:51

Menerima Dubes Swedia

Jumat, 15 Mei 2026 | 01:34

DPD Minta Pergub JKA Dikaji Ulang dan Kedepankan Musyawarah di Aceh

Jumat, 15 Mei 2026 | 01:17

Benarkah Negeri ini Dirusak Pak Amien?

Jumat, 15 Mei 2026 | 00:42

Pendidikan Tinggi sebagai Arena Mobilitas Vertikal Simbolik

Jumat, 15 Mei 2026 | 00:37

KNMP Diharapkan Mampu Wujudkan Hilirisasi Perikanan

Jumat, 15 Mei 2026 | 00:22

Tuntutan Seret Jokowi ke Pengadilan terkait Kasus Nadiem Mengemuka

Jumat, 15 Mei 2026 | 00:02

Pembangunan SR Masuk Fase Darurat, Ditarget Rampung Juni 2026

Kamis, 14 Mei 2026 | 23:33

Harga Minyakita Masih Tinggi, Pengangkatan Wamenko Pangan Dinilai Percuma

Kamis, 14 Mei 2026 | 23:18

Selengkapnya