Berita

Polisi berada di lokasi serangan bom mobil yang menewaskan Darya Dugina, puteri dari tokoh kepercayaan Presiden Rusia Vladimir/Net

Dunia

Pelaku Pembunuhan Darya Dugina Masuk dalam Pencarian Orang

SELASA, 23 AGUSTUS 2022 | 06:03 WIB | LAPORAN: RENI ERINA

Polisi masih terus mendalami kasus serangan bom mobil yang menewaskan Darya Dugina, puteri dari tokoh kepercayaan Presiden Rusia Vladimir Putin.

Layanan keamanan federal Rusia FSB mengumumkan telah mengetahui siapa dalang di balik serangan mematikan itu.

Dalam pernyataannya pada Senin (22/8), FSB mengatakan, serangan itu disiapkan oleh dinas rahasia Ukraina. Pelaku - seorang warga negara Ukraina yang diidentifikasi sebagai Natalia Vovk - telah melarikan diri ke Estonia. FSB telah memasukkannya dalam daftar pencarian orang.


"Warga Ukraina Natalia Vovk, yang melarikan diri ke Estonia setelah melakukan pembunuhan Darya Dugina, akan dimasukkan ke dalam daftar orang yang dicari dan diminta ekstradisinya," kata FSB, seperti dikutip dari TASS.

Vork, kelahiran 1979, tiba di Rusia pada 23 Juli bersama dengan putrinya, Sofya Shaban, yang berusia 12 tahun.

"Pada hari pembunuhan itu, Vovk dan Shaban menghadiri festival sastra dan musik, di mana Dugina hadir sebagai tamu kehormatan," kata FSB.

Polisi menduga, Untuk merencanakan pembunuhan dan mengumpulkan informasi tentang Dugina, Vovk dan putrinya menyewa sebuah apartemen di Moskow di gedung yang sama dengan tempat tinggal korban.

Untuk memata-matai korban, pelaku menggunakan kendaraan dengan nomor pelat yang berbeda-beda.

Darya Dugina, puteri dari Alexander Dugin, pria yang dikenal dengan propaganda Rusia dan dikenal sebagai "otak" Presiden Rusia Vladimir Putin, tewas dalam serangan bom pada Sabtu malam (20/8).

Wanita 29 tahun itu adalah seorang wartawan dan salah satu individu yang mendapat sanksi dari Inggris karena kerap muncul sebagai kontributor disinformasi yang terkait dengan Ukraina.

Dugina berada di mobil ayahnya malam itu, ketika mobil tersebut meledak di dekat Desa Velyki Vyazomy di pinggiran kota Moskow. Mobil terbakar hebat. Dugina tidak sempat menyelamatkan diri.

Banyak yang menduga ledakan itu ditujukan untuk ayahnya, yang tidak berada di dalam kendaraan ketika itu terjadi.

Alat peledak telah ditanam di bagian bawah kendaraan di sisi pengemudi. Dugina, yang mengemudikan mobil, tewas di tempat.

Penasihat presiden Ukraina Mykhailo Podolyak membantah keterlibatan Ukraina dalam pemboman itu. Dalam sebuah tweet, ia menolak klaim FSB sebagai fiktif, merujuk pada mereka sebagai bagian dari pertikaian antara dinas keamanan Rusia. 

Populer

Mantan Jubir KPK Tessa Mahardhika Lolos Tiga Besar Calon Direktur Penyelidikan KPK

Rabu, 24 Desember 2025 | 07:26

Kejagung Copot Kajari Kabupaten Tangerang Afrillyanna Purba, Diganti Fajar Gurindro

Kamis, 25 Desember 2025 | 21:48

Sarjan Diduga Terima Proyek Ratusan Miliar dari Bupati Bekasi Sebelum Ade Kuswara

Jumat, 26 Desember 2025 | 14:06

Mantan Wamenaker Noel Ebenezer Rayakan Natal Bersama Istri di Rutan KPK

Kamis, 25 Desember 2025 | 15:01

8 Jenderal TNI AD Pensiun Jelang Pergantian Tahun 2026, Ini Daftarnya

Rabu, 24 Desember 2025 | 21:17

Camat Madiun Minta Maaf Usai Bubarkan Bedah Buku ‘Reset Indonesia’

Selasa, 23 Desember 2025 | 04:16

Adik Kakak di Bekasi Ketiban Rezeki OTT KPK

Senin, 22 Desember 2025 | 17:57

UPDATE

BSI Tutup 2025 dengan Syukur dan Spirit Kemanusiaan

Kamis, 01 Januari 2026 | 18:11

KUHP Baru Hambat Penuntasan Pelanggaran HAM Berat

Kamis, 01 Januari 2026 | 18:10

TNI AL Gercep Selamatkan Awak Speedboat Tenggelam di Perairan Karimun

Kamis, 01 Januari 2026 | 17:58

BNPB Laporkan 1.050 Huntara Selesai Dibangun di Aceh

Kamis, 01 Januari 2026 | 17:55

Indonesia Menjadi Presiden HAM PBB: Internasionalisme Indonesia 2.O

Kamis, 01 Januari 2026 | 17:51

Prabowo Ungkap Minat Swasta Manfaatkan Endapan Lumpur Bencana Aceh

Kamis, 01 Januari 2026 | 17:46

YLBHI: Pasal-pasal di KUHP Baru Ancam Kebebasan Berpendapat

Kamis, 01 Januari 2026 | 17:39

Satgas Pemulihan Bencana Harus Hadir di Lapangan Bukan Sekadar Ruang Rapat

Kamis, 01 Januari 2026 | 17:19

Saatnya Indonesia Mengubah Cara Mengelola Bencana

Kamis, 01 Januari 2026 | 17:11

Purbaya Klaim Ekonomi Membaik, Tak Ada Lagi Demo di Jalan

Kamis, 01 Januari 2026 | 17:11

Selengkapnya