Berita

Politisi PDIP Effendi Simbolon/Net

Politik

Pengamat: Sulit Wujudkan Keinginan Effendi Simbolon agar Jokowi Tiga Periode

SENIN, 08 AGUSTUS 2022 | 16:07 WIB | LAPORAN: RAIZA ANDINI

Politisi senior PDI Perjuangan Effendi Simbolon yang berharap agar masa jabatan Presiden Joko Widodo ditambah dengan syarat, Jokowi lebih dulu menunaikan semua janjinya untuk membangun bangsa, sangat sulit diwujudkan.

Pengamat politik dari Universitas Esa Unggul Jamiluddin Ritonga berpendapat tantangan tersebut tidak akan mungkin diwujudkan oleh Presiden Joko Widodo.

"Pernyataan Effendi Simbolon kepada Presiden Joko Widodo untuk jujur mau tiga periode hanyalah tantangan yang sulit diwujudkan. Tantangan itu terlihat dari permintaan Simbolon kepada Jokowi untuk membangun bangsa, revolusi mental, dan menegaķkan nawacita. Hal ini tampaknya sulit diwujudkan Jokowi,” kata Jamiluddin kepada Kantor Berita Politik RMOL, Senin (8/8).


Dia menambahkan ide nawacita yang dijanjikan Presiden Joko Widodo juga bakalan sulit untuk direalisasikan meskipun dilakukan penambahan masa jabatan kepemimpinan.

"Sebab, inti dari nawacita berdaulat secara politik, mandiri dalam ekonomi, dan berkepribadian dalam kebudayaan. Hal itu diyakini sulit diwujudkan Jokowi meskipun jabatannya ditambah satu periode lagi,” katanya.

"Hal yang sama juga berlaku pada revolusi mental. Hingga saat ini tidak jelas capaian dari program tersebut. Bahkan saat ini gaungnya saja sudah tidak terdengar lagi,” imbuhnya,

Menurutnya, apa yang dilontarkan Effendi Simbolon hanya angan-angan yang tidak mungkin dilakukan oleh Presiden Joko Widodo.

"Jadi, Simbolon menawarkan tiga periode kepada Jokowi jangan dinilai serius. Sebab, apa yang diminta Simbolon hingga saat ini masih jauh dari harapan,” tutupnya.

Populer

Menko Yusril: Mundur dari Jabatan, Tak Gugurkan Tanggung Jawab Hukum Mashudi

Jumat, 02 Oktober 2026 | 19:13

Firli Bahuri Sandang Gelar Doktor Hukum, Raih Gelar Summa Cumlaude

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 16:33

Legislator PAN Minta Menteri Imipas Tangguhkan Pengunduran Diri Dirjenpas Mashudi

Jumat, 02 Oktober 2026 | 17:36

Gaji 26 Wantimpres Prabowo Tembus Rp1,9 Miliar Tiap Bulan, Belum Termasuk Fasilitas

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 19:06

Jenderal Dedi Langsung Tancap Gas Siapkan Struktur Organisasi BRAN

Jumat, 02 Oktober 2026 | 01:43

Suyudi Pede Gusur Puluhan Pati-Pamen Loyalis Listyo

Selasa, 06 Oktober 2026 | 05:09

Pergantian Kapolri untuk Antisipasi Putusan MK soal Gibran

Kamis, 01 Oktober 2026 | 18:19

UPDATE

Pengusaha Tembakau Dicecar KPK soal Dugaan Gratifikasi Oknum Bea Cukai

Sabtu, 10 Oktober 2026 | 00:41

Resmi Dilantik, 13 Pengurus DPD Peradi Profesional Siap Kawal Keadilan di Sulsel

Sabtu, 10 Oktober 2026 | 00:13

Sekolah Tahfidz Al-Qur’an Puan Maharani Mulai Dibangun di Malang

Sabtu, 10 Oktober 2026 | 00:10

Perbup Bogor soal Site Plan jadi Sorotan Usai Kasus HGB Summarecon Bergulir

Jumat, 09 Oktober 2026 | 23:49

BEI Tagih Penjelasan Emiten Haji Isam soal Gadai Saham ke Bank Mandiri

Jumat, 09 Oktober 2026 | 23:24

Rocky Gerung Dicurigai Sengaja Dipasang untuk Serang Gibran dari Dalam Kekuasaan

Jumat, 09 Oktober 2026 | 22:42

Kasus TPPU Rita Widyasari Menyeret Bos Dealer VW-Audi

Jumat, 09 Oktober 2026 | 22:28

Penyederhanaan BUMN: Pengaturan Outsourcing Lewat Anak Perusahaan Jadi Sorotan

Jumat, 09 Oktober 2026 | 22:18

PDIP soal Ijazah Gibran: Anak dan Bapak Masalahnya Sama Saja

Jumat, 09 Oktober 2026 | 21:57

Pegawai Bea Cukai Dedi Congor Mangkir Lagi

Jumat, 09 Oktober 2026 | 21:42

Selengkapnya