Berita

Latihan Swift Response 22 di Pusat Pelatihan Militer Krivolak di Negotino, 12 Mei 2022, yang melibatkan 4.600 tentara dari Makedonia Utara, Albania, Montenegro, Yunani , Italia, serta Prancis, Inggris, dan AS.

Dunia

Serang Pabrik Militer, Tiga Terduga Mata-mata Kremlin Ditangkap di Albania

SENIN, 22 AGUSTUS 2022 | 11:42 WIB | LAPORAN: RENI ERINA

Pihak berwenang Albania menangkap tiga terduga mata-mata Kremlin setelah melakukan serangan ke sebuah pabrik militer.

Laporan media mengatakan, ketiganya melakukan serangan pada Sabtu (20/8) dengan menggunakan apa yang diyakini sebagai bahan kimia yang menyebabkan penjaga terluka.

Para tersangka, dua orang Rusia dan satu warga negara Ukraina, ditahan sementara dua penjaga Albania dirawat di rumah sakit dan dirawat karena cedera mata mereka.


Salah satu tersangka, seorang pria berusia 24 tahun yang diidentifikasi sebagai MZ, terlihat dengan kamera ketika ia mencoba untuk mengambil foto perimeter pabrik senjata di kota Gramsh, Albania.

Tersangka melompati pagar pabrik Gramsh, yang digunakan untuk membongkar senjata telantar, dan menyerang penjaga yang menghadangnya dengan menyemprotkan zat pelumpuh saraf, demikian pengumuman dari Cekin Miitary Plant di Gramsh.

"Warga Rusia bereaksi secara fisik dan dia juga menggunakan semprotan yang melukai dua tentara, yang berhasil memperingatkan polisi," kata Menteri Pertahanan Albania Niko Peleshi setelah mengunjungi tentara di rumah sakit, seperti dikutip dari AFP, Senin (22/8).

Seorang warga Rusia lainnya berusia 33 tahun yang diidentifikasi sebagai ST dan seorang Ukraina berusia 25 tahun yang diidentifikasi sebagai FA juga ditangkap di sebuah mobil di dekat pabrik.

Perdana Menteri Albania Edi Rama mengatakan ketiganya diduga melakukan spionase.

“Sungguh kebanggaan bagi para pengawal militer yang menetralisir tiga orang yang diduga melakukan spionase. Sekarang mari kita tunggu klarifikasi lengkap dari peristiwa ini," kata Rama di Twitter, memuji kedua penjaga yang berhasil menangkap pelaku.

Ini bukan pertama kalinya mata-mata Rusia yang dicurigai berusaha menyusup ke Albania, yang telah menjadi anggota NATO sejak 2009, untuk pengumpulan atau serangan intelijen militer.

Tahun lalu, dua orang Rusia tertangkap membawa drone di perimeter luar pangkalan udara Kucova.

Dalam kedua kasus, agen Rusia yang dicurigai memasuki negara itu sebagai turis di bawah aturan yang memungkinkan orang Rusia memasuki negara Balkan tanpa visa untuk periode liburan musim panas, sebuah celah yang sekarang didorong untuk dihapuskan.

Albania merupakan pendukung kuat kedaulatan Ukraina. Dalam pertemuan dengan kepala NATO Jens Stoltenberg pada bulan Juli, Perdana Menteri Albania Rama menyatakan dukungannya.

"Kami berdiri dalam solidaritas penuh dengan Ukraina, dan tentu saja musuh bahkan tanpa mengatakan bahwa dukungan kami untuk kedaulatan dan integritas teritorial Ukraina, dalam batas-batas yang diakui secara internasional dari Ukraina, tetap teguh seperti biasanya," kata Rama.

Albania juga merupakan salah satu parlemen sekutu pertama yang meratifikasi tawaran NATO Swedia dan Finlandia, sebuah langkah yang meningkatkan ketegangan dengan Rusia.

Populer

Jaksa Belum Yakin Hasil Forensik Ijazah Jokowi

Rabu, 06 Mei 2026 | 18:31

Abu Janda Cs Jangan Sampai Lolos

Minggu, 10 Mei 2026 | 02:00

Sikap Dudung Pasang Badan Bela Seskab Teddy Berlebihan

Rabu, 06 Mei 2026 | 03:39

Profil Achmad Syahri Assidiqi: Legislator Gerindra 'Gamer' Anak Eks DPR RI

Selasa, 12 Mei 2026 | 20:12

Wali Murid Sekolah Islam Terpadu di Tangerang Korban Investasi Bodong Lapor Polisi

Minggu, 10 Mei 2026 | 02:13

Nama Dirjen Bea Cukai Djaka Budi Utama Terseret di Dakwaan Bos Blueray Cargo

Rabu, 06 Mei 2026 | 17:16

PSI Ketar-ketir Lawan Jusuf Kalla

Jumat, 08 Mei 2026 | 06:47

UPDATE

Lazismu Kupas Fikih Dam Haji: Daging Jangan Menumpuk di Satu Titik

Jumat, 15 Mei 2026 | 02:12

Telkom Gandeng ZTE Perkuat Pengembangan Infrastruktur Digital

Jumat, 15 Mei 2026 | 01:51

Menerima Dubes Swedia

Jumat, 15 Mei 2026 | 01:34

DPD Minta Pergub JKA Dikaji Ulang dan Kedepankan Musyawarah di Aceh

Jumat, 15 Mei 2026 | 01:17

Benarkah Negeri ini Dirusak Pak Amien?

Jumat, 15 Mei 2026 | 00:42

Pendidikan Tinggi sebagai Arena Mobilitas Vertikal Simbolik

Jumat, 15 Mei 2026 | 00:37

KNMP Diharapkan Mampu Wujudkan Hilirisasi Perikanan

Jumat, 15 Mei 2026 | 00:22

Tuntutan Seret Jokowi ke Pengadilan terkait Kasus Nadiem Mengemuka

Jumat, 15 Mei 2026 | 00:02

Pembangunan SR Masuk Fase Darurat, Ditarget Rampung Juni 2026

Kamis, 14 Mei 2026 | 23:33

Harga Minyakita Masih Tinggi, Pengangkatan Wamenko Pangan Dinilai Percuma

Kamis, 14 Mei 2026 | 23:18

Selengkapnya