Berita

Dugong/Net

Dunia

Tidak Ada Catatan Keberadaan Sejak 2008, Beijing Nyatakan Dugong Telah Punah

KAMIS, 25 AGUSTUS 2022 | 06:24 WIB | LAPORAN: RENI ERINA

Pemerintah China pada Rabu mengeluarkan pernyataan bahwa dugong, salah satu mamalia laut yang dilindungi, sebagai hewan yang telah punah di negaranya.

Penelitian yang dilakukan oleh Zoological Society of London dan Chinese Academy of Sciences mengatakan dampak penangkapan ikan, serangan kapal, dan hilangnya habitat yang dipicu oleh aktivitas manusia telah mendorong penurunan jumlah hewan yang telah berkurang sejak tahun 1970-an.

Studi ini menemukan tidak ada catatan keberadaan dugong di China sejak 2008.


“Studi baru kami menunjukkan bukti kuat tentang hilangnya spesies mamalia air karismatik lainnya di China – sayangnya, sekali lagi didorong oleh aktivitas manusia yang tidak berkelanjutan,” kata Profesor Samuel Turvey dari Institut Zoologi ZSL, dalam jurnal Royal Society Open Science, seperti dikutip dari The National, Rabu (24/8).

"Ketidakhadiran mereka tidak hanya akan berdampak pada fungsi ekosistem, tetapi juga berfungsi sebagai peringatan - pengingat serius bahwa kepunahan dapat terjadi sebelum tindakan konservasi yang efektif dikembangkan," lanjutnya.

Habitat dugong terancam oleh degradasi habitat tumbuhan lamun yang sering kali disebabkan oleh pembangunan pesisir atau pencemaran air. Jika kekurangan rumput laut untuk dimakan, dugong tidak akan berkembang biak secara normal.

Makhluk yang ditemukan di lebih dari 30 negara itu dikenal sebagai 'sapi laut' karena kebiasaannya merumput di lamun laut.

Hewan ini Biasanya ditemukan di perairan pantai dan terdaftar sebagai hewan rentan oleh International Union for Conservation of Nature.

Populer

10 Jalan Febrie Adriansyah Menuju Bebas

Minggu, 19 Juli 2026 | 05:24

Selembar Ijazah Keliling Republik

Rabu, 22 Juli 2026 | 12:00

Hotman Paris Harus Minta Maaf

Minggu, 19 Juli 2026 | 17:02

Hotman Paris Tegaskan Tuduhan Keterlibatan Febrie dalam Kasus Asabri Salah Total

Sabtu, 18 Juli 2026 | 02:58

Permainan Kejagung Terlalu Kasar soal Penghentian Pengumpulan Data Program MBG

Rabu, 15 Juli 2026 | 05:14

Penetapan Tersangka Tetap Sah Meski Belum Diperiksa

Sabtu, 18 Juli 2026 | 12:35

Ahli Waris Laporkan Dugaan Aset Tak Wajar Mantan Pejabat Negara ke KPK

Rabu, 22 Juli 2026 | 16:58

UPDATE

Jaksa Agung Resmi Lantik Kuntadi sebagai Pengganti Febrie

Jumat, 24 Juli 2026 | 12:25

Wasekjen AMPI: Hasil Rapat Pleno IX Cacat Hukum dan Tak Punya Legitimasi

Jumat, 24 Juli 2026 | 12:23

Danantara Mulai Bentuk Perusahaan Manajemen Aset Raksasa

Jumat, 24 Juli 2026 | 12:15

Samsung Galaxy Z Fold 8 Hadirkan Desain Tipis dan Performa Tangguh

Jumat, 24 Juli 2026 | 11:55

Indonesia Kecam Serangan terhadap Kapal Komersial di Laut Merah

Jumat, 24 Juli 2026 | 11:34

Perbaikan SDN Kebayoran Lama Selatan 09 Jadi PR Bersama

Jumat, 24 Juli 2026 | 11:32

Panda Bond RI Laris, Pemerintah Raup Rp18,5 Triliun

Jumat, 24 Juli 2026 | 11:27

Kemunculan Kabinet Bayangan Konsekuensi dari Demokrasi

Jumat, 24 Juli 2026 | 11:04

Iran: Trump akan Hadapi Konsekuensi jika Serangan AS Berlanjut

Jumat, 24 Juli 2026 | 11:04

Dude Harlino Kembalikan Honor Rp5,25 Miliar dari PT DSI, Sebut Bentuk Kepedulian untuk Korban

Jumat, 24 Juli 2026 | 10:50

Selengkapnya