Berita

Gedung Pengadilan Federal di Alexandria, Virginia, AS/Net

Dunia

Anggota ISIS "The Beatles" Divonis Penjara Seumur Hidup Tanpa Pembebasan Bersyarat

SABTU, 20 AGUSTUS 2022 | 13:54 WIB | LAPORAN: RENI ERINA

Pengadilan Amerika Serikat akhirnya menjatuhkan vonis hukuman penjara seumur hidup kepada El Shafee Elsheikh (33), seorang anggota sel ISIS yang dikenal sebagai "The Beatles" pada Jumat (19/8) waktu setempat.

Hakim Pengadilan Distrik Alexandria TS Ellis yang menghukum Elsheikh seumur hidup tanpa pembebasan bersyarat, menyebut perilakunya mengerikan, biadab, brutal, dan tentu saja kriminal.

Elsheikh, yang lahir di Sudan dan dibesarkan di London, dituduh bersekongkol untuk membunuh empat sandera Amerika, James Foley, Steven Sotloff, Peter Kassig dan Kayla Mueller.


Foley dan Sotloff, keduanya wartawan, dan Kassig, seorang pekerja bantuan, tewas dalam pemenggalan yang direkam dalam sebuah video.

Sementara itu Mueller diperkosa berulang kali oleh al-Baghdadi sebelum kematiannya di Suriah.

Kematian Foley, Sotloff dan Kassig dikonfirmasi pada tahun 2014; Kematian Ms Mueller dikonfirmasi pada awal 2015.

Elsheikh muncul di ruang sidang federal di Alexandria, Virginia, pada hari Jumat mengenakan jumpsuit abu-abu, masker wajah dan kacamata.

Keluarga dan teman-teman korban diminta membuat pernyataan di depan hakim.

"Kebencian benar-benar menguasai kemanusiaan Anda," kata ibunda Foley, Diane, yang kemudian menangis, seperti dikutip dari Reuters, Sabtu (20/8).

"Aku kasihan padamu. Aku berdoa waktumu di penjara akan memberimu waktu untuk merenung," ujarnya.

Salah satu korban selamat, fotografer Denmark Daniel Rye Ottosen yang dibebaskan setelah membayar uang tebusan, mengatakan saat-saat terburuk adalah ketika dirinya sedang sendirian selama dan setelah penahanan.

"Sekarang saya tahu saya hanya bisa berkonsentrasi pada rasa sakit saya, yang jauh lebih mudah daripada sendirian dengan pikiran Anda," katanya.

April lalu hakim menyimpulkan bahwa Elsheikh, yang kewarganegaraan Inggrisnya dicabut pada tahun 2018 adalah bagian dari sel ISIS, yang dijuluki "The Beatles" karena aksen bahasa Inggris mereka.

Sumber intelijen dan video grafis yang diposting online menunjukkan bahwa anggota kelompok itu terlibat dalam pemenggalan setidaknya 29 sandera termasuk tiga orang Amerika di wilayah Timur Tengah di mana kelompok militan itu melakukan kontrol.

Pada puncak kekuasaannya dari 2014-2017, ISIS menguasai jutaan orang dan mengaku bertanggung jawab atau mengilhami serangan di puluhan kota di seluruh dunia.

Pemimpinnya, Abu Bakr al-Baghdadi, mendeklarasikan kekhalifahan lebih dari seperempat Irak dan Suriah pada 2014, sebelum ia terbunuh dalam serangan oleh pasukan khusus AS di Suriah pada 2019 ketika kekuasaan kelompok itu runtuh.

Elsheikh tidak berbicara selama sidang hari Jumat. Pengacaranya, Zachary Deubler, mengatakan Elsheikh akan mengajukan banding atas hukumannya.

Anggota sel lainnya, Alexanda Kotey, dijatuhi hukuman penjara seumur hidup oleh hakim AS awal tahun ini.

Kotey ditahan di Irak oleh militer AS sebelum diterbangkan ke AS untuk diadili. Dia mengaku bersalah September lalu atas pembunuhan Mr Foley, Mr Sotloff, Mr Kassig dan Ms Mueller.

Anggota ketiga kelompok itu, Mohammed Emwazi, tewas dalam serangan rudal AS-Inggris di Suriah pada 2015.

Aine Lesley Davis, yang diyakini sebagai anggota keempat kelompok tersebut, ditangkap dan dijatuhi hukuman di Turki sebelum dideportasi ke Inggris di mana ia didakwa dengan pelanggaran terorisme.

Beberapa mantan sandera, dibebaskan oleh sel setelah negosiasi yang berlarut-larut, bersaksi selama persidangan tentang penyiksaan yang mereka alami. Anggota keluarga dari mereka yang terbunuh juga ikut bersaksi.

Populer

Jaksa Belum Yakin Hasil Forensik Ijazah Jokowi

Rabu, 06 Mei 2026 | 18:31

Abu Janda Cs Jangan Sampai Lolos

Minggu, 10 Mei 2026 | 02:00

Sikap Dudung Pasang Badan Bela Seskab Teddy Berlebihan

Rabu, 06 Mei 2026 | 03:39

Profil Achmad Syahri Assidiqi: Legislator Gerindra 'Gamer' Anak Eks DPR RI

Selasa, 12 Mei 2026 | 20:12

Wali Murid Sekolah Islam Terpadu di Tangerang Korban Investasi Bodong Lapor Polisi

Minggu, 10 Mei 2026 | 02:13

Nama Dirjen Bea Cukai Djaka Budi Utama Terseret di Dakwaan Bos Blueray Cargo

Rabu, 06 Mei 2026 | 17:16

PSI Ketar-ketir Lawan Jusuf Kalla

Jumat, 08 Mei 2026 | 06:47

UPDATE

Lazismu Kupas Fikih Dam Haji: Daging Jangan Menumpuk di Satu Titik

Jumat, 15 Mei 2026 | 02:12

Telkom Gandeng ZTE Perkuat Pengembangan Infrastruktur Digital

Jumat, 15 Mei 2026 | 01:51

Menerima Dubes Swedia

Jumat, 15 Mei 2026 | 01:34

DPD Minta Pergub JKA Dikaji Ulang dan Kedepankan Musyawarah di Aceh

Jumat, 15 Mei 2026 | 01:17

Benarkah Negeri ini Dirusak Pak Amien?

Jumat, 15 Mei 2026 | 00:42

Pendidikan Tinggi sebagai Arena Mobilitas Vertikal Simbolik

Jumat, 15 Mei 2026 | 00:37

KNMP Diharapkan Mampu Wujudkan Hilirisasi Perikanan

Jumat, 15 Mei 2026 | 00:22

Tuntutan Seret Jokowi ke Pengadilan terkait Kasus Nadiem Mengemuka

Jumat, 15 Mei 2026 | 00:02

Pembangunan SR Masuk Fase Darurat, Ditarget Rampung Juni 2026

Kamis, 14 Mei 2026 | 23:33

Harga Minyakita Masih Tinggi, Pengangkatan Wamenko Pangan Dinilai Percuma

Kamis, 14 Mei 2026 | 23:18

Selengkapnya