Berita

Ilustrasi/Net

Dunia

Kecam Kunjungan Pejabat Jepang ke Taiwan, China Ingatkan Sejarah Kolonialisme

RABU, 24 AGUSTUS 2022 | 13:36 WIB | LAPORAN: RENI ERINA

Belum reda kemarahan Beijing atas kunjungan sejumlah pejabat AS ke Taiwan, mereka kembali dibuat geram dengan langkah serupa yang dilakukan Jepang. Kementerian Luar Negeri China bahkan menyebut langkah itu sebagai sesuatu yang mengerikan.

Keiji Furuya, anggota parlemen Partai Demokrat Liberal Jepang yang juga Ketua Dewan Konsultasi Anggota Diet Jepang-ROC, berada di Taiwan untuk kunjungan tiga hari, mulai 22 hingga 24 Agustus dan akan bertemu Tsai Ing-wen.

"Furuya telah mengunjungi Taiwan dengan mengabaikan langkah tegas Tiongkok, dan sangat mencampuri urusan dalam negeri Tiongkok. Dia secara terang-terangan melanggar prinsip satu China dan semangat empat dokumen politik Tiongkok-Jepang dan mengirimkan sinyal yang sangat salah kepada Pasukan separatis kemerdekaan Taiwan," kata seorang juru bicara kementerian dalam sebuah pernyataan, seperti dikutip dari CGTN, Rabu (24/8).


Juru bicara itu menambahkan China akan mengambil langkah tegas dan kuat untuk mempertahankan kedaulatan nasional dan integritas teritorial mereka.

Jepang, kata jubir, pernah menahan Taiwan di bawah pemerintahan kolonialnya selama setengah abad.

"Jepang secara historis bertanggung jawab atas kesalahan seriusnya kepada orang-orang China dan memiliki lebih banyak alasan untuk berhati-hati dalam kata-kata dan perbuatannya," katanya.

Juru bicara itu juga menyebutkan politisi Jepang tertentu, untuk mencari keuntungan politik yang egois, telah berkolusi dengan kekuatan kemerdekaan Taiwan untuk membuat aksi politik seperti yang dilakukan beberapa orang lainnya.

"Pemerintah Jepang berkomplot dalam manipulasi politik semacam itu untuk merusak kedaulatan dan integritas teritorial China" tambah juru bicara itu.

"Perilaku mengingkari komitmen seseorang dengan niat jahat seperti itu pasti akan gagal dan tidak akan menghentikan proses bersejarah reunifikasi lengkap China," ujarnya.

Juru bicara itu kemudian mendesak pihak Jepang untuk merenungkan secara mendalam peristiwa-peristiwa sejarah, mematuhi prinsip-prinsip empat dokumen politik China-Jepang dan komitmen yang telah dibuatnya, berhenti membuat provokasi dan berhenti menimbulkan masalah terkait masalah Taiwan.

"Jepang tidak boleh mengarungi air berlumpur dan mencari keuntungan egois di Selat Taiwan," juru bicara itu menekankan, memperingatkan Jepang untuk tidak melangkah lebih jauh ke jalan yang salah.

Tak hanya Kemenlu China, Kantor Urusan Taiwan Dewan Negara pada hari Selasa juga menyatakan penentangan tegasnya terhadap kunjungan anggota parlemen Jepang.

Juru bicara Ma Xiaoguang mendesak pihak Jepang untuk memiliki refleksi mendalam tentang sejarah, menghargai kepekaan besar dari pertanyaan Taiwan dan bertindak dengan hati-hati atas pertanyaan Taiwan.

Ma juga memperingatkan Partai Progresif Demokratik bahwa provokasi dalam kolusi dengan kekuatan eksternal untuk mencari kemerdekaan Taiwan akan menemui kegagalan.

Populer

Jaksa Belum Yakin Hasil Forensik Ijazah Jokowi

Rabu, 06 Mei 2026 | 18:31

Abu Janda Cs Jangan Sampai Lolos

Minggu, 10 Mei 2026 | 02:00

Sikap Dudung Pasang Badan Bela Seskab Teddy Berlebihan

Rabu, 06 Mei 2026 | 03:39

Profil Achmad Syahri Assidiqi: Legislator Gerindra 'Gamer' Anak Eks DPR RI

Selasa, 12 Mei 2026 | 20:12

Wali Murid Sekolah Islam Terpadu di Tangerang Korban Investasi Bodong Lapor Polisi

Minggu, 10 Mei 2026 | 02:13

Nama Dirjen Bea Cukai Djaka Budi Utama Terseret di Dakwaan Bos Blueray Cargo

Rabu, 06 Mei 2026 | 17:16

PSI Ketar-ketir Lawan Jusuf Kalla

Jumat, 08 Mei 2026 | 06:47

UPDATE

Lazismu Kupas Fikih Dam Haji: Daging Jangan Menumpuk di Satu Titik

Jumat, 15 Mei 2026 | 02:12

Telkom Gandeng ZTE Perkuat Pengembangan Infrastruktur Digital

Jumat, 15 Mei 2026 | 01:51

Menerima Dubes Swedia

Jumat, 15 Mei 2026 | 01:34

DPD Minta Pergub JKA Dikaji Ulang dan Kedepankan Musyawarah di Aceh

Jumat, 15 Mei 2026 | 01:17

Benarkah Negeri ini Dirusak Pak Amien?

Jumat, 15 Mei 2026 | 00:42

Pendidikan Tinggi sebagai Arena Mobilitas Vertikal Simbolik

Jumat, 15 Mei 2026 | 00:37

KNMP Diharapkan Mampu Wujudkan Hilirisasi Perikanan

Jumat, 15 Mei 2026 | 00:22

Tuntutan Seret Jokowi ke Pengadilan terkait Kasus Nadiem Mengemuka

Jumat, 15 Mei 2026 | 00:02

Pembangunan SR Masuk Fase Darurat, Ditarget Rampung Juni 2026

Kamis, 14 Mei 2026 | 23:33

Harga Minyakita Masih Tinggi, Pengangkatan Wamenko Pangan Dinilai Percuma

Kamis, 14 Mei 2026 | 23:18

Selengkapnya