Berita

Situasi di sekitar Hotel Hayat di Mogadishu, Somalia saat dikepung oleh kelompok pemberontak Al Shabaab pada Jumat, 19 Agustus 2022/Net

Dunia

Pengepungan Hotel Somalia oleh Al Shabaab Masuki Hari Kedua, Pasukan Paramiliter Khusus Dikerahkan

MINGGU, 21 AGUSTUS 2022 | 05:59 WIB | LAPORAN: SARAH MEILIANA GUNAWAN

Pengepungan Hotel Hayat di ibukota Somalia, Mogadishu oleh kelompok pemberontak Al Shabaab telah memasuki hari kedua pada Sabtu malam (20/8) waktu setempat.

Sejumlah sandera yang tidak diketahui jumlahnya berada di lantai dua gedung, sementara pihak berwenang berusaha untuk membebaskan mereka dalam kurun waktu 24 jam.

Perwira intelijen bernama Mohammed mengatakan jumlah korban tewas saat ini telah bertambah menjadi 12 orang.


"Sejauh ini kami telah mengonfirmasi 12 orang, kebanyakan warga sipil, tewas," ujarnya, seperti dikutip Reuters.

Stasiun televisi setempat melaporkan saat pengepungan memasuki hari kedua, pihak berwenang telah mengamankan 95 persen bangunan.

Keberadaan sandera membuat pihak berwenang tidak bisa menggunakan senjata berat. Alhasil mereka, termasuk pasukan paramiliter khusus anti-pemberontak Gaashan dikerahkan masuk ke dalam hotel.

Serangan terjadi ketika penyerang meledakkan jalan ke Hotel Hayat pada Jumat malam (19/8) dengan dua bom mobil sebelum melepaskan tembakan.

Mereka juga mengebom tangga untuk mempersulit akses ke lantai tertentu. Ledakan itu mengirimkan gumpalan asap besar pada Jumat malam, dan suara tembakan masih terdengar di seluruh ibukota pada Sabtu malam.

Sebagian besar hotel dihancurkan oleh pertempuran.

Serangan ini menjadi insiden besar pertama sejak Presiden Hassan Sheikh Mohamud menjabat pada Mei.

Kelompok Al Shabaab yang terkait dengan Al Qaeda mengaku bertanggung jawab atas serangan itu.

Al Shabaab sendiri telah berjuang untuk menggulingkan pemerintah Somalia selama lebih dari 10 tahun, dan berusaha mendirikan negara Islam.

Sementara itu, Hotel Hayat adalah tempat yang populer di kalangan anggota parlemen dan pejabat pemerintah lainnya. Tidak ada informasi segera tentang apakah ada di antara mereka yang terperangkap dalam pengepungan.

Populer

Menyorot Nuansa Politis Penetapan Direksi Pelindo

Senin, 02 Maret 2026 | 06:59

Harga Tiket Pesawat Kembali Tidak Masuk Akal

Selasa, 03 Maret 2026 | 03:51

Harianto Badjoeri Dikenal Dermawan

Senin, 23 Februari 2026 | 01:19

Rusia dan China akan Dukung Iran dari Belakang Layar

Minggu, 01 Maret 2026 | 04:20

Kecelakaan Moge di Kulon Progo, Istri Bos Rokok HS Meninggal

Senin, 02 Maret 2026 | 18:54

10.060 Jemaah Umrah Telah Kembali ke Tanah Air

Kamis, 05 Maret 2026 | 09:09

Jokowi Lebih Jago dari Shah Ruh Khan soal Main Drama

Senin, 23 Februari 2026 | 03:31

UPDATE

Polri Evaluasi Penggunaan Senpi Buntut Kasus Iptu N di Makassar

Jumat, 06 Maret 2026 | 01:58

Luhut Usul Pembentukan Satgas Khusus Imbas Konflik Israel-Iran

Jumat, 06 Maret 2026 | 01:39

Selebgram Klaim Dijadikan Tersangka dan Ngadu ke Kapolri

Jumat, 06 Maret 2026 | 01:10

Perang Timur Tengah Siap-siap Bikin APBN Babak Belur

Jumat, 06 Maret 2026 | 00:55

Warga Temukan Bayi Mungil Ditemani Sepucuk Surat di Gerobak Nasi Uduk

Jumat, 06 Maret 2026 | 00:31

Iran Pertegas Kembali Fatwa Haramkan Senjata Nuklir

Jumat, 06 Maret 2026 | 00:08

Berikut Jadwal One Way hingga Contra Flow di Tol Trans Jawa saat Mudik

Kamis, 05 Maret 2026 | 23:45

Luhut: Spirit Rakyat Iran Tidak Pernah Goyang

Kamis, 05 Maret 2026 | 23:21

Rapimnas IKA-PMII, Bedah Dampak Gejolak Timteng Terhadap Ekonomi RI

Kamis, 05 Maret 2026 | 23:05

50 Lansia Dhuafa di Depok Terima Santunan Ramadan

Kamis, 05 Maret 2026 | 22:58

Selengkapnya