Berita

Seorang peramal air dengan tongkat dowsing/Net

Dunia

Dilanda Kekeringan, Kota di Italia Gunakan Jasa Pencari Air Tradisional

KAMIS, 25 AGUSTUS 2022 | 07:27 WIB | LAPORAN: RENI ERINA

Di tengah gelombang panas yang sedang melanda seluruh wilayah Eropa, sebuah kota Italia yang dilanda kekeringan menyewa seorang mistikus untuk mencari air tanah dengan bantuan pendulum.

Bajardo, sebuah kota kecil di pantai Liguria dengan kurang dari 350 orang, rela merogoh kocek sebesar 300 euro (sekitar 4,4 juta rupiah) kepada seorang pria bernama Renato Labolani untuk melakukan survei air dengan metode psikis pertanian.

Labolani mempraktikkan dowsing – sebuah metode untuk mendeteksi air tanah dengan menggunakan ranting bercabang, tongkat atau pendulum. Kebanyakan dowser percaya bahwa mereka mengambil getaran alami dari air di bawah tanah.


“Saya menggunakan pendulum yang memberi tahu saya segalanya: di mana air berada, berapa banyak di sana, seberapa dalam,” kata Labolani, yang memiliki pengalaman 30 tahun di lapangan kepada surat kabar Il Foglio, seperti dikutip dari AFP, Rabu (24/8).

“Saya bertanya: berapa banyak (air) di daerah ini? Lima ratus liter, seribu, tiga ribu? Saya berjalan selama pendulum bergerak, dan kemudian bandul itu berhenti," ujarnya.

Walikota Remo Moraglia mengatakan kepada surat kabar yang sama bahwa dia percaya pada Labolani, sambil menyatakan kesiapannya untuk mengeluarkan dana pribadi jika warganya tidak menemukan jumlah air yang cukup.

“Dua dari lima mata air kami telah kering sejak Mei,” kata walikota, menambahkan bahwa Labolani telah menemukan air di kota terdekat Apricale di masa lalu dan telah menemukan dua sumber air di Bajardo.

"Insinyur akan mempelajari apakah sumur dapat digali di tempat yang ditunjukkan oleh dowser," tambahnya.

"Untuk saat ini, itu hanya survei," kata Moraglia.

"Ini seperti seseorang yang pergi ke dokter untuk diberitahu apakah dia baik-baik saja atau tidak," ujarnya.

Seperti bagian Eropa lainnya, Italia terus dilanda gelombang panas yang luar biasa musim panas ini, dengan wilayah Liguria mencatat periode panas terlama di bulan Juli.

Populer

Jaksa Belum Yakin Hasil Forensik Ijazah Jokowi

Rabu, 06 Mei 2026 | 18:31

Abu Janda Cs Jangan Sampai Lolos

Minggu, 10 Mei 2026 | 02:00

Sikap Dudung Pasang Badan Bela Seskab Teddy Berlebihan

Rabu, 06 Mei 2026 | 03:39

Profil Achmad Syahri Assidiqi: Legislator Gerindra 'Gamer' Anak Eks DPR RI

Selasa, 12 Mei 2026 | 20:12

Wali Murid Sekolah Islam Terpadu di Tangerang Korban Investasi Bodong Lapor Polisi

Minggu, 10 Mei 2026 | 02:13

Nama Dirjen Bea Cukai Djaka Budi Utama Terseret di Dakwaan Bos Blueray Cargo

Rabu, 06 Mei 2026 | 17:16

PSI Ketar-ketir Lawan Jusuf Kalla

Jumat, 08 Mei 2026 | 06:47

UPDATE

Lazismu Kupas Fikih Dam Haji: Daging Jangan Menumpuk di Satu Titik

Jumat, 15 Mei 2026 | 02:12

Telkom Gandeng ZTE Perkuat Pengembangan Infrastruktur Digital

Jumat, 15 Mei 2026 | 01:51

Menerima Dubes Swedia

Jumat, 15 Mei 2026 | 01:34

DPD Minta Pergub JKA Dikaji Ulang dan Kedepankan Musyawarah di Aceh

Jumat, 15 Mei 2026 | 01:17

Benarkah Negeri ini Dirusak Pak Amien?

Jumat, 15 Mei 2026 | 00:42

Pendidikan Tinggi sebagai Arena Mobilitas Vertikal Simbolik

Jumat, 15 Mei 2026 | 00:37

KNMP Diharapkan Mampu Wujudkan Hilirisasi Perikanan

Jumat, 15 Mei 2026 | 00:22

Tuntutan Seret Jokowi ke Pengadilan terkait Kasus Nadiem Mengemuka

Jumat, 15 Mei 2026 | 00:02

Pembangunan SR Masuk Fase Darurat, Ditarget Rampung Juni 2026

Kamis, 14 Mei 2026 | 23:33

Harga Minyakita Masih Tinggi, Pengangkatan Wamenko Pangan Dinilai Percuma

Kamis, 14 Mei 2026 | 23:18

Selengkapnya