Berita

Ilustrasi/Net

Dunia

Mayoritas Warga Australia Mengaku Takut China Menyerang Negara Mereka

SENIN, 22 AGUSTUS 2022 | 14:41 WIB | LAPORAN: RENI ERINA

Kekhawatiran rakyat Australia bahwa China akan menyerang negara mereka diyakini lebih besar dibanding ketakutan yang dirasakan warga Taiwan.

Hal itu diketahui lewat survei terbaru yang dilakukan Institut Australia, menunjukkan bahwa satu dari 10 warga Australia percaya China akan menyerang negara mereka.

Jumlah ini dua kali lipat lebih banyak jika dibandingkan dengan kekhawatirtan warga Taiwan yang takut akan serangan serupa.


Direktur program urusan internasional dan keamanan institut itu, Allan Behm, mengatakan hasil penelitian menunjukkan ketakutan telah mempengaruhi opini publik Australia.

"Penelitian ini menunjukkan bahwa retorika tentang China dan ketakutan di sekitar risiko perang telah berdampak pada opini publik," kata Behm, seperti dikutip dari 9News, Senin (22/8).

"Sungguh mencengangkan bahwa orang Australia lebih takut akan serangan dari China daripada orang Taiwan," ujarnya.

Survei terbaru muncul di tengah meningkatnya ancaman serangan China ke Taiwan menyusul kunjungan Ketua DPR AS Nancy Pelosi dan sejumlah pejabat tinggi Amerika ke pulau yang telah lama diklaim oleh Beijing itu.

Baru-baru ini Duta Besar China untuk Australia Xiao Qian dalam pidatonya di National Press Club mengatakan "tidak ada kompromi" di Taiwan, dan bahwa 1,4 miliar penduduk negaranya akan memutuskan masa depannya.

Dia juga mengatakan bahwa 23 juta orang yang tinggal di Taiwan akan menjalani pendidikan ulang tentang China setelah bersatu kembali.

Populer

Jaksa Belum Yakin Hasil Forensik Ijazah Jokowi

Rabu, 06 Mei 2026 | 18:31

Abu Janda Cs Jangan Sampai Lolos

Minggu, 10 Mei 2026 | 02:00

Sikap Dudung Pasang Badan Bela Seskab Teddy Berlebihan

Rabu, 06 Mei 2026 | 03:39

Profil Achmad Syahri Assidiqi: Legislator Gerindra 'Gamer' Anak Eks DPR RI

Selasa, 12 Mei 2026 | 20:12

Wali Murid Sekolah Islam Terpadu di Tangerang Korban Investasi Bodong Lapor Polisi

Minggu, 10 Mei 2026 | 02:13

Nama Dirjen Bea Cukai Djaka Budi Utama Terseret di Dakwaan Bos Blueray Cargo

Rabu, 06 Mei 2026 | 17:16

PSI Ketar-ketir Lawan Jusuf Kalla

Jumat, 08 Mei 2026 | 06:47

UPDATE

Lazismu Kupas Fikih Dam Haji: Daging Jangan Menumpuk di Satu Titik

Jumat, 15 Mei 2026 | 02:12

Telkom Gandeng ZTE Perkuat Pengembangan Infrastruktur Digital

Jumat, 15 Mei 2026 | 01:51

Menerima Dubes Swedia

Jumat, 15 Mei 2026 | 01:34

DPD Minta Pergub JKA Dikaji Ulang dan Kedepankan Musyawarah di Aceh

Jumat, 15 Mei 2026 | 01:17

Benarkah Negeri ini Dirusak Pak Amien?

Jumat, 15 Mei 2026 | 00:42

Pendidikan Tinggi sebagai Arena Mobilitas Vertikal Simbolik

Jumat, 15 Mei 2026 | 00:37

KNMP Diharapkan Mampu Wujudkan Hilirisasi Perikanan

Jumat, 15 Mei 2026 | 00:22

Tuntutan Seret Jokowi ke Pengadilan terkait Kasus Nadiem Mengemuka

Jumat, 15 Mei 2026 | 00:02

Pembangunan SR Masuk Fase Darurat, Ditarget Rampung Juni 2026

Kamis, 14 Mei 2026 | 23:33

Harga Minyakita Masih Tinggi, Pengangkatan Wamenko Pangan Dinilai Percuma

Kamis, 14 Mei 2026 | 23:18

Selengkapnya