Berita

Pengamat politik Universitas Esa Unggul, Jamiludin Ritonga/RMOL

Politik

Beda Prioritas Pembangunan, Tidak Adil Membandingkan Anies dan Ganjar Pranowo

KAMIS, 11 AGUSTUS 2022 | 03:11 WIB | LAPORAN: ANGGA ULUNG TRANGGANA

Kinerja Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan dan Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo sulit dibandingkan. Alasannya, perbedaan wilayah yang dipimpin dan prioritas pembangunnanya.

Demikian pendapat pengamat komunikasi politik Universitas Esa Unggul kepada Kantor Berita Politik RMOL, Rabu (10/8).

Menurut Jamiludin, Anies memimpin ibukota yang dibekali anggaran besar. Berbekal anggaran itu Anies lebih leluasa untuk membangun Jakarta.


Sementara itu, Ganjar yang memimpin Jawa Tengah anggaran lebih terbatas. Imbasnya, upaya membangun Jawa Tengah juga lebih terbatas.

Pengamatan manran Dekan Fikom IISIP Jakarta ini, Anies tidak memprioritaskan pembangunan fisik. Tetapi lebih mencoba menyeimbangkan pembangunan manusia dan fisiknya. K

"Karena itu, tidak adil bila menilai kinerja Anies semata dari hasil pembangunan fisik. Sebaliknya Ganjar memang belum jelas arah prioritas pembangunannya," demikian analisa Jamiludin.

Secara teknis, Ganjar belum jelas apakah memprioritaskan pembangunan fisik atau manusia atau menyeimbangkan keduanya. Karena itu sulit menilai keduanya dilihat dari skala prioritas pembangunannya.

"Baik Anies maupun Ganjar memang banyak memperoleh penghargaan. Namun penghargaan itu perlu diteliti kembali apakah diperoleh dari lembaga kompeten atau lembaga abal-abal," jelas Jamiludin.

Atas dasar proses kepemimpinan keduanya, Jamiludin mengatakan sulit menilai kinerja keduanya hanya berbekal dari pengharagan yang diterima.

"Hanya saja, Anies yang memimpin Jakarta tentu lebih prestisius dibandingkan Jawa Tengah yang hanya sebuah provinsi," pungkas Jamiludin.

Populer

Abu Janda Cs Jangan Sampai Lolos

Minggu, 10 Mei 2026 | 02:00

Profil Achmad Syahri Assidiqi: Legislator Gerindra 'Gamer' Anak Eks DPR RI

Selasa, 12 Mei 2026 | 20:12

Jangan Biarkan Dua Juri Final LCC Lolos dari Sanksi UU ASN

Kamis, 14 Mei 2026 | 12:43

Wali Murid Sekolah Islam Terpadu di Tangerang Korban Investasi Bodong Lapor Polisi

Minggu, 10 Mei 2026 | 02:13

PSI Ketar-ketir Lawan Jusuf Kalla

Jumat, 08 Mei 2026 | 06:47

Inilah Bupati Sitaro Chyntia Ingrid Kalangit yang Diborgol Kejati

Minggu, 10 Mei 2026 | 01:09

Omongan Amien Rais Dibenarkan Publik selama Tak Dibantah Teddy

Kamis, 07 Mei 2026 | 02:15

UPDATE

Brimob Polda Metro Jaya Bubarkan Balap Liar di Pulogadung

Minggu, 17 Mei 2026 | 14:17

Istana Ungkap Cadangan Beras di Bulog Tembus 5,3 Juta Ton

Minggu, 17 Mei 2026 | 14:04

Kasasi Bisa Perjelas Vonis Banding Luhur Ditambah Beban Uang Pengganti

Minggu, 17 Mei 2026 | 13:45

Putusan MK soal IKN Dianggap Beri Kepastian Hukum

Minggu, 17 Mei 2026 | 13:39

“Suamiku Lukaku” Angkat Luka Perempuan Korban KDRT

Minggu, 17 Mei 2026 | 13:14

Prabowo Minta Pindad Rancang Mobil Presiden Khusus untuk Sapa Rakyat

Minggu, 17 Mei 2026 | 13:14

Penyederhanaan Sistem Partai Tak Harus dengan Threshold Tinggi

Minggu, 17 Mei 2026 | 13:10

Nasabah PNM Denpasar Sukses Ubah Sampah Pantai jadi Cuan

Minggu, 17 Mei 2026 | 12:59

Hukum yang Layu: Saat Keadilan Kehilangan Hati Nurani

Minggu, 17 Mei 2026 | 12:43

Andrianto Andri: Tokoh Sumatera Harus Jadi Cawapres 2029

Minggu, 17 Mei 2026 | 12:11

Selengkapnya