Berita

Tentara Rusia/Net

Dunia

Banyak Prajuritnya Jatuh Sakit, Rusia Tuduh Ukraina Sebar Racun

MINGGU, 21 AGUSTUS 2022 | 06:56 WIB | LAPORAN: SARAH MEILIANA GUNAWAN

Rusia menuduh Ukraina telah meracuni beberapa prajuritnya yang saat ini menguasai Zaporizhzhia di tenggara Ukraina. Saat ini, Moskow mengaku tengah mempersiapkan bukti atas tuduhan tersebut.

Kementerian Pertahanan Rusia pada Sabtu (20/8) mengatakan sejumlah prajurit mereka telah dilarikan ke rumah sakit militer dengan tanda-tanda keracunan serius pada 31 Juli.

Hasil tes menunjukkan adanya zat beracun berupa toksin botulinum tipe B, di dalam tubuh mereka.


"Mengenai fakta terorisme kimia yang disetujui oleh rezim (Presiden Ukraina Volodymyr) Zelensky, Rusia sedang mempersiapkan bukti pendukung dengan hasil semua analisis," kata Kemhan Rusia.

Dimuat Reuters, tidak disebutkan bukti apa yang disiapkan. Sementara jumlah prajurit yang keracunan dan kondisi mereka tidak diketahui.

Toksin botulinum tipe B adalah neurotoksin yang dapat menyebabkan botulisme ketika tertelan dalam produk makanan yang sebelumnya terkontaminasi, tetapi juga dapat digunakan secara medis.

Seorang penasihat kementerian dalam negeri Ukraina mengatakan sebagai tanggapan bahwa dugaan keracunan itu mungkin disebabkan oleh pasukan Rusia yang memakan daging kaleng yang kadaluwarsa.

Di sisi lain, Kementerian Dalam Negeri Ukraina membantah hal tersebut. Alih-alih, Kyiv mengatakan keracunan yang dialami pasukan Rusia kemungkinan disebabkan daging kaleng kadaluarsa yang mereka konsumsi.

"(Kemhan Rusia) tidak mengklarifikasi apakah keracunan itu mungkin disebabkan oleh daging kaleng kadaluarsa, di mana toksin botulinum sering ditemukan," kata penasihat Kemendagri Ukraina, Anton Gerashchenko di Telegram.

"Ransum yang terlambat telah banyak dikeluhkan oleh pasukan pendudukan sejak hari-hari pertama invasi Rusia ke Ukraina,” imbuhnya.

Selain kasus ini, Rusia juga telah mencurigai Ukraina atas jatuh sakitnya Volodymyr Saldo. Ia adalah mantan walikota Kherson yang ditunjuk oleh Rusia untuk memimpin wilayah itu sejak invasi. Namun Saldo jatuh sakit pada awal Agustus.

Populer

Dicurigai Ada Peran Mossad di Balik Pengalihan Tahanan Yaqut

Senin, 23 Maret 2026 | 01:38

Kehadiran Anies di Cikeas Jadi Masalah Serius

Jumat, 27 Maret 2026 | 02:08

SBY Menolak Silaturahmi Lebaran Anies?

Jumat, 27 Maret 2026 | 03:43

Mengapa Kapal Pertamina Tidak Bisa Lewat Selat Hormuz?

Sabtu, 28 Maret 2026 | 02:59

TNI Tegas dalam Kasus Andrie Yunus, Beda dengan Polri

Sabtu, 21 Maret 2026 | 05:03

Polisi Diminta Profesional Tangani Kasus VCS Bupati Lima Puluh Kota

Jumat, 20 Maret 2026 | 00:50

Nasib Hendrik, SPPG Ditutup, 150 Karyawan Diberhentikan

Jumat, 27 Maret 2026 | 06:07

UPDATE

Serangan terhadap Konvoi Pasukan UNIFIL di Lebanon Tewaskan Dua Personel

Selasa, 31 Maret 2026 | 01:53

Mantan Dirjen PHU Hilman Latief Diduga Terima Duit Ribuan Dolar AS

Selasa, 31 Maret 2026 | 01:36

Sejumlah Kades di Lebak Ngadu ke DPR Minta Segera Wujudkan DOB

Selasa, 31 Maret 2026 | 01:10

Maktour Raup Rp27,8 Miliar dari Permainan Kuota Haji

Selasa, 31 Maret 2026 | 00:55

Pengorbanan TNI Bukti Nyata Komitmen Indonesia Jaga Perdamaian Dunia

Selasa, 31 Maret 2026 | 00:41

Mantan Anak Buah Yaqut Diduga Terima 436 Ribu Dolar AS

Selasa, 31 Maret 2026 | 00:14

Serangan Israel ke Pasukan UNIFIL Pelanggaran Serius Resolusi DK PBB

Selasa, 31 Maret 2026 | 00:01

Tim Garuda Gigit Jari Usai Ditekuk Bulgaria 0-1

Senin, 30 Maret 2026 | 23:33

Kader PDIP Siap Gotong Royong Bantu Keluarga Prajurit TNI Gugur di Lebanon

Senin, 30 Maret 2026 | 23:17

DKI Siap Hadirkan Zebra Cross Standar di Jalan Soepomo Tebet

Senin, 30 Maret 2026 | 22:47

Selengkapnya