Berita

Dosen ilmu politik Universitas Nasional, Andi Yusran/RMOL

Politik

Andi Yusran: Jauh Lebih Mulia Tunda IKN Ketimbang Tunda Pemilu 2024

KAMIS, 11 AGUSTUS 2022 | 05:29 WIB | LAPORAN: ANGGA ULUNG TRANGGANA

Besarnya biaya Pemilu disebabkan oleh sikap pemerintah yang tetap bertahan untuk menggunakan model pemilu konvensional.

Di sisi lain, sudah ada ide dari Komisi Pemilihan Umum (KPU) untuk menggunakan sistem e-voting dalam Pemilu 2024.

Demikian disampaikan dosen ilmu politik Universitas Nasional, Andi Yusran kepada Kantor Berita Politik RMOL, Rabu (10/8).


Catatan Andi, Ketua Umum Partai Ummar Ridho Rahmadi sudah menggagas sistem e-voting blockchain. Padahal dengan penerapan E-voting dapat menekan biaya.

Meski demikian, Andi Yusran menyadari bahwa tiadanya dukungan politik dari pemerintah tersebut membuat model konvensional yang padat modal menjadi keniscayaan.

"Pertanyaannya kemudian adalah dari mana dana menutupi pembiayaan penyelenggaraan Pemilu 2024 yang akan terus bertambah jelang hari H?" demikian kata Saefullah, Rabu (10/8).

Bagi Doktor Ilmu Politik Universitas Nasional ini, pemerintah tidak boleh menggunakan alasan minimnya dana untuk menunda Pemilu 2024.

"Jauh lebih mulia menunda proyek IKN dan atau proyek Kereta Cepat Jakarta Bandung, ketimbang menunda Pemilu 2024," jelas Andi.

Populer

Jokowi Layak Digelari Lambe Turah

Senin, 16 Februari 2026 | 12:00

Keputusan KIP Kuatkan Keyakinan Ijazah Jokowi Palsu

Minggu, 22 Februari 2026 | 06:18

Roy Suryo Cs di Atas Angin terkait Kasus Ijazah Jokowi

Rabu, 18 Februari 2026 | 12:12

Harianto Badjoeri Dikenal Dermawan

Senin, 23 Februari 2026 | 01:19

Kasihan Banyak Tokoh Senior Ditipu Jokowi

Rabu, 18 Februari 2026 | 14:19

Partai Politik Mulai Meninggalkan Jokowi

Selasa, 17 Februari 2026 | 13:05

Sangat Aneh Bila Disimpulkan Ijazah Jokowi Asli

Kamis, 19 Februari 2026 | 18:39

UPDATE

LPDP Perkuat Ekosistem Karier Alumni, Gandeng Danantara dan Industri

Kamis, 26 Februari 2026 | 14:04

RDPU dengan Komisi III DPR, Hotman Paris: Tuntutan Mati ABK Fandi Ramadhan Janggal

Kamis, 26 Februari 2026 | 14:02

Kenaikan PT Bikin Partai di DPR Bisa Berguguran

Kamis, 26 Februari 2026 | 13:39

KPK Panggil Ketua KPU Lamteng di Kasus Suap Bupati

Kamis, 26 Februari 2026 | 13:38

DPR Jadwalkan Pemanggilan Dirut LPDP Sebelum Lebaran

Kamis, 26 Februari 2026 | 13:30

Great Institute: Ancaman Terbesar Israel Bukan Palestina, Tapi Netanyahu

Kamis, 26 Februari 2026 | 13:22

KPK Panggil Edi Suharto Tersangka Kasus Korupsi Penyaluran Bansos Beras

Kamis, 26 Februari 2026 | 13:06

IHSG Siang Ini Tergelincir, Nyaris Seluruh Sektor Merana

Kamis, 26 Februari 2026 | 12:51

Rusia Pertimbangkan Kirim Bantuan BBM ke Kuba

Kamis, 26 Februari 2026 | 12:29

Partai Buruh Bakal Layangkan Gugatan Jika PT Dinaikkan

Kamis, 26 Februari 2026 | 12:27

Selengkapnya