Berita

Ilustrasi/Net

Dunia

Pejabat Militer Inggris Kembali Ingatkan Pasukan untuk Bersiap Hadapi Rusia

SENIN, 22 AGUSTUS 2022 | 09:07 WIB | LAPORAN: RENI ERINA

Di tengah konflik yang belum mereda antara Ukraina dan Rusia, pasukan Inggris diperintahkan untuk bersiap melawan Rusia serta mempersiapkan keluarga mereka untuk kemungkinan penempatan yang diperpanjang.

Saran tersebut disampaikan Bintara Tinggi Inggris Paul Carney dalam sebuah tulisan di majalah Soldier.

Dia mengatakan dunia telah berubah sejak invasi Vladimir Putin ke Ukraina pada Februari lalu, dan pasukan Inggris harus siap menghadapi kenyataan baru.


"Saya ingin kita semua memeriksa bahwa kita sehat secara fisik untuk operasi ini," katanya, seperti dikutip dari Daily Record, Senin (22/8).

Ia menambahkan bahwa semua pasukan Inggris agar mempersiapkan orang-orang terkasih dan keluarga, atas kemungkinan terburuk. Orang-orang terkasih dan keluarga adalah yang seringkali memiliki peran terberat dalam ketidakhadiran mereka.

Bisa jadi, dalam operasi kali ini, pasukan akan kehilangan kontak dengan keluarga dan orang terkasih dalam waktu yang lama. Penyebaran bisa jadi akan meluas, dan personel pasokan harus siap ditempatkan di titik mana pun dalam operasi menghadapi Rusia ini.

Pernyataan Carney datang setelah kepala Staf Umum Inggris, Jenderal Patrick Sanders, mengatakan pada Juni lalu bahwa Angkatan Darat Inggris memandang Rusia sebagai lawan utama berikutnya.

“Ada keharusan untuk membentuk Angkatan Darat yang mampu bertempur bersama sekutu kami dan mengalahkan Rusia," tulis Sanders dalam sebuah surat.

“Kami adalah generasi yang harus kembali mempersiapkan Angkatan Darat untuk berperang di Eropa," ujarnya.

Inggris telah memberikan bantuan militer untuk Ukraina sebesar 2,3 miliar poundsterling (setara 2,7 miliar dolar AS) sejak operasi militer Rusia yang dimulai pada Februari. Pasukan Inggris saat ini sedang melatih rekrutan Ukraina di Inggris, dan badan-badan intelijennya diduga berbagi informasi dengan rekan-rekan Ukraina mereka.

Inggris adalah anggota aliansi NATO, dan jika Inggris terlibat dalam perang terbuka dengan Rusia, 29 negara anggota blok lainnya, termasuk AS, akan diwajibkan untuk terlibat konflik.

Namun, ada 'pertanyaan serius' tentang bagaimana Inggris akan benar-benar berperang, karena negara itu, bersama dengan AS, Prancis, dan kekuatan Barat lainnya, mulai mengurangi pertahanannya. The Daily Express menulis, dengan pengurangan itu, tentu saja berdampak pada kemampuan menyerang.

Populer

Jaksa Belum Yakin Hasil Forensik Ijazah Jokowi

Rabu, 06 Mei 2026 | 18:31

Abu Janda Cs Jangan Sampai Lolos

Minggu, 10 Mei 2026 | 02:00

Sikap Dudung Pasang Badan Bela Seskab Teddy Berlebihan

Rabu, 06 Mei 2026 | 03:39

Profil Achmad Syahri Assidiqi: Legislator Gerindra 'Gamer' Anak Eks DPR RI

Selasa, 12 Mei 2026 | 20:12

Wali Murid Sekolah Islam Terpadu di Tangerang Korban Investasi Bodong Lapor Polisi

Minggu, 10 Mei 2026 | 02:13

Nama Dirjen Bea Cukai Djaka Budi Utama Terseret di Dakwaan Bos Blueray Cargo

Rabu, 06 Mei 2026 | 17:16

PSI Ketar-ketir Lawan Jusuf Kalla

Jumat, 08 Mei 2026 | 06:47

UPDATE

Lazismu Kupas Fikih Dam Haji: Daging Jangan Menumpuk di Satu Titik

Jumat, 15 Mei 2026 | 02:12

Telkom Gandeng ZTE Perkuat Pengembangan Infrastruktur Digital

Jumat, 15 Mei 2026 | 01:51

Menerima Dubes Swedia

Jumat, 15 Mei 2026 | 01:34

DPD Minta Pergub JKA Dikaji Ulang dan Kedepankan Musyawarah di Aceh

Jumat, 15 Mei 2026 | 01:17

Benarkah Negeri ini Dirusak Pak Amien?

Jumat, 15 Mei 2026 | 00:42

Pendidikan Tinggi sebagai Arena Mobilitas Vertikal Simbolik

Jumat, 15 Mei 2026 | 00:37

KNMP Diharapkan Mampu Wujudkan Hilirisasi Perikanan

Jumat, 15 Mei 2026 | 00:22

Tuntutan Seret Jokowi ke Pengadilan terkait Kasus Nadiem Mengemuka

Jumat, 15 Mei 2026 | 00:02

Pembangunan SR Masuk Fase Darurat, Ditarget Rampung Juni 2026

Kamis, 14 Mei 2026 | 23:33

Harga Minyakita Masih Tinggi, Pengangkatan Wamenko Pangan Dinilai Percuma

Kamis, 14 Mei 2026 | 23:18

Selengkapnya