Berita

Ketua Umum Partai Nasdem Surya Paloh/Net

Politik

Puji Pidato Presiden Jokowi, Surya Paloh: Politik Identitas Pasti Ada Saja

SELASA, 16 AGUSTUS 2022 | 13:54 WIB | LAPORAN: RAIZA ANDINI

Presiden Joko Widodo menitipkan pesan agar pelaksanaan Pemilu Serentak 2024 mendatang tidak disusupi dengan polarisasi dan politik agama yang dapat memecah belah bangsa.

Bagi Ketua Umum Partai Nasdem Surya Paloh, pesan Presiden Joko Widodo tersebut sangat baik dan memiliki pesan moral yang kuat. Apalagi, Indonesia sudah memiliki pengalaman begitu beratnya menghadapi polarisasi pada Pemilu 2019 lalu.

"Bagus sekali lah, baik semuanya baik. Itu kan pesan moral yang ditujukan kepada kita semua," kata Surya Paloh di Gedung Nusantara I, Komplek Parlemen, Senayan, Selasa (16/8).


Menurutnya, apa yang disampaikan Jokowi adalah pengingat dini bahwa politik identitas itu akan membawa dampak buruk dan merusak sendi-sendi kesatuan Indonesia.

Hanya saja, dia juga mengakui bahwa membutuhkan usaha ekstra untuk bisa memastikan politik identitas ataupun politik agama benar-benar tidak muncul dalam gelaran politik.

"Politik identitas itu pasti ada saja, politik identitas Yang dimaksud beliau (Jokowi) itu mungkin yang merusak, yang membenturkan semangat dan nilai persatuan kita dengan kepentingan kelompok identitas sendiri," tuturnya.

"Itu saya pikir pesan moralnya di sana. Jadi, semua pidatonya bagus," pungkasnya.

Populer

Menko Yusril: Mundur dari Jabatan, Tak Gugurkan Tanggung Jawab Hukum Mashudi

Jumat, 02 Oktober 2026 | 19:13

Firli Bahuri Sandang Gelar Doktor Hukum, Raih Gelar Summa Cumlaude

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 16:33

Legislator PAN Minta Menteri Imipas Tangguhkan Pengunduran Diri Dirjenpas Mashudi

Jumat, 02 Oktober 2026 | 17:36

Gaji 26 Wantimpres Prabowo Tembus Rp1,9 Miliar Tiap Bulan, Belum Termasuk Fasilitas

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 19:06

Jenderal Dedi Langsung Tancap Gas Siapkan Struktur Organisasi BRAN

Jumat, 02 Oktober 2026 | 01:43

Suyudi Pede Gusur Puluhan Pati-Pamen Loyalis Listyo

Selasa, 06 Oktober 2026 | 05:09

Pergantian Kapolri untuk Antisipasi Putusan MK soal Gibran

Kamis, 01 Oktober 2026 | 18:19

UPDATE

Pengusaha Tembakau Dicecar KPK soal Dugaan Gratifikasi Oknum Bea Cukai

Sabtu, 10 Oktober 2026 | 00:41

Resmi Dilantik, 13 Pengurus DPD Peradi Profesional Siap Kawal Keadilan di Sulsel

Sabtu, 10 Oktober 2026 | 00:13

Sekolah Tahfidz Al-Qur’an Puan Maharani Mulai Dibangun di Malang

Sabtu, 10 Oktober 2026 | 00:10

Perbup Bogor soal Site Plan jadi Sorotan Usai Kasus HGB Summarecon Bergulir

Jumat, 09 Oktober 2026 | 23:49

BEI Tagih Penjelasan Emiten Haji Isam soal Gadai Saham ke Bank Mandiri

Jumat, 09 Oktober 2026 | 23:24

Rocky Gerung Dicurigai Sengaja Dipasang untuk Serang Gibran dari Dalam Kekuasaan

Jumat, 09 Oktober 2026 | 22:42

Kasus TPPU Rita Widyasari Menyeret Bos Dealer VW-Audi

Jumat, 09 Oktober 2026 | 22:28

Penyederhanaan BUMN: Pengaturan Outsourcing Lewat Anak Perusahaan Jadi Sorotan

Jumat, 09 Oktober 2026 | 22:18

PDIP soal Ijazah Gibran: Anak dan Bapak Masalahnya Sama Saja

Jumat, 09 Oktober 2026 | 21:57

Pegawai Bea Cukai Dedi Congor Mangkir Lagi

Jumat, 09 Oktober 2026 | 21:42

Selengkapnya