Berita

Ketua Umum Pengurus Besar KH M. Musthofa Aqil Siroj/Repro

Politik

Dzikir di Istana Negara, Musthofa Aqil Siroj Puji Kesuksesan Jokowi

SENIN, 01 AGUSTUS 2022 | 20:22 WIB | LAPORAN: ANGGA ULUNG TRANGGANA

Kesuksesan dalam menangani pandemi virus corona baru (Covid-19) mendapat apresiasi Pengurus Besar Majelis Dzikir Hubbul Wathon (PB-MDHW), Senin (1/8).

Ketua Umum Pengurus Besar KH M. Musthofa Aqil Siroj menyatakan bahwa banyak dunia mengakui keberhasilan Bapak Presiden Jokowi, bahkan Indonesia disebut-sebut sebagai salah satu negara terbaik dalam penanganan Covid-19


memberikan apresiasi kepada Presiden Joko Widodo diapresias. Hal itu disampaikan saat memberikan sambutan pidato sebagai Ketua Panitia Dzikir dan Doa Kebangsaan di Istana Negara, pada (1/8).

memberikan apresiasi kepada Presiden Joko Widodo diapresias. Hal itu disampaikan saat memberikan sambutan pidato sebagai Ketua Panitia Dzikir dan Doa Kebangsaan di Istana Negara, pada (1/8).

“Kita mengapresiasi kesuksesan Presiden Jokowi dalam menangani pandemi Covid-19," demikian kata Musthofa Aqil Siroj.

Selain itu, adik kandung Said Aqil Siroj itu juga angkat topi sikap Jokowi yang sangat berani melakukan kunjungan ke Rusia dan Ukraina dalam rangka melakukan misi perdamain.

Menurut Pengasuh Pondok Pesantren Khas Kempek Cirebut tersebut, apa yang dilakukan Presiden Jokowi merupakan inisiatif yang cemerlang dan membanggakan.

“Kita juga mengapresiasi kunjungan Presiden Jokowi ke Rusia dan Ukraina dalam rangka melakukan misi perdamain. Ini sebuah inisiatif yang cemerlang dan membanggakan,” tambahnya.

Menurut Ulama yang juga Ketua Panitia Dzikir dan Doa Kebangsaan di Istana Negara, HUT Kemerdekaan RI yang ke 77 tahun ini berbeda dari tahun-tahun sebelumnya. Sebab, tahun ini bertepatan dengan posisi Indonesia sebagai Presidensi G20.

Dalam pandangan Ketua Majelis Syariah PPP ini sebagai tuan rumah forum G20, Indonesia bukan hanya punya agenda memperjuangkan kepentingan nasionalnya pada tingkat global.

Namun demikian, presidensi G20 menjadi suara dari negara berkembang yang berkontribusi bagi penyelesaian berbagai permasalahan ekonomi atau tantangan yang dihadapi dunia.

"Ini merupakan tugas sejarah yang sungguh mulia bagi Indonesia,” tutur KH. Musthofa Aqil Siroj.

Kedua, dua tahun lebih Indonesia menghadapi pandemi Covid-19, tantangan dan beragam ujian pun muncul. Kecemasan sosial hingga tekanan ekonomi berat sangat dirasakan oleh rakyat Indonesia di penjuru tanah air.

“Namun di tengah keterpurukan, alhamdulillah semua elemen bangsa bergerak bersama, bergotong royong, saling memberikan uluran tangan, untuk bangkit mewujudkan harapan,” tambahnya.

Melalui Dzikir dan Doa Bersama ini, M. Musthofa Aqil Siroj mengajak segenap jamaah untuk berdoa semoga segala upaya yang telah dilakukan Pemerintah dalam rangka pemulihan ekonomi dan sebagai tuan rumah G20 berjalan dengan lancar dan mendapat ridho Allah SWT.

Selain itu, atas nama Panitia Dzikir dan Do'a Kebangsaan 1 Agustus 2022, KH Musthofa Aqil Siroj juga mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada segenap pihak yang membantu terlaksananya acara ini. Terutama Presiden Joko Widodo dan Wakil Presiden KH Ma'ruf Amin.

Dzikir dan doa Kebangsaan di Istana Negara ini dihadiri oleh 100 tokoh yang terdiri dari para kyai, habaib, pejabat negara, tokoh berbagai ormas, dan tokoh lintas agama. Selain itu, hadir juga 500 jamaah dan santri dari berbagai pondok pesantren di Indonesia.

Populer

Bayang-Bayang LDII

Rabu, 08 April 2026 | 05:43

Giliran Sekda Kota Madiun Dipanggil KPK dalam Kasus Pemerasan Maidi

Senin, 13 April 2026 | 14:18

China Peringatkan RI Tak Rusak Stabilitas Regional

Sabtu, 18 April 2026 | 02:00

Karyawan dan Konsultan Pajak Hasnur Group Dipanggil KPK Terkait Kasus Restitusi Pajak

Kamis, 09 April 2026 | 12:18

Pengamat Endus Isu Pemakzulan Presiden Didesain Wapres

Kamis, 16 April 2026 | 00:32

GAMKI: Ceramah Jusuf Kalla Menyakiti Umat Kristen

Senin, 13 April 2026 | 08:21

Eksepsi Mardiono terkait Gugatan Muktamar PPP Ditolak PN Jakpus

Kamis, 16 April 2026 | 18:10

UPDATE

Strategi Perang Laut Iran Miliki Relevansi dengan Indonesia

Minggu, 19 April 2026 | 05:59

Inflasi Pengamat dan Ilusi Kepakaran di Era Digital

Minggu, 19 April 2026 | 05:45

Relawan MBG Kini Wajib Didaftarkan BPJS Ketenagakerjaan

Minggu, 19 April 2026 | 05:23

PB HMI Ajak Publik Pakai Rasionalitas Hadapi Polemik JK

Minggu, 19 April 2026 | 04:55

Perlawanan Iran: Prospek Tatanan Dunia Baru

Minggu, 19 April 2026 | 04:35

PDIP Setuju Parpol Wajib Lapor soal Pendidikan Politik Pakai Uang Negara

Minggu, 19 April 2026 | 04:15

JK: Rismon Mau Ketemu Saya dengan Tujuh Orang, Saya Tolak!

Minggu, 19 April 2026 | 03:53

Komnas HAM Desak Panglima TNI Evaluasi Operasi Militer di Papua

Minggu, 19 April 2026 | 03:30

Belajar dari Era Jokowi, PDIP Ingatkan Partai Koalisi Pemerintah Jangan Antikritik

Minggu, 19 April 2026 | 03:14

Indonesia Harus Belajar Filsafat dan Strategi dari Perang Laut Iran 2026

Minggu, 19 April 2026 | 02:55

Selengkapnya